Update CDSS AI September 2026 | MedMinutes
Update September 2026 Diperbarui 23 September 2026 · 12 update

Release Notes CDSS AI

Catatan pembaruan CDSS AI — optimasi klaim yang dimulai di ruangan, bukan setelah pasien pulang: rekomendasi kode, kelengkapan berkas, panduan verifikasi klaim, cek interaksi obat, dan resume medis, selagi dokter dan koder masih bisa melengkapi berkas. Setiap pembaruan langsung tersedia di akun rumah sakit yang berlangganan, tanpa perlu pemasangan ulang.

Terbaru

12 update

CDSS AI

Intubasi Endotrakeal pada Resusitasi Jantung Paru Dikode Terpisah

Panduan tindakan 96.04 (intubasi endotrakeal) dan 99.60 (resusitasi jantung paru) kini memuat kesepakatan Kementerian Kesehatan, organisasi profesi anestesi, dan BPJS Kesehatan: intubasi bukan bagian dari resusitasi, sehingga keduanya dikode terpisah. Ikut ditambahkan lima kriteria intubasi yang disepakati (bantuan hidup lanjut saat resusitasi, GCS 8 atau kurang tanpa instruksi DNR, perdarahan aktif di jalan napas, ancaman obstruksi jalan napas termasuk luka bakar inhalasi, serta gagal napas atau syok sepsis yang memerlukan ventilasi invasif) beserta berkas yang perlu tercatat untuk tiap kriteria, dengan rujukan halaman suratnya.

CDSS AI

Ketentuan Klaim Kejiwaan: Fase Subakut, Fase Kronis, dan Penilaian WHODAS 2.0

Panduan verifikasi untuk seluruh kode gangguan jiwa kini memuat ketentuan Special CMG subakut dan kronis dari Permenkes 26/2021: rawat inap hari ke-43 sampai 103 masuk fase subakut, hari ke-104 sampai 180 masuk fase kronis, dan tambahan tarifnya hanya dihitung bila lembar penilaian WHODAS 2.0 hari ke-43 dan ke-104 ditandatangani DPJP, dilampirkan, dan diinput ke aplikasi INA-CBG. Bila lama rawat pasien jiwa sudah memasuki fase tersebut, sistem langsung mengingatkan berkas yang harus disiapkan. Ikut ditambahkan PNPK Tata Laksana Skizofrenia 2025 (indikasi rawat inap, klozapin, antipsikotik injeksi jangka panjang, terapi kejang listrik, kriteria rujuk balik) dan PNPK Kedokteran Jiwa untuk delirium, demensia, gangguan penggunaan zat, depresi, bipolar, gangguan cemas, dan gangguan obsesif kompulsif, lengkap dengan nomor halaman.

CDSS AI

PNPK Diabetes Melitus Tipe 2, Hipertensi Dewasa, dan Demensia Tahun 2026

Tiga pedoman nasional terbaru masuk ke panduan verifikasi. Diabetes: kriteria diagnosis, ketoasidosis dan status hiperglikemia hiperosmolar yang memerlukan perawatan di rumah sakit, derajat hipoglikemia, serta pengawasan 24 sampai 72 jam pada hipoglikemia akibat sulfonilurea. Hipertensi: cara pengukuran yang sah untuk diagnosis, pembeda hipertensi urgensi dan emergensi, serta pemeriksaan kerusakan organ target. Demensia: kriteria diagnosis, instrumen penilaian kognitif beserta ambangnya, pemeriksaan penunjang, dan syarat pemberian antipsikotik untuk gejala perilaku.

CDSS AI

PNPK Demam Tifoid, Epilepsi, Katarak, Kanker Payudara, dan Karies Gigi

Lima pedoman nasional terbaru ditambahkan. Demam tifoid: ambang titer Widal dan ketentuan bahwa pemeriksaan Widal tunggal dari serum akut tidak direkomendasikan, serta indikasi rawat inap. Epilepsi: diagnosis dapat ditegakkan tanpa pemeriksaan penunjang dan EEG bukan syarat diagnosis bangkitan pertama. Katarak: operasi pada tajam penglihatan terbaik kurang dari 6/12, rawat jalan sebagai pilihan utama beserta indikasi rawat inapnya. Kanker payudara: histopatologi dan imunohistokimia, status HER2, serta lama terapi target. Karies gigi: klasifikasi kedalaman lesi dan dasar pemilihan restorasi.

CDSS AI

Klasifikasi Robson untuk Klaim Seksio Sesarea dan Ketentuan Kelas Rawat Ruang Kemoterapi

Panduan seksio sesarea kini memuat definisi sepuluh kelompok Robson sehingga kelompok yang dicantumkan pada berkas klaim dapat diperiksa dari data paritas, riwayat SC, cara mulainya persalinan, jumlah janin, presentasi, dan usia kehamilan. Panduan sesi kemoterapi kini juga menyebut ketentuan bahwa pelayanan di ruang non-kelas, termasuk ruang kemoterapi, dibayarkan setara kelas 3.

CDSS AI

Ketentuan Program Rujuk Balik, Iterasi Obat, dan Rehabilitasi Medik

Panduan untuk diagnosis program rujuk balik (diabetes, hipertensi, penyakit jantung, asma, PPOK, epilepsi, skizofrenia, pasca stroke, dan SLE) kini memuat ketentuan Berita Acara Kesepakatan Bersama 2024: pasien dengan obat kronis yang sama selama tiga bulan berturut-turut otomatis masuk program rujuk balik, dan iterasi obat dilakukan paling banyak dua kali dengan pengambilan obat bulan kedua dan ketiga langsung di instalasi farmasi atau apotek mitra. Ketentuan rehabilitasi medik (protokol terapi, reassessment dokter Sp.KFR paling lambat tiap dua minggu, bukti pemeriksaan sebelum dan sesudah sesi) kini juga tampil pada diagnosis sesi rehabilitasi dan hanya pada tindakan yang memang termasuk rehabilitasi medik. Untuk rumah sakit di Jawa Timur, rekomendasi TKMKB wilayah tentang batas lama terapi rehabilitasi ditandai sebagai ketentuan regional.

CDSS AI

Kesepakatan Profesi untuk Diagnosis Gagal Jantung, PPOK, Polisomnografi, dan Mikrolaringoskopi

Panduan verifikasi kini memuat hasil kesepakatan penyelesaian dispute dengan organisasi profesi: diagnosis gagal jantung kongestif didukung ekokardiografi paling lama satu tahun terakhir, diagnosis PPOK ditegakkan dengan spirometri pada penegakan pertama, ketentuan klaim rawat inap polisomnografi, serta tindakan yang termasuk mikrolaringoskopi dan berhak pembayaran tambahan. Ikut ditambahkan kaidah koding efusi pleura ganas, penulisan lokasi USG, ablasi vena, AV shunt untuk dialisis, dan pengangkatan jahitan.

CDSS AI

Bukti Wajib Tiga Belas Indikasi Seksio Sesarea Mengikuti TKMKB Obgyn

Panduan Verifikasi Klaim dan checklist Syarat Klaim Diagnosa kini memuat bukti yang diminta verifikator untuk tiap indikasi seksio sesarea, sampai ke kode diagnosis anaknya. Contohnya partograf untuk disproporsi kepala panggul, CTG kategori III selama 20 sampai 30 menit untuk gawat janin, tes lakmus dan catatan induksi 6 sampai 8 jam untuk ketuban pecah dini, skor VBAC di bawah 4 dan ketebalan segmen bawah rahim di bawah 2 mm untuk SC berulang, foto USG jarak tepi plasenta untuk plasenta previa, serta taksiran berat janin untuk makrosomia. Kode prosedur seksio sesarea sendiri memuat syarat umumnya: kriteria Robson, CTG minimal 20 menit dengan interpretasi bertanda tangan DPJP, kesesuaian laporan operasi dengan resume medis, dan syarat SC pada usia kehamilan di bawah 37 minggu. Setiap butir tampil sebagai centang terpisah dan bertanda sumbernya.

CDSS AI

Kriteria Rawat Inap dari IGD: Observasi 6 Jam atau Langsung Rawat Inap

Diagnosis yang sering dipersoalkan indikasi rawat inapnya kini membawa kriterianya sendiri di Panduan Verifikasi Klaim. Kelompok pertama, seperti dehidrasi ringan sampai sedang, muntah, hiperemesis gravidarum, demam, nyeri perut akut, vertigo, krisis hipertensi, gangguan gula darah tanpa penurunan kesadaran, anemia, melena, cedera kepala ringan, asma, dan luka bakar ringan, memerlukan observasi 6 jam di IGD dengan perubahan tanda vital yang terdokumentasi. Kelompok kedua, seperti sindrom koroner akut, aritmia, sesak dengan ancaman gagal napas, stroke, sepsis, penurunan kesadaran, kejang, demam dengue dengan serologi positif, fraktur terbuka, cedera kepala sedang dan berat, syok, serta luka bakar luas, dapat langsung rawat inap. Checklist berkasnya menyebut lembar observasi dan tanda vital yang perlu dilampirkan, sehingga dokter IGD dan koder membaca syarat yang sama.

CDSS AI

Perbaikan: Kartu Skizofrenia dan Demam Tifoid Dirapikan. Definisi pada kartu skizofrenia sebelumnya tertukar dengan definisi rehabilitasi psikososial, dan syarat berkas sesi rehabilitasi ikut diminta untuk setiap klaim skizofrenia. Definisi dan syarat itu kini berada di kode layanan rehabilitasinya. Kartu demam tifoid kini hanya memuat satu ambang Skor Nelwan, yaitu 10 atau lebih, sesuai PNPK Tata Laksana Demam Tifoid pada Dewasa 2026, menggantikan ambang lama yang berasal dari rekomendasi tingkat cabang. Di tampilan panduan, rujukan tidak lagi menulis tahun dua kali, kode tiga desimal yang memakai panduan kode induknya kini menyebut kode induk tersebut, dan temuan yang bersandar langsung pada peraturan tidak lagi berlabel temuan BPJS Kesehatan.

CDSS AI

Peningkatan: PNPK Stroke 2026 dan PNPK Pneumonia Dewasa 2025 Menggantikan Pedoman Sebelumnya. Panduan stroke dan pneumonia kini mengacu pada pedoman yang berlaku: KMK 304/2026 tentang Tata Laksana Stroke dan KMK 1168/2025 tentang Tata Laksana Pneumonia pada Dewasa, yang mencabut pedoman tahun 2019 dan 2023. Perubahan yang berdampak pada berkas klaim ikut tercermin: pemeriksaan koagulasi, elektrolit, dan penanda jantung di IGD kini bersifat opsional pada stroke, jendela trombolisis 4,5 sampai 9 jam mensyaratkan pencitraan perfusi, diagnosis pneumonia memerlukan temuan radiologis ditambah minimal dua gejala atau tanda, dan pemeriksaan mikrobiologi diarahkan pada pneumonia berat atau dengan faktor risiko tertentu. Rekomendasi TKMKB yang masih menyebut nomor pedoman lama kini disertai rujukan ke halaman pedoman yang baru.

CDSS AI

Peningkatan: Hak Top-Up Special CMG dan Kode iDRG Terbaru. Hak pembayaran tambahan untuk tindakan, obat, prostesis, dan pemeriksaan khusus dari Permenkes 3/2023 kini tampil pada setiap kode yang berhak, termasuk kode turunannya. Panduan verifikasi juga mengenali kode tindakan modifikasi Indonesia tiga desimal pada iDRG dan memakai daftar kode iDRG terbaru Juni 2026, sehingga kode yang tidak lagi valid ditandai dan kode baru seperti cedera ginjal akut per stadium dan pemasangan kateter dialisis peritoneal dikenali.

26 update

CDSS AI

Rujukan Halaman pada Tiap Butir Panduan Verifikasi Klaim

Setiap butir panduan verifikasi kini menyertakan nama dokumen, nomor halaman, dan kutipan aslinya. Koder dan verifikator dapat membuka sumbernya sendiri untuk memastikan dasar tiap butir, bukan sekadar percaya pada rangkumannya.

CDSS AI

Checklist Berkas Dikelompokkan per Jenis Dokumen

Daftar berkas pendukung yang perlu disiapkan dikelompokkan menurut jenis dokumennya, sehingga lebih mudah dibagi tugas dan ditelusuri kelengkapannya sebelum berkas diajukan.

CDSS AI

Label Asal dan Berkas yang Diminta Verifikator pada Pola Berisiko

Tiap pola berisiko kini menyebutkan asal informasinya, sehingga jelas sejauh mana temuan itu boleh dipercaya. Berkas yang biasa diminta verifikator untuk pola tersebut juga ditampilkan, agar rumah sakit bisa menyiapkannya lebih dulu.

CDSS AI

Catatan Asesmen Keperawatan Dikenali dan Dinyatakan

Bila yang dimasukkan berupa asesmen keperawatan dan bukan catatan medis dokter, sistem menyatakannya secara terbuka alih-alih tetap menyodorkan kode seolah datanya memadai. Rumah sakit jadi tahu bahwa yang dibutuhkan adalah catatan diagnosis medis.

CDSS AI

Temuan Aturan Nasional BPJS di Panduan Verifikasi Klaim

Panduan Verifikasi Klaim kini menampilkan temuan yang bersumber dari aturan nasional BPJS, sehingga koder melihat dasar rujukannya langsung di layar yang sama saat menyiapkan berkas.

CDSS AI

Putusan Kelayakan Kasus Jantung di Panduan Verifikasi Klaim

Panduan Verifikasi Klaim kini memberi putusan layak atau belum layak untuk kasus jantung, bukan sekadar daftar pengingat. Pengingat dokumentasi yang bersifat umum tidak lagi ikut dihitung sebagai syarat, sehingga koder langsung tahu berkas mana yang benar-benar perlu dilengkapi sebelum diajukan.

CDSS AI

Panduan Verifikasi Belajar dari Berkas Pending Lintas Rumah Sakit

Basis pengetahuan diperkaya dari laporan hasil verifikasi beberapa rumah sakit sekaligus, termasuk enam kode yang sering muncul pada berkas pending namun sebelumnya belum tercakup. Setiap pola diuji dulu terhadap data klaim nyata, dan hanya pola yang terbukti lebih berisiko dari klaim pada umumnya yang dipakai — sisanya ditangguhkan agar tidak menambah beban telaah tanpa hasil.

CDSS AI

Pemeriksaan Interaksi Obat Menyertakan Sumber

Setiap baris interaksi obat kini mencantumkan sumber rujukannya. Pasangan obat yang belum memiliki fakta pendukung ditampilkan apa adanya sebagai belum terverifikasi, tidak lagi lewat begitu saja. Penelusuran nama merek obat yang beredar di Indonesia juga ditambahkan sehingga lebih banyak resep dikenali.

CDSS AI

Estimasi Tarif INA-CBG Menjangkau Lebih Banyak Rumah Sakit

Profil kelas dan regional rumah sakit diperluas dan diverifikasi dari data klaim, bukan dikira-kira. Rumah sakit yang terhubung lewat jalur antarmuka sistem kini juga menerima estimasi tarif, yang sebelumnya hanya tersedia bagi pengguna langsung.

CDSS AI

Peningkatan: Dasar Terbaru Ditampilkan di Atas Poin Penting. Aturan terbaru yang menjadi dasar sebuah rekomendasi kini ditempatkan paling atas, sebelum poin penting lainnya, agar peraturan yang berlaku tidak terlewat saat dibaca cepat.

CDSS AI

Perbaikan: Singkatan Klinis Dibaca Sesuai Konteks. Beberapa singkatan yang dulu terbaca keliru kini dipahami sesuai konteks catatannya, termasuk singkatan tindakan yang sebelumnya tertukar dengan nama diagnosis. Keluhan nafsu makan menurun juga tidak lagi diperlakukan sebagai bukti penurunan berat badan.

CDSS AI

Perbaikan: Kotak Kombinasi Kode dan Tampilan Kartu Dirapikan. Kotak Kombinasi Kode tidak lagi tampil kosong saat tidak ada kombinasi yang relevan, dan susunan kartu ditata ulang agar tetap terbaca nyaman pada panel samping peramban yang sempit.

CDSS AI

Peningkatan: Kelengkapan Kode Tindakan Bertambah. Puluhan kode tindakan bervolume tinggi yang sebelumnya belum memiliki aturan kini dikenali, termasuk kelompok bedah tulang. Penulisan seperti Rontgen Thoraks dan penyebutan lokasi pemeriksaan CT yang mendahului nama tindakan juga sudah dipahami, dan pemasangan NGT dikodekan sebagai 96.07.

CDSS AI

Peningkatan: Kategori Tindakan Mengikuti Organ pada Diagnosis. Menu kategori tindakan kini menyesuaikan organ yang disebut pada diagnosis, sehingga pilihan yang muncul lebih relevan dengan kasus yang sedang dikerjakan.

CDSS AI

Peningkatan: Ketepatan Kode Diagnosis Diperketat. Beberapa pasangan kode yang saling bertentangan tidak lagi muncul bersamaan, misalnya gangguan elektrolit dengan arah berlawanan. Radang kandung empedu tidak lagi memicu kode infeksi saluran kemih, dan pemberian insulin untuk koreksi kalium tidak lagi dibaca sebagai diabetes.

CDSS AI

Peningkatan: Kunjungan Rehabilitasi Rawat Jalan Dikodekan Lebih Tepat. Pada kunjungan rehabilitasi rawat jalan, kode perawatan lanjutan ditambahkan tanpa menghapus kode kunjungan tindak lanjut, sesuai praktik pengajuan yang berlaku. Kode pengamatan dan pengangkatan pen juga ikut dirapikan.

CDSS AI

Peningkatan: Empat Sebab Kode Meleset Ditutup. Uji bersama koder rumah sakit menemukan empat sebab kode meleset, dan seluruhnya sudah diperbaiki. Kode yang sempat terbit lalu hilang kembali pada proses yang sama juga sudah tidak terjadi.

CDSS AI

Peningkatan: Lencana Diagnosis Utama pada Kode yang Disodorkan. Kode yang dinominasikan sebagai diagnosis utama kini diberi lencana penanda, sehingga koder langsung mengenali usulan mana yang berada di posisi utama.

CDSS AI

Peningkatan: Pencocokan Nama Obat Diperketat. Pencocokan nama obat yang bunyinya mirip tidak lagi menukar satu obat dengan obat lain, sehingga peringatan interaksi selalu merujuk obat yang benar-benar diresepkan.

CDSS AI

Peningkatan: Varian Kode yang Lazim Ditagihkan Ikut Disodorkan. Rekomendasi kini menyodorkan varian karakter keempat yang lazim ditagihkan, dan varian dalam satu kategori bersaing berdasarkan skor, bukan menunggu sisa slot. Kode alasan kunjungan tidak lagi tergusur oleh varian tersebut.

CDSS AI

Peningkatan: Urutan Kode Mengikuti Pola Klaim Nyata. Ketika beberapa kode berskor sama, urutannya ditentukan oleh seberapa sering kode itu menjadi diagnosis utama pada klaim nyata, sehingga usulan teratas lebih dekat dengan praktik pengajuan.

CDSS AI

Perbaikan: Kode Cedera Didahulukan pada Kasus Trauma. Pada pasien dengan riwayat trauma, kode cedera kini didahulukan atas kode patah tulang osteoporotik, sesuai kaidah pengodean.

CDSS AI

Perbaikan: Kode Alasan Kunjungan Kembali Muncul di Rawat Jalan. Kode alasan kunjungan yang sempat tidak tampil pada rekomendasi rawat jalan sudah dikembalikan.

CDSS AI

Perbaikan: Tindakan Hanya Dikodekan bila Ada Buktinya di Catatan. Latihan pernapasan hanya diusulkan bila catatan memuat bukti tindakan pernapasan, dan tindakan perawatan intensif tidak lagi disimpulkan sendiri tanpa dasar di rekam medis.

CDSS AI

Perbaikan: Perbaikan dari Uji Lapangan Rawat Jalan dan Gigi. Empat cacat yang ditemukan saat uji bersama rumah sakit mitra pada rekomendasi rawat jalan dan poli gigi sudah ditutup, termasuk penimbangan keyakinan yang sebelumnya hanya dihitung dari sisi tindakan.

CDSS AI

Perbaikan: Deteksi Campak dan Penulisan Kode Tanpa Titik. Kasus campak kini terdeteksi, dan penelusuran varian kode ikut mengenali penulisan tanpa tanda titik seperti yang lazim dipakai sebagian sistem rumah sakit.

20 update

CDSS AI

Estimasi Tarif INA-CBG per Kelas Rumah Sakit

Rekomendasi kode kini disertai estimasi tarif INA-CBG yang menyesuaikan kelas dan regional rumah sakit. Cakupannya naik dari 34 kode menjadi 2.172 diagnosis, dan estimasi rawat jalan tersedia untuk semua kelas rumah sakit.

CDSS AI

Pola Berisiko Tingkat Kombinasi di Panduan Verifikasi

Panduan Verifikasi Klaim kini menampilkan pola berisiko pada tingkat kombinasi diagnosis dan prosedur, bukan hanya per kode, sehingga berkas yang rawan ditolak lebih cepat terlihat sebelum diajukan.

CDSS AI

Sumber Baru Interaksi Obat: Brosur Obat Indonesia

Pemeriksaan interaksi obat menambah jalur brosur obat yang beredar di Indonesia sebagai sumber, melengkapi rujukan internasional. Setiap baris interaksi kini punya sumber yang dapat ditelusuri.

CDSS AI

Aturan Baru dari Ribuan Kunjungan Nyata

Ditambahkan aturan pengodean yang disusun dari ribuan kunjungan nyata, mencakup ikterus neonatorum, pneumonia, demam tifoid, demam berdarah, hipertensi dengan gagal jantung, serta serangan jantung dinding depan.

CDSS AI

Istilah Lokal dan Singkatan Klinis Indonesia Dikenali

Sistem mengenali singkatan tindakan yang lazim dipakai di Indonesia seperti TKR, ATE, WSD, MOW, ERCP, URS, dan ROI, serta istilah daerah yang sebelumnya terbukti meleset.

CDSS AI

Sumber Teks yang Dibaca Bertambah

Selain catatan perkembangan, sistem kini membaca resume medis, laporan operasi, dan hasil pemeriksaan penunjang, sehingga rekomendasi kode berdiri di atas dokumentasi yang lebih lengkap.

CDSS AI

Estimasi Potensi Nilai Klaim per Diagnosis

Menampilkan estimasi potensi nilai klaim INA-CBG untuk setiap diagnosis langsung di panel rekomendasi, membantu tim melihat dampak koding yang tepat.

CDSS AI

Narasi Diagnosis Gaya DPJP (Beta)

Rekomendasi ICD kini dapat menyertakan narasi diagnosis yang mengikuti gaya penulisan DPJP untuk mempermudah dokumentasi.

CDSS AI

Peningkatan: Salin Panduan Verifikasi dalam Empat Tingkat. Isi panduan dapat disalin per kode, per bagian, per kartu, atau seluruhnya sekaligus, menyesuaikan kebiasaan koder saat menyusun catatan penjelasan.

CDSS AI

Peningkatan: Kartu Panduan Tampil Sesuai Kewenangan. Kartu jaminan kecelakaan kerja, audit clinical pathway, dan syarat klaim hanya tampil bagi pengguna yang berwenang, agar tampilan koder tetap ringkas.

CDSS AI

Peningkatan: Panduan Berjalan Tanpa Sumber Luar. Seluruh berkas tampilan panduan kini disajikan dari server sendiri tanpa memanggil layanan luar, sehingga tetap terbuka normal di jaringan rumah sakit yang tertutup.

CDSS AI

Peningkatan: Pengingat saat Catatan Belum Memuat Diagnosis. Koder diingatkan apabila halaman rekam medis yang sedang dibuka belum memuat diagnosis, sebelum rekomendasi kode diminta.

CDSS AI

Perbaikan: Kode yang Tidak Dapat Ditagihkan Dijaga. Kode yang tidak dapat ditagihkan tidak lagi lolos ke daftar usulan, termasuk kode yang berasal dari aturan pengodean.

CDSS AI

Perbaikan: Satu Angka Tekanan Darah Tidak Lagi Menjadi Diagnosis Hipertensi. Satu nilai tekanan darah pada catatan tidak lagi cukup untuk memunculkan usulan kode hipertensi tanpa dukungan keterangan klinis lain.

CDSS AI

Perbaikan: Jumlah Kode Prosedur Tidak Lagi Dipaksa Sepuluh. Daftar kode prosedur kini menampilkan sebanyak yang memang ditemukan, tidak lagi diganjal sampai genap sepuluh.

CDSS AI

Perbaikan: Penyangkalan pada Catatan Dihormati. Keterangan yang secara tegas menyangkal suatu kondisi kini menggugurkan usulan kode terkait pada seluruh jawaban, bukan hanya pada sebagian pemeriksaan.

CDSS AI

Peningkatan: Cakupan Estimasi Tarif Diperluas. Estimasi tarif kini mencakup lebih banyak kondisi klinis yang umum ditemui di rumah sakit.

CDSS AI

Peningkatan: Panduan Penjaminan Kasus PAK dan Kecelakaan. Penambahan panduan rujukan penjaminan untuk penyakit akibat kerja (menuju JKK) dan kecelakaan lalu lintas (menuju Jasa Raharja).

CDSS AI

Peningkatan: Deteksi ICD Tambahan. Peningkatan akurasi untuk fraktur klavikula, hernia umbilikalis, ketoasidosis diabetik, dan torsio testis, serta koreksi hasil positif palsu pada kasus tuberkulosis.

CDSS AI

Perbaikan: Perbaikan Tampilan Estimasi Tarif. Perbaikan tata letak dan popover estimasi agar tetap rapi dan mudah dibaca pada panel yang sempit.

8 update

CDSS AI

Audit Kepatuhan Clinical Pathway

Panel baru untuk memeriksa kepatuhan clinical pathway langsung dari catatan CPPT multi-profesi, hasil lab, dan resep obat dalam satu tampilan.

CDSS AI

Cek Syarat Klaim per Diagnosis

Ubah teks diagnosis menjadi checklist syarat klaim JKN secara otomatis, membantu tim coder memastikan kelengkapan berkas sebelum pengajuan.

CDSS AI

Dukungan Kasus Rawat Jalan

Rekomendasi ICD dan verifikasi koding kini mendukung kasus rawat jalan, tidak lagi terbatas pada rawat inap.

CDSS AI

Peningkatan: Deteksi Kode ICD Lebih Luas. Peningkatan akurasi rekomendasi untuk demam berdarah, penyakit jantung (gagal jantung dan penyakit jantung koroner), asma, tuberkulosis, fraktur jari, dan hepatitis B kronik.

CDSS AI

Peningkatan: Rekomendasi ICD Lebih Konsisten. Catatan SOAP yang sama kini selalu menghasilkan rekomendasi kode ICD yang konsisten untuk memudahkan verifikasi tim coder.

CDSS AI

Peningkatan: Status Panduan Verifikasi ICD. Penanda status yang jelas untuk kode tanpa panduan khusus, kode non-billable, dan kode yang tidak ditemukan.

CDSS AI

Peningkatan: Interaksi Obat Lebih Cepat, Sumber Diperluas. Pengecekan interaksi obat kini lebih responsif dengan cakupan sumber referensi yang diperluas.

CDSS AI

Peningkatan: Perlindungan Data Pasien. Penyamaran otomatis nama pasien pada proses pengolahan data untuk mendukung kepatuhan pelindungan data pribadi.

5 update

CDSS AI

Verifikasi Klaim untuk TKMKB

Rekomendasi kode ICD kini dapat digunakan oleh Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya (TKMKB) untuk memverifikasi ketepatan koding klaim sebelum pengajuan ke BPJS.

CDSS AI

Deteksi Kode Gigi dan Mulut

Rekomendasi kode ICD-10 untuk kasus dental: pulpitis (K04.0), karies (K02.1), periodontitis (K05.3), gingivitis, abses periapikal, impaksi gigi, dan lainnya.

CDSS AI

Deteksi Kode Muskuloskeletal

Rekomendasi kode ICD-10 untuk kasus otot dan sendi: low back pain (M54.5), myalgia (M79.1), osteoarthritis (M17.9), gout (M10.9), HNP (M51.1), frozen shoulder, trigger finger, dan lainnya.

CDSS AI

Deteksi Diagnosis Tambahan

Rekomendasi kode untuk vertigo, HNP cervical, CA mammae, BPH, kista Bartholin, gangguan cemas, SVT, STEMI, dan mikrosefali.

CDSS AI

Deteksi ISK, GEA, dan Singkatan Fraktur

Rekomendasi kode untuk infeksi saluran kemih (N39.0), gastroenteritis akut (A09.9), serta pengenalan singkatan dokter seperti 'fr.' dan 'fx' untuk fraktur.

2 update

CDSS AI

Panduan Verifikasi ICD V2

Database panduan verifikasi diperluas menjadi 1.655 kode ICD dengan 4.154 panduan terstruktur: 1.336 poin penting, 820 risiko pending, 602 kombinasi kode, dan 1.396 checklist dokumen wajib. Tampilan baru dengan severity level, accordion sections, dan desain selaras identitas visual MedMinutes.

CDSS AI

Peningkatan: Update otomatis panduan verifikasi di Chrome Extension. Pengguna Chrome Extension CDSS otomatis mendapatkan versi terbaru panduan verifikasi tanpa perlu reinstall extension.

3 update

CDSS AI

Deteksi Interaksi Obat

CDSS AI

Verifikasi Panduan ICD

Tampilan terstruktur untuk memverifikasi ketepatan koding diagnosis berdasarkan panduan klinis terbaru.

CDSS AI

Peningkatan: Akurasi rekomendasi koding ICD untuk gangguan mental, vitamin, dan epilepsi. Pengaturan akses per RS.

1 update

CDSS AI

Peningkatan: Performa database interaksi obat untuk response time yang lebih cepat.

2 update

CDSS AI

Rekomendasi Koding ICD Otomatis

Rekomendasi kode ICD-10 berdasarkan resume medis pasien.

CDSS AI

Deteksi Komorbiditas, Sinonim Indonesia

Identifikasi diagnosis penyerta yang terlewat, pencarian ICD dalam Bahasa Indonesia.

4 update

CDSS AI

Rekomendasi hingga 10 kode ICD sekaligus

Sistem dapat memberikan hingga 10 rekomendasi kode ICD untuk satu resume medis.

CDSS AI

Peningkatan: Peningkatan akurasi metodologi koding ICD.

CDSS AI

Peningkatan: Peningkatan akurasi kode ICD-9-CM.

CDSS AI

Perbaikan: Perbaikan tampilan Bahasa Indonesia dan keterangan tambahan.

6 update

CDSS AI

Deteksi interaksi obat

Pengecekan otomatis potensi interaksi berbahaya antar obat yang diresepkan.

CDSS AI

Pencocokan nama obat yang lebih fleksibel

Sistem mengenali variasi penulisan nama obat secara otomatis.

CDSS AI

Peningkatan: Peningkatan akurasi pencocokan obat.

CDSS AI

Peningkatan: Pengecekan interaksi obat yang lebih cepat.

CDSS AI

Peningkatan: Tampilan interaksi obat yang lebih informatif.

CDSS AI

Perbaikan: Perbaikan error pada pencarian obat.

2 update

CDSS AI

Pengecekan interaksi obat awal

Versi pertama fitur deteksi interaksi antar obat.

CDSS AI

Peningkatan: Peningkatan akurasi rekomendasi.

Produk yang terus berkembang.

Lihat langsung bagaimana MedMinutes bisa membantu tim RS Anda. Demo gratis 30 menit via Zoom.