BPJScan menganalisis file klaim BPJS dan menemukan peluang yang terlewat. Dipercaya 50+ rumah sakit di 8+ provinsi.
50+
Rumah Sakit
8+
Provinsi
Rp 3M+
Dioptimasi di 1 RS
4.8/5
Rating Pengguna
*Kasus aktual 1 RS mitra. Hasil bervariasi tergantung volume dan pola klaim RS.
Tanpa analisis AI, peluang revenue terlewat setiap bulan tanpa disadari.
Klaim ditolak atau pending karena koding tidak sesuai aturan. Proses banding memakan waktu dan tenaga.
Diagnosis dan prosedur tidak dikode secara optimal. Severity level tidak sesuai, menghasilkan tarif INA-CBG yang lebih rendah.
Tanpa audit sistematis, potensi optimasi 15-30% klaim bisa terlewat setiap bulan.
3 langkah sederhana, insight dalam hitungan menit.
Upload file TXT klaim dari E-Klaim atau INA-CBG. Format standar, tidak perlu konversi.
78 filter menganalisis setiap klaim — dari keuangan, LOS, ICD-10, hingga 33 kondisi spesifik.
Dashboard interaktif menunjukkan peluang revenue, audit ICD-10, dan rekomendasi aksi prioritas.
Dari AI-powered insights hingga audit ICD-10 dan 33 kondisi spesifik — semua dari satu file TXT.
Insight otomatis berbasis AI — dari data ke rekomendasi aksi.
Revenue BPJS vs tarif RS, efisiensi per spesialisasi, anomali finansial.
Distribusi Length of Stay, outlier, perbandingan antar DPJP.
Top diagnosa, pola musiman, komorbiditas, kompleksitas kasus.
Distribusi grouping, revenue per group, kesesuaian grouping.
Skor CMI, trend per bulan, benchmark antar spesialisasi.
Top prosedur, frekuensi, kesesuaian dengan diagnosis.
Produktivitas dokter, LOS per DPJP, kontribusi revenue.
Deteksi undercoding, peluang upcoding, severity analysis.
Demografi, kepulangan, pendapatan per poli, cara masuk, BOR.
Temukan kesalahan koding sebelum BPJS yang menemukan. Validasi otomatis berdasarkan aturan ICD-10 resmi.
J18.9 → Pneumonia, unspecified
Kode valid, tidak ada pelanggaran
E11.6 + E11.65 → Combination code
Gunakan E11.65 saja (sudah mencakup E11.6)
M32.1 + L93.0 → Excludes violation
SLE excludes lupus erythematosus (discoid)
Deteksi anomali kunjungan, pola rawat inap, dan kasus berisiko pending — sebelum dikirim ke BPJS.
Contoh: LOS Tinggi, Keparahan Ringan
Pasien A: LOS 12 hari, Severity I → Potensi delay discharge
Pasien B: LOS 9 hari, Severity I → Risiko pending BPJS
Pasien C: LOS 7 hari, Severity I → Review diagnosis sekunder
Kasus LOS tinggi + severity ringan sering di-flag verifikator BPJS.
Breakdown revenue, selisih tarif, cost component, dan potensi top-up per kasus.
Selisih Tarif RS vs BPJS per Spesialisasi
*Ilustrasi. Hasil bervariasi tergantung volume dan pola klaim RS.
Analisis mendalam per penyakit — dari diabetes hingga persalinan, stroke hingga kemoterapi. Setiap kondisi punya logika audit khusus.
+ 21 kondisi lainnya termasuk GEA, GERD, batu ginjal, efusi pleura, dll.
Contoh: Analisis Pneumonia (J12-J18)
Temuan
12 kasus severity I dengan LOS >5 hari → review dx sekunder untuk potensi severity upgrade.
Upload data beberapa bulan sekaligus (ZIP) dan lihat tren performa RS dari waktu ke waktu.
Trend Revenue (6 bulan)
Transisi tarif nasional dari INA-CBG ke iDRG sudah di depan mata. BPJScan kini dilengkapi 8 submenu analisis iDRG untuk membantu tim casemix memahami dampak perubahan tarif sebelum implementasi penuh.
Perbandingan Tarif
RS vs INA-CBG vs iDRG per kasus
Kasus Naik/Turun
Identifikasi kasus yang tarif-nya berubah
Casemix Index
CMI per spesialis dan MDC
Mapping & Bridging
INA-CBG ke iDRG, diagnosis & prosedur
8 Submenu Analisis iDRG
Dashboard iDRG
Ringkasan dampak tarif keseluruhan
Perbandingan Tarif
RS vs INA-CBG vs iDRG
Kasus Naik/Turun Tarif
Identifikasi dampak per kasus
Casemix Index (CMI)
Per spesialis dan periode
Analisis MDC
Major Diagnostic Category
Analisis Cost Weight
Bobot biaya per DRG
Mapping INA-CBG ke iDRG
Konversi kode grouper
Bridging Diagnosis & Prosedur
ICD vs ICS bridging
BPJScan bekerja optimal bersama produk MedMinutes lainnya — satu ekosistem, satu tujuan.
Produk ini ↓
CDSS di browser Anda
Suara jadi SOAP otomatis
Terintegrasi SatuSehat
RS Tipe A, B, C, D, militer, dan fasilitas kesehatan di 8+ provinsi
RSUP Dr. Hasan Sadikin
RS Univ. Andalas Padang
RSUP Dr. Moh. Hoesin
RSD Idaman Banjarbaru
RST Bhakti Wira Tamtama
RS William Booth Surabaya
LADOKGI RE Martadinata
RSIA Putri Surabaya
RSUD Kardinah Tegal
RSD Wongsonegoro
RS Bethesda Yogyakarta
RS SMC Telogorejo
RSUP Dr. Hasan Sadikin
RS Univ. Andalas Padang
RSUP Dr. Moh. Hoesin
RSD Idaman Banjarbaru
RST Bhakti Wira Tamtama
RS William Booth Surabaya
LADOKGI RE Martadinata
RSIA Putri Surabaya
RSUD Kardinah Tegal
RSD Wongsonegoro
RS Bethesda Yogyakarta
RS SMC Telogorejo
RS Roemani Muhammadiyah
RS Panti Wilasa Dr. Cipto
RS PKU Muh. Wonosobo
RS Graha Husada Tuban
RS Keluarga Sehat Pati
RSU Siaga Medika Banyumas
RSUD Tjitrowardojo Purworejo
RS Fastabiq Sehat PKU Muh.
RS Aisyiyah Ponorogo
RS Islam Arafah Jambi
RS Roemani Muhammadiyah
RS Panti Wilasa Dr. Cipto
RS PKU Muh. Wonosobo
RS Graha Husada Tuban
RS Keluarga Sehat Pati
RSU Siaga Medika Banyumas
RSUD Tjitrowardojo Purworejo
RS Fastabiq Sehat PKU Muh.
RS Aisyiyah Ponorogo
RS Islam Arafah Jambi
Pelajari lebih lanjut tentang optimasi klaim BPJS dan casemix.
iDRG berlaku Oktober 2025. Dari 39 RS uji coba, baru 4 yang lulus. Panduan lengkap persiapan tim casemix.
Rp 5,92 triliun tertahan. 29,43% karena koding salah. Breakdown resmi + strategi pre-submission audit.
92,1% klaim pending karena kesalahan koding. Checklist 10 poin + perbandingan audit manual vs otomatis.
Jadwalkan demo 30 menit dan lihat langsung potensi revenue yang bisa di-recovery dari data klaim RS Anda.
*Hasil bervariasi tergantung volume dan pola klaim RS.