19 update
Temuan Aturan Nasional BPJS di Panduan Verifikasi Klaim
Panduan Verifikasi Klaim kini menampilkan temuan yang bersumber dari aturan nasional BPJS, sehingga koder melihat dasar rujukannya langsung di layar yang sama saat menyiapkan berkas.
Putusan Kelayakan Kasus Jantung di Panduan Verifikasi Klaim
Panduan Verifikasi Klaim kini memberi putusan layak atau belum layak untuk kasus jantung, bukan sekadar daftar pengingat. Pengingat dokumentasi yang bersifat umum tidak lagi ikut dihitung sebagai syarat, sehingga koder langsung tahu berkas mana yang benar-benar perlu dilengkapi sebelum diajukan.
Panduan Verifikasi Belajar dari Berkas Pending Lintas Rumah Sakit
Basis pengetahuan diperkaya dari laporan hasil verifikasi beberapa rumah sakit sekaligus, termasuk enam kode yang sering muncul pada berkas pending namun sebelumnya belum tercakup. Setiap pola diuji dulu terhadap data klaim nyata, dan hanya pola yang terbukti lebih berisiko dari klaim pada umumnya yang dipakai — sisanya ditangguhkan agar tidak menambah beban telaah tanpa hasil.
Pemeriksaan Interaksi Obat Menyertakan Sumber
Setiap baris interaksi obat kini mencantumkan sumber rujukannya. Pasangan obat yang belum memiliki fakta pendukung ditampilkan apa adanya sebagai belum terverifikasi, tidak lagi lewat begitu saja. Penelusuran nama merek obat yang beredar di Indonesia juga ditambahkan sehingga lebih banyak resep dikenali.
Estimasi Tarif INA-CBG Menjangkau Lebih Banyak Rumah Sakit
Profil kelas dan regional rumah sakit diperluas dan diverifikasi dari data klaim, bukan dikira-kira. Rumah sakit yang terhubung lewat jalur antarmuka sistem kini juga menerima estimasi tarif, yang sebelumnya hanya tersedia bagi pengguna langsung.
Peningkatan: Kelengkapan Kode Tindakan Bertambah. Puluhan kode tindakan bervolume tinggi yang sebelumnya belum memiliki aturan kini dikenali, termasuk kelompok bedah tulang. Penulisan seperti Rontgen Thoraks dan penyebutan lokasi pemeriksaan CT yang mendahului nama tindakan juga sudah dipahami, dan pemasangan NGT dikodekan sebagai 96.07.
Peningkatan: Kategori Tindakan Mengikuti Organ pada Diagnosis. Menu kategori tindakan kini menyesuaikan organ yang disebut pada diagnosis, sehingga pilihan yang muncul lebih relevan dengan kasus yang sedang dikerjakan.
Peningkatan: Ketepatan Kode Diagnosis Diperketat. Beberapa pasangan kode yang saling bertentangan tidak lagi muncul bersamaan, misalnya gangguan elektrolit dengan arah berlawanan. Radang kandung empedu tidak lagi memicu kode infeksi saluran kemih, dan pemberian insulin untuk koreksi kalium tidak lagi dibaca sebagai diabetes.
Peningkatan: Kunjungan Rehabilitasi Rawat Jalan Dikodekan Lebih Tepat. Pada kunjungan rehabilitasi rawat jalan, kode perawatan lanjutan ditambahkan tanpa menghapus kode kunjungan tindak lanjut, sesuai praktik pengajuan yang berlaku. Kode pengamatan dan pengangkatan pen juga ikut dirapikan.
Peningkatan: Empat Sebab Kode Meleset Ditutup. Uji bersama koder rumah sakit menemukan empat sebab kode meleset, dan seluruhnya sudah diperbaiki. Kode yang sempat terbit lalu hilang kembali pada proses yang sama juga sudah tidak terjadi.
Peningkatan: Lencana Diagnosis Utama pada Kode yang Disodorkan. Kode yang dinominasikan sebagai diagnosis utama kini diberi lencana penanda, sehingga koder langsung mengenali usulan mana yang berada di posisi utama.
Peningkatan: Pencocokan Nama Obat Diperketat. Pencocokan nama obat yang bunyinya mirip tidak lagi menukar satu obat dengan obat lain, sehingga peringatan interaksi selalu merujuk obat yang benar-benar diresepkan.
Peningkatan: Varian Kode yang Lazim Ditagihkan Ikut Disodorkan. Rekomendasi kini menyodorkan varian karakter keempat yang lazim ditagihkan, dan varian dalam satu kategori bersaing berdasarkan skor, bukan menunggu sisa slot. Kode alasan kunjungan tidak lagi tergusur oleh varian tersebut.
Peningkatan: Urutan Kode Mengikuti Pola Klaim Nyata. Ketika beberapa kode berskor sama, urutannya ditentukan oleh seberapa sering kode itu menjadi diagnosis utama pada klaim nyata, sehingga usulan teratas lebih dekat dengan praktik pengajuan.
Perbaikan: Kode Cedera Didahulukan pada Kasus Trauma. Pada pasien dengan riwayat trauma, kode cedera kini didahulukan atas kode patah tulang osteoporotik, sesuai kaidah pengodean.
Perbaikan: Kode Alasan Kunjungan Kembali Muncul di Rawat Jalan. Kode alasan kunjungan yang sempat tidak tampil pada rekomendasi rawat jalan sudah dikembalikan.
Perbaikan: Tindakan Hanya Dikodekan bila Ada Buktinya di Catatan. Latihan pernapasan hanya diusulkan bila catatan memuat bukti tindakan pernapasan, dan tindakan perawatan intensif tidak lagi disimpulkan sendiri tanpa dasar di rekam medis.
Perbaikan: Perbaikan dari Uji Lapangan Rawat Jalan dan Gigi. Empat cacat yang ditemukan saat uji bersama rumah sakit mitra pada rekomendasi rawat jalan dan poli gigi sudah ditutup, termasuk penimbangan keyakinan yang sebelumnya hanya dihitung dari sisi tindakan.
Perbaikan: Deteksi Campak dan Penulisan Kode Tanpa Titik. Kasus campak kini terdeteksi, dan penelusuran varian kode ikut mengenali penulisan tanpa tanda titik seperti yang lazim dipakai sebagian sistem rumah sakit.
20 update
Estimasi Tarif INA-CBG per Kelas Rumah Sakit
Rekomendasi kode kini disertai estimasi tarif INA-CBG yang menyesuaikan kelas dan regional rumah sakit. Cakupannya naik dari 34 kode menjadi 2.172 diagnosis, dan estimasi rawat jalan tersedia untuk semua kelas rumah sakit.
Pola Berisiko Tingkat Kombinasi di Panduan Verifikasi
Panduan Verifikasi Klaim kini menampilkan pola berisiko pada tingkat kombinasi diagnosis dan prosedur, bukan hanya per kode, sehingga berkas yang rawan ditolak lebih cepat terlihat sebelum diajukan.
Sumber Baru Interaksi Obat: Brosur Obat Indonesia
Pemeriksaan interaksi obat menambah jalur brosur obat yang beredar di Indonesia sebagai sumber, melengkapi rujukan internasional. Setiap baris interaksi kini punya sumber yang dapat ditelusuri.
Aturan Baru dari Ribuan Kunjungan Nyata
Ditambahkan aturan pengodean yang disusun dari ribuan kunjungan nyata, mencakup ikterus neonatorum, pneumonia, demam tifoid, demam berdarah, hipertensi dengan gagal jantung, serta serangan jantung dinding depan.
Istilah Lokal dan Singkatan Klinis Indonesia Dikenali
Sistem mengenali singkatan tindakan yang lazim dipakai di Indonesia seperti TKR, ATE, WSD, MOW, ERCP, URS, dan ROI, serta istilah daerah yang sebelumnya terbukti meleset.
Sumber Teks yang Dibaca Bertambah
Selain catatan perkembangan, sistem kini membaca resume medis, laporan operasi, dan hasil pemeriksaan penunjang, sehingga rekomendasi kode berdiri di atas dokumentasi yang lebih lengkap.
Estimasi Potensi Nilai Klaim per Diagnosis
Menampilkan estimasi potensi nilai klaim INA-CBG untuk setiap diagnosis langsung di panel rekomendasi, membantu tim melihat dampak koding yang tepat.
Narasi Diagnosis Gaya DPJP (Beta)
Rekomendasi ICD kini dapat menyertakan narasi diagnosis yang mengikuti gaya penulisan DPJP untuk mempermudah dokumentasi.
Peningkatan: Salin Panduan Verifikasi dalam Empat Tingkat. Isi panduan dapat disalin per kode, per bagian, per kartu, atau seluruhnya sekaligus, menyesuaikan kebiasaan koder saat menyusun catatan penjelasan.
Peningkatan: Kartu Panduan Tampil Sesuai Kewenangan. Kartu jaminan kecelakaan kerja, audit clinical pathway, dan syarat klaim hanya tampil bagi pengguna yang berwenang, agar tampilan koder tetap ringkas.
Peningkatan: Panduan Berjalan Tanpa Sumber Luar. Seluruh berkas tampilan panduan kini disajikan dari server sendiri tanpa memanggil layanan luar, sehingga tetap terbuka normal di jaringan rumah sakit yang tertutup.
Peningkatan: Pengingat saat Catatan Belum Memuat Diagnosis. Koder diingatkan apabila halaman rekam medis yang sedang dibuka belum memuat diagnosis, sebelum rekomendasi kode diminta.
Perbaikan: Kode yang Tidak Dapat Ditagihkan Dijaga. Kode yang tidak dapat ditagihkan tidak lagi lolos ke daftar usulan, termasuk kode yang berasal dari aturan pengodean.
Perbaikan: Satu Angka Tekanan Darah Tidak Lagi Menjadi Diagnosis Hipertensi. Satu nilai tekanan darah pada catatan tidak lagi cukup untuk memunculkan usulan kode hipertensi tanpa dukungan keterangan klinis lain.
Perbaikan: Jumlah Kode Prosedur Tidak Lagi Dipaksa Sepuluh. Daftar kode prosedur kini menampilkan sebanyak yang memang ditemukan, tidak lagi diganjal sampai genap sepuluh.
Perbaikan: Penyangkalan pada Catatan Dihormati. Keterangan yang secara tegas menyangkal suatu kondisi kini menggugurkan usulan kode terkait pada seluruh jawaban, bukan hanya pada sebagian pemeriksaan.
Peningkatan: Cakupan Estimasi Tarif Diperluas. Estimasi tarif kini mencakup lebih banyak kondisi klinis yang umum ditemui di rumah sakit.
Peningkatan: Panduan Penjaminan Kasus PAK dan Kecelakaan. Penambahan panduan rujukan penjaminan untuk penyakit akibat kerja (menuju JKK) dan kecelakaan lalu lintas (menuju Jasa Raharja).
Peningkatan: Deteksi ICD Tambahan. Peningkatan akurasi untuk fraktur klavikula, hernia umbilikalis, ketoasidosis diabetik, dan torsio testis, serta koreksi hasil positif palsu pada kasus tuberkulosis.
Perbaikan: Perbaikan Tampilan Estimasi Tarif. Perbaikan tata letak dan popover estimasi agar tetap rapi dan mudah dibaca pada panel yang sempit.
8 update
Audit Kepatuhan Clinical Pathway
Panel baru untuk memeriksa kepatuhan clinical pathway langsung dari catatan CPPT multi-profesi, hasil lab, dan resep obat dalam satu tampilan.
Cek Syarat Klaim per Diagnosis
Ubah teks diagnosis menjadi checklist syarat klaim JKN secara otomatis, membantu tim coder memastikan kelengkapan berkas sebelum pengajuan.
Dukungan Kasus Rawat Jalan
Rekomendasi ICD dan verifikasi koding kini mendukung kasus rawat jalan, tidak lagi terbatas pada rawat inap.
Peningkatan: Deteksi Kode ICD Lebih Luas. Peningkatan akurasi rekomendasi untuk demam berdarah, penyakit jantung (gagal jantung dan penyakit jantung koroner), asma, tuberkulosis, fraktur jari, dan hepatitis B kronik.
Peningkatan: Rekomendasi ICD Lebih Konsisten. Catatan SOAP yang sama kini selalu menghasilkan rekomendasi kode ICD yang konsisten untuk memudahkan verifikasi tim coder.
Peningkatan: Status Panduan Verifikasi ICD. Penanda status yang jelas untuk kode tanpa panduan khusus, kode non-billable, dan kode yang tidak ditemukan.
Peningkatan: Interaksi Obat Lebih Cepat, Sumber Diperluas. Pengecekan interaksi obat kini lebih responsif dengan cakupan sumber referensi yang diperluas.
Peningkatan: Perlindungan Data Pasien. Penyamaran otomatis nama pasien pada proses pengolahan data untuk mendukung kepatuhan pelindungan data pribadi.
5 update
Verifikasi Klaim untuk TKMKB
Rekomendasi kode ICD kini dapat digunakan oleh Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya (TKMKB) untuk memverifikasi ketepatan koding klaim sebelum pengajuan ke BPJS.
Deteksi Kode Gigi dan Mulut
Rekomendasi kode ICD-10 untuk kasus dental: pulpitis (K04.0), karies (K02.1), periodontitis (K05.3), gingivitis, abses periapikal, impaksi gigi, dan lainnya.
Deteksi Kode Muskuloskeletal
Rekomendasi kode ICD-10 untuk kasus otot dan sendi: low back pain (M54.5), myalgia (M79.1), osteoarthritis (M17.9), gout (M10.9), HNP (M51.1), frozen shoulder, trigger finger, dan lainnya.
Deteksi Diagnosis Tambahan
Rekomendasi kode untuk vertigo, HNP cervical, CA mammae, BPH, kista Bartholin, gangguan cemas, SVT, STEMI, dan mikrosefali.
Deteksi ISK, GEA, dan Singkatan Fraktur
Rekomendasi kode untuk infeksi saluran kemih (N39.0), gastroenteritis akut (A09.9), serta pengenalan singkatan dokter seperti 'fr.' dan 'fx' untuk fraktur.
2 update
Panduan Verifikasi ICD V2
Database panduan verifikasi diperluas menjadi 1.655 kode ICD dengan 4.154 panduan terstruktur: 1.336 poin penting, 820 risiko pending, 602 kombinasi kode, dan 1.396 checklist dokumen wajib. Tampilan baru dengan severity level, accordion sections, dan desain selaras identitas visual MedMinutes.
Peningkatan: Update otomatis panduan verifikasi di Chrome Extension. Pengguna Chrome Extension CDSS otomatis mendapatkan versi terbaru panduan verifikasi tanpa perlu reinstall extension.
3 update
Deteksi Interaksi Obat
Verifikasi Panduan ICD
Tampilan terstruktur untuk memverifikasi ketepatan koding diagnosis berdasarkan panduan klinis terbaru.
Peningkatan: Akurasi rekomendasi koding ICD untuk gangguan mental, vitamin, dan epilepsi. Pengaturan akses per RS.
1 update
Peningkatan: Performa database interaksi obat untuk response time yang lebih cepat.
2 update
Rekomendasi Koding ICD Otomatis
Rekomendasi kode ICD-10 berdasarkan resume medis pasien.
Deteksi Komorbiditas, Sinonim Indonesia
Identifikasi diagnosis penyerta yang terlewat, pencarian ICD dalam Bahasa Indonesia.
4 update
Rekomendasi hingga 10 kode ICD sekaligus
Sistem dapat memberikan hingga 10 rekomendasi kode ICD untuk satu resume medis.
Peningkatan: Peningkatan akurasi metodologi koding ICD.
Peningkatan: Peningkatan akurasi kode ICD-9-CM.
Perbaikan: Perbaikan tampilan Bahasa Indonesia dan keterangan tambahan.
6 update
Deteksi interaksi obat
Pengecekan otomatis potensi interaksi berbahaya antar obat yang diresepkan.
Pencocokan nama obat yang lebih fleksibel
Sistem mengenali variasi penulisan nama obat secara otomatis.
Peningkatan: Peningkatan akurasi pencocokan obat.
Peningkatan: Pengecekan interaksi obat yang lebih cepat.
Peningkatan: Tampilan interaksi obat yang lebih informatif.
Perbaikan: Perbaikan error pada pencarian obat.
2 update
Pengecekan interaksi obat awal
Versi pertama fitur deteksi interaksi antar obat.
Peningkatan: Peningkatan akurasi rekomendasi.
Produk yang terus berkembang.
Lihat langsung bagaimana MedMinutes bisa membantu tim RS Anda. Demo gratis 30 menit via Zoom.