Penjelasan formula tarif iDRG beserta contoh perhitungan: apa itu Cost Weight, National Base Rate, Casemix, dan Adjustment, serta mengapa kualitas dokumentasi klinis ikut menentukan tarif yang diterima rumah sakit.
Tarif iDRG = Cost Weight × National Base Rate × Adjustment
Jawaban Singkat
Tarif iDRG dihitung dengan mengalikan tiga faktor: Cost Weight (bobot biaya kasus), National Base Rate (tarif dasar nasional per satuan casemix), dan Adjustment (faktor penyesuaian seperti regionalisasi dan kompleksitas). Berbeda dari INA-CBG yang memakai tabel tarif tetap per CBG, iDRG membuat tarif lebih responsif terhadap kompleksitas kasus dan biaya riil rumah sakit.
Bobot biaya satu DRG tertentu terhadap rata-rata biaya seluruh DRG. Dihitung dari rata-rata biaya perawatan satu DRG dibagi rata-rata biaya perawatan semua DRG. Semakin kompleks kasus, semakin tinggi Cost Weight-nya.
| Rentang Cost Weight (rancangan) | Minimum | Maksimum |
|---|---|---|
| Rawat Jalan | 0,39 | 24,92 |
| Rawat Inap | 0,14 | 57,86 |
Tarif dasar pelayanan rumah sakit berdasarkan nilai satuan casemix secara nasional, dihitung dari total biaya rumah sakit dibagi casemix.
| Jenis Layanan | Base Rate (rancangan) |
|---|---|
| Rawat Jalan | Rp 461.474 |
| Rawat Inap | Rp 8.037.060 |
Menunjukkan aktivitas rumah sakit dalam bentuk jumlah dan variasi kasus, serta tingkat keparahan (severity level) yang dilayani. Casemix dihitung sebagai Σ (Cost Weight × Jumlah Kasus) untuk seluruh kasus. Casemix inilah yang menjadi penyebut dalam menghitung National Base Rate.
Faktor penyesuaian yang ditambahkan dalam formula tarif DRG, mencakup regionalisasi (disparitas biaya antar wilayah), penggunaan teknologi canggih, dan kompleksitas kasus. Adjustment menjaga keadilan tarif antar rumah sakit dengan kemampuan layanan berbeda.
Contoh berikut memakai kasus rawat inap dengan Cost Weight ilustratif 1,50 dan tanpa faktor penyesuaian tambahan (Adjustment = 1,0).
Bila kasus yang sama masuk ke Complexity Level lebih tinggi karena komorbiditas terdokumentasi (misalnya Cost Weight naik menjadi 2,50), tarifnya menjadi 2,50 × Rp 8.037.060 = Rp 20.092.650. Selisih ini menunjukkan mengapa kelengkapan dokumentasi klinis langsung berdampak pada tarif.
Angka Cost Weight dan base rate merupakan rancangan simulasi Pusat Pembiayaan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dan masih dapat berubah. Contoh perhitungan bersifat ilustrasi; tarif akhir bervariasi tergantung grup, kompleksitas, dan faktor penyesuaian yang berlaku.
Cost Weight ditentukan oleh grup DRG, dan grup DRG dipengaruhi oleh Complexity Level (0–4) yang bergantung pada komorbiditas (CC) dan komplikasi (MCC) yang terdokumentasi. Jika kondisi penyerta tidak tercatat, kasus dapat masuk ke Complexity Level lebih rendah dengan Cost Weight lebih kecil, sehingga tarif yang diterima tidak mencerminkan sumber daya yang benar-benar digunakan. Karena itu, akurasi dokumentasi klinis dan koding menjadi fondasi utama kesiapan iDRG. Pelajari bagaimana BPJScan membantu audit koding dan kelengkapan klaim.
Tim MedMinutes membantu memetakan potensi optimasi koding dan dokumentasi rumah sakit Anda. Gratis 30 menit, berbagi pengalaman dari 60+ rumah sakit di 10+ provinsi.