Transisi INA-CBG ke iDRG 2026: Apa yang Berubah, Status Implementasi, dan Persiapan Rumah Sakit

Vera, Healthcare Content Strategist · · 8 menit baca
Transisi INA-CBG ke iDRG 2026: Apa yang Berubah, Status Implementasi, dan Persiapan Rumah Sakit

Transisi INA-CBG ke iDRG 2026: Apa yang Berubah, Status Implementasi, dan Persiapan Rumah Sakit

Ringkasan: iDRG (Indonesian Diagnosis-Related Groups) adalah generasi penerus INA-CBG sebagai sistem casemix dasar tarif Jaminan Kesehatan Nasional. Perubahan utamanya adalah severity level yang bertambah dari 3 menjadi 5, granularitas DRG yang lebih tinggi, dan tuntutan dokumentasi clinical complication-comorbidity (CC) dan major complication-comorbidity (MCC) yang lebih detail. Per April 2026, iDRG masih dalam fase transisi bertahap — belum ada tanggal go-live nasional yang resmi diumumkan. Artikel ini menjelaskan perbedaan struktural antara INA-CBG dan iDRG, dampak ke tarif RS, status implementasi terkini, dan persiapan operasional yang dapat dilakukan rumah sakit tanpa menunggu deadline pasti.


Mengapa Transisi INA-CBG ke iDRG Penting Dipahami

Sistem casemix adalah pondasi cara BPJS Kesehatan membayar rumah sakit untuk pelayanan rawat inap. INA-CBG yang berlaku sejak 2014 telah memberi keseragaman tarif lintas RS, namun memiliki keterbatasan struktural yang menyebabkan ketidakadilan tarif untuk kasus kompleks. iDRG dirancang untuk mengatasi keterbatasan ini.

Bagi RS, perubahan ini bukan sekadar perubahan tabel tarif. Ia menuntut perubahan dalam:

RS yang tidak mempersiapkan diri akan kehilangan tarif yang seharusnya didapat — bukan karena kasus klinisnya kurang kompleks, melainkan karena dokumentasinya tidak menangkap kompleksitas tersebut.


Perbedaan Struktural INA-CBG vs iDRG

Severity Level

INA-CBG memiliki 3 tingkat severity:

iDRG akan memiliki 5 tingkat severity dengan granularitas lebih tinggi. Implikasinya: kasus yang sebelumnya dikodekan sebagai severity II di INA-CBG dapat dipisahkan menjadi 2–3 tingkat berbeda di iDRG, dengan tarif yang berbeda pula.

Granularitas DRG

INA-CBG memiliki sekitar 1.077 grup DRG. iDRG akan memiliki granularitas lebih tinggi — angka pastinya tergantung versi final yang akan dirilis. Granularitas yang lebih tinggi berarti kasus klinis yang sebelumnya digabungkan menjadi satu DRG dapat dipisahkan, dengan tarif yang lebih sesuai dengan kompleksitas.

Complication-Comorbidity (CC) dan Major Complication-Comorbidity (MCC)

iDRG menggunakan klasifikasi CC dan MCC yang lebih detail. Setiap diagnosa sekunder akan diklasifikasikan apakah:

Klasifikasi ini menentukan severity DRG akhir. Implikasinya: dokumentasi diagnosa sekunder yang sebelumnya "cukup" di INA-CBG akan menjadi sangat penting di iDRG.

Pengaruh ke Tarif

Pengaruh severity ke tarif akan menjadi non-linear di iDRG. Perbedaan severity 1 tingkat dapat berdampak 30–80% terhadap tarif, tergantung DRG-nya. Sebagai perbandingan, di INA-CBG perbedaan severity I ke III biasanya 50–100%.

Konsekuensi: kesalahan dalam mengkode severity di iDRG akan berdampak finansial lebih besar daripada di INA-CBG.


Status Implementasi Per April 2026

Per data publik yang tersedia, transisi INA-CBG ke iDRG masih dalam fase transisi bertahap:

RS sebaiknya tidak mengasumsikan deadline tertentu (misal "iDRG live Oktober 2025" atau "iDRG live 2026") karena belum ada konfirmasi resmi. Yang dapat dipastikan: transisi sedang berjalan, dan akan datang. RS yang menunggu kejelasan deadline cenderung terlambat dalam persiapan.


Demo Gratis 30 Menit
Lihat langsung berapa
revenue RS Anda yang bocor
Dalam 30 menit, kami analisis data klaim RS Anda — langsung di depan Anda.
Jadwalkan Demo
Tanpa biaya, tanpa kewajiban

Persiapan Operasional yang Dapat Dilakukan Sekarang

Tanpa menunggu tanggal go-live pasti, RS dapat memulai persiapan di area-area yang akan dibutuhkan baik di INA-CBG maupun iDRG:

Area 1: Akurasi Koding ICD-10 Utama dan Sekunder

Akurasi koding sudah penting di INA-CBG; di iDRG akan lebih penting. Audit baseline:

Bila baseline rendah, mulai investasi training koder dan implementasi tools audit (CDSS dengan rekomendasi ICD-10) sebelum iDRG dirilis.

Area 2: Kelengkapan Dokumentasi DPJP

Dokumentasi yang tidak menyebutkan komplikasi atau komorbiditas tidak dapat dikode sebagai CC/MCC. Audit:

Tools yang dapat membantu: AI Medical Scribe untuk mengangkat kelengkapan SOAP secara real-time tanpa menambah beban DPJP.

Area 3: Pre-Submit Audit Klaim

Di iDRG, koreksi setelah submit lebih sulit karena severity langsung dampak ke tarif. Implementasikan:

Area 4: Sertifikasi dan Sustainability Tim Casemix

Standar profesi koder dan casemix officer dipertegas di UU Kesehatan 2023. Rencanakan:

Area 5: Sistem Pendukung yang Adaptif

Sistem RME, SIMRS, dan tools casemix yang akan dipakai di iDRG harus:

Vendor yang siap untuk iDRG akan transparan tentang roadmap mereka. Vendor yang tidak punya rencana update sebaiknya tidak dipilih sebagai partner jangka panjang.


Implikasi Finansial: Skenario Dampak ke Cash Flow RS

Estimasi kasar dampak transisi ke iDRG di skenario sederhana:

Skenario 1: RS yang dokumentasinya sudah lengkap dan koder akurat

Skenario 2: RS yang dokumentasinya tidak lengkap dan koder kurang akurat

Skenario 3: RS yang campur (sebagian baik, sebagian kurang)

Tidak ada cara untuk memprediksi pasti — tetapi RS yang investasi di akurasi koding dan kelengkapan dokumentasi sebelum iDRG akan berada di posisi yang lebih baik di skenario manapun.


Tantangan Implementasi yang Diantisipasi

Berdasarkan pengalaman transisi sistem casemix di negara lain (USA, Singapura, Thailand), beberapa tantangan yang umum:

  1. Resistance koder senior — yang sudah terbiasa dengan INA-CBG akan butuh waktu adaptasi
  2. Software lag — vendor SIMRS/RME yang lambat update akan membuat RS terjebak dengan sistem yang tidak compatible
  3. Backlog klaim — pada awal transisi, koreksi dan dispute klaim akan meningkat
  4. Variabilitas regional — implementasi yang tidak serentak akan menyebabkan ketidakadilan antar RS
  5. Training gap — workshop yang tidak merata akan menciptakan disparitas akurasi koding

RS yang memiliki tim casemix yang matang, sistem pendukung yang adaptif, dan budaya audit internal akan menghadapi tantangan ini dengan lebih baik.


Bagaimana Tools Digital Membantu Persiapan iDRG

Beberapa kategori tools yang dapat mempercepat persiapan:

Beberapa platform yang dirancang untuk konteks RS Indonesia — termasuk MedMinutes — menyediakan kapabilitas dalam beberapa kategori ini. RS perlu melakukan due diligence terhadap setiap vendor sesuai roadmap iDRG mereka.


FAQ

Kapan iDRG resmi go-live nasional?

Per April 2026, belum ada tanggal go-live nasional yang resmi diumumkan. Sistem masih dalam fase transisi bertahap dengan persiapan teknis dan pilot regional. RS sebaiknya tidak mengandalkan rumor tanggal tertentu, melainkan memantau pengumuman resmi dari Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan.

Apakah INA-CBG akan langsung dihapus saat iDRG dirilis?

Pola transisi sistem casemix biasanya bertahap, bukan cut-off. Skenario yang umum: dual-running selama 6–12 bulan, di mana RS menggunakan kedua sistem secara paralel sebelum INA-CBG sepenuhnya dipensiunkan. Detail transisi akan diatur dalam Permenkes pelaksana.

Apa yang harus dilakukan koder untuk persiapan iDRG?

Tiga area: (1) refresh akurasi koding ICD-10 utama dan sekunder, (2) pelajari klasifikasi CC/MCC yang akan diadopsi, dan (3) ikuti workshop dan sertifikasi yang diselenggarakan PERSI dan organisasi profesi casemix. Pengetahuan tentang severity dan komorbiditas akan menjadi kunci.

Apakah dokter (DPJP) perlu mengubah cara mendokumentasikan?

Tidak secara fundamental, tetapi DPJP perlu lebih konsisten mendokumentasikan: (1) semua komplikasi yang muncul selama rawat inap, (2) komorbiditas yang signifikan secara klinis, (3) severity yang spesifik (mild/moderate/severe), dan (4) tindakan yang sudah dilakukan. Dokumentasi yang lengkap sudah dituntut MRMIK 2026 — iDRG hanya menambah urgensi.

Bagaimana tim casemix mempersiapkan diri?

Empat hal: (1) review baseline akurasi koding dan severity assignment, (2) implementasi tools audit yang dapat dipakai untuk INA-CBG dan iDRG, (3) jadwal training berkala, dan (4) komunikasi dengan vendor SIMRS/CDSS untuk roadmap iDRG.

Apakah tarif iDRG sudah dipublikasikan?

Tarif final iDRG belum dipublikasikan secara resmi per April 2026. Beberapa simulasi tarif sudah ada untuk pilot, tetapi tabel final akan dirilis bersama dengan Permenkes pelaksana saat go-live. RS sebaiknya tidak menyusun proyeksi cash flow berdasarkan rumor tarif.

Apa risiko terbesar bagi RS saat iDRG dirilis?

Risiko terbesar adalah dokumentasi tidak lengkap yang menyebabkan severity miss. Karena severity dampak ke tarif lebih besar di iDRG, kasus yang dokumentasinya tidak menangkap komplikasi/komorbiditas akan dikode pada severity yang lebih rendah dari yang seharusnya — kehilangan tarif yang substantial.

Apakah RS swasta dan pemerintah punya transisi berbeda?

Pola dasar transisi sama. Yang berbeda adalah kesiapan operasional: RS swasta dengan tim casemix yang lebih kecil mungkin lebih lambat adaptasi, sementara RS pemerintah dengan birokrasi yang lebih besar mungkin lebih lambat dalam pengadaan tools. Kedua kelompok perlu strategi persiapan yang disesuaikan.


Referensi

  1. Permenkes No. 26 Tahun 2021 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan
  2. Permenkes No. 76 Tahun 2016 tentang Pedoman INA-CBG
  3. UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan
  4. UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
  5. Materi Sosialisasi iDRG — Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan (berbagai)
  6. Indonesian Hospital Association (PERSI) — Materi Workshop Casemix
  7. Hsiao WC et al. (2008). "International experiences with payment reforms." Health Affairs 27(2).
  8. Schreyögg J et al. (2006). "Methods to Determine Reimbursement Rates for DRGs." Health Care Management Science 9(3).
  9. Yip W & Hsiao WC (2008). "The Chinese health system at a crossroads." Health Affairs 27(2).
  10. Standar Akreditasi Rumah Sakit MRMIK Edisi 1.1 — KARS

Vera adalah Healthcare Content Strategist MedMinutes, fokus pada riset regulatory dan implementasi sistem digital health di rumah sakit Indonesia.

Share
Konsultasi Gratis
Frustasi dengan vendor
SIMRS Anda?
Ceritakan situasi RS Anda. Dalam demo 30 menit, kami tunjukkan berapa yang bisa dihemat — langsung dari data klaim Anda.
Chat via WhatsApp
Jawab < 1 jam di jam kerja

Dipercaya 50+ rumah sakit di 8+ provinsi

RSUP Dr. Hasan SadikinRSUP Dr. Hasan Sadikin
RS Univ. AndalasRS Univ. Andalas
RSUP Dr. Moh. HoesinRSUP Dr. Moh. Hoesin
RS Bethesda YogyakartaRS Bethesda Yogyakarta
RS SMC TelogorejoRS SMC Telogorejo
RST Bhakti Wira TamtamaRST Bhakti Wira Tamtama
LADOKGI RE MartadinataLADOKGI RE Martadinata
RSUD Kardinah TegalRSUD Kardinah Tegal
RS William BoothRS William Booth
RS Roemani MuhammadiyahRS Roemani Muhammadiyah
RS Panti Wilasa Dr. CiptoRS Panti Wilasa Dr. Cipto
RSD Idaman BanjarbaruRSD Idaman Banjarbaru
RSUP Dr. Hasan Sadikin
RS Univ. Andalas
RSUP Dr. Moh. Hoesin
RS Bethesda Yogyakarta
RS SMC Telogorejo
RST Bhakti Wira Tamtama
LADOKGI RE Martadinata
RSUD Kardinah Tegal
RS William Booth
RS Roemani Muhammadiyah
RS Panti Wilasa Dr. Cipto
RSD Idaman Banjarbaru