Perbedaan iDRG dan INA-CBG: Perbandingan Lengkap Sistem Pembayaran JKN | MedMinutes

Perbedaan iDRG dan INA-CBG: Perbandingan Lengkap Sistem Pembayaran JKN

Perbandingan poin per poin antara INA-CBG yang berlaku saat ini dan iDRG sebagai sistem penerusnya: struktur kode, tingkat keparahan, jumlah grup, basis tarif, status regulasi, dan dampak untuk rumah sakit.

Jawaban Singkat

INA-CBG (Indonesian-Case Base Group) dan iDRG (Indonesia Diagnosis Related Group) sama-sama sistem pembayaran JKN berbasis casemix, tetapi iDRG lebih rinci. Perbedaan utamanya: kode iDRG memakai 7 digit numerik (MDC-DC-PTD-CL) dibanding 4 komponen alfanumerik INA-CBG; tingkat keparahan naik dari 3 menjadi 5 (Complexity Level 0–4); jumlah grup rawat inap naik dari 786 menjadi 1.005; dan tarif dihitung dengan formula Cost Weight × National Base Rate × Adjustment. Per Juli 2026, INA-CBG masih berlaku dan iDRG masih dalam transisi.

iDRG vs INA-CBG: 13 Dimensi Perbandingan

Dimensi INA-CBG (saat ini) iDRG (penerus)
Kepanjangan Indonesian-Case Base Group Indonesia Diagnosis Related Group
Struktur kode CMG – Case Group – Case Type – Severity MDC – DC – PTD – CL
Format & jumlah digit 4 komponen alfanumerik (contoh O-6-10-I) 7 digit numerik (contoh 2401210)
Tingkat keparahan 3 tingkat (ringan, sedang, berat) Complexity Level 0–4 (5 tingkat)
Kategori besar penyakit (MDC) 22 25
Grup rawat jalan 289 358
Grup rawat inap 786 1.005
Disease cluster rawat inap 262 560
Basis perhitungan tarif Tarif per CBG (PMK 3/2023) Cost Weight × National Base Rate × Adjustment
Sumber data biaya Data historis klaim Data biaya riil & epidemiologi Indonesia
Fokus dokumentasi Diagnosis & prosedur utama Komorbiditas (CC) & komplikasi (MCC) rinci
Dasar hukum tarif Permenkes No. 3 Tahun 2023 (berlaku) Rancangan, belum ada Permenkes final
Status per Juli 2026 Berlaku untuk klaim JKN Transisi bertahap (belum go-live nasional)

Sumber: materi Transformasi Sistem Pembayaran iDRG, Pusat Pembiayaan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI (Juli 2026). Angka dan tarif iDRG bersifat rancangan dan dapat berubah sebelum penetapan resmi.

Empat Perbedaan yang Paling Berdampak

1. Struktur Kode Lebih Rinci

INA-CBG memakai kode 4 komponen (CMG-Case Group-Case Type-Severity), sedangkan iDRG memakai kode numerik 7 digit yang memuat MDC (Major Diagnostic Category), DC (Disease Cluster), PTD (Patient Type Designation: rawat inap 1 atau rawat jalan 2), dan CL (Complexity Level 0–4). Kerincian ini membuat satu kasus terpetakan lebih presisi. Lihat cara membaca kode iDRG di panduan utama.

2. Tingkat Keparahan dari 3 Menjadi 5

INA-CBG hanya mengenal 3 tingkat keparahan (ringan, sedang, berat). iDRG memakai Complexity Level 0 sampai 4 yang ditentukan oleh komorbiditas dan komplikasi pasien. Data epidemiologi menunjukkan penyakit di Indonesia sebenarnya memiliki 5 tingkat keparahan, sehingga iDRG dinilai lebih adil untuk kasus kompleks yang selama ini under-cost.

3. Jumlah Grup Bertambah Signifikan

Grup rawat inap naik dari 786 menjadi 1.005 dan rawat jalan dari 289 menjadi 358. Penambahan ini menjawab kondisi bahwa sekitar 60.000 kasus sebelumnya belum memiliki grup dan tarif, yang memicu banyak dispute klaim di lapangan.

4. Tarif Berbasis Formula, Bukan Tabel

INA-CBG memakai tabel tarif per CBG. iDRG menghitung tarif dengan formula Cost Weight × National Base Rate × Adjustment, sehingga tarif lebih responsif terhadap kompleksitas kasus dan disparitas biaya antar wilayah. Pelajari cara menghitung tarif iDRG selengkapnya.

Apa yang Tidak Berubah?

Meski terlihat besar, transisi ini bukan perombakan total. Filosofi dasarnya tetap sistem pembayaran berbasis casemix: kasus dikelompokkan berdasarkan kesamaan klinis dan penggunaan sumber daya, lalu dibayar per grup, bukan fee-for-service. Peran koder dan DPJP tetap sentral, dan klaim tetap diajukan melalui alur e-claim. Yang berubah adalah tingkat kerincian grouper, jumlah grup, tingkat keparahan, dan cara tarif dihitung. Artinya, investasi rumah sakit pada kualitas dokumentasi dan koding tetap relevan, bahkan makin menentukan.

Pertanyaan Seputar iDRG vs INA-CBG

Apa perbedaan utama iDRG dan INA-CBG?
Perbedaan utamanya: struktur kode (4 komponen alfanumerik O-6-10-I menjadi 7 digit numerik MDC-DC-PTD-CL), tingkat keparahan (3 tingkat menjadi Complexity Level 0–4), jumlah grup (rawat inap 786 menjadi 1.005, rawat jalan 289 menjadi 358), dan basis tarif (tabel per CBG menjadi formula Cost Weight × National Base Rate × Adjustment).
Apakah iDRG sudah menggantikan INA-CBG?
Belum. Per Juli 2026, tarif klaim JKN yang berlaku tetap mengacu pada INA-CBG sesuai Permenkes No. 3 Tahun 2023. iDRG masih dalam fase transisi bertahap dan belum ada tanggal go-live nasional resmi. Skenario yang umum adalah dual-running.
Apa yang tidak berubah dari INA-CBG ke iDRG?
Filosofi dasarnya tetap sistem pembayaran berbasis casemix: kasus dibayar per grup, bukan fee-for-service. Peran koder dan DPJP tetap sentral, dan klaim tetap diajukan lewat e-claim. Yang berubah adalah kerincian grouper, jumlah grup, tingkat keparahan, dan cara tarif dihitung.
Siapa yang paling terdampak transisi INA-CBG ke iDRG?
Tim koder dan DPJP paling terdampak karena iDRG menuntut kelengkapan dokumentasi komorbiditas (CC) dan komplikasi (MCC). Komite Casemix dan tim verifikasi internal perlu menyesuaikan proses, dan manajemen keuangan perlu memahami dampak reklasifikasi grup terhadap pendapatan per kasus.
Berapa jumlah digit kode iDRG dibanding INA-CBG?
Kode INA-CBG terdiri dari 4 komponen alfanumerik (contoh O-6-10-I), sedangkan kode iDRG terdiri dari 7 digit numerik yang memuat MDC, DC, PTD, dan CL (contoh 2401210).

Siapkan Tim Casemix Anda Menghadapi iDRG

Diskusikan kesiapan dokumentasi dan koding rumah sakit Anda bersama tim MedMinutes. Gratis 30 menit, berbagi pengalaman dari 60+ rumah sakit di 10+ provinsi.