9 update
Bukti Wajib per Indikasi Seksio Sesarea di Layar Persalinan
Layar Persalinan kini memuat tabel bukti yang diminta verifikator untuk tiga belas indikasi seksio sesarea, mengikuti ketentuan terbaru TKMKB Obgyn: partograf untuk disproporsi kepala panggul dan partus tak maju, USG empat kuadran dengan AFI di bawah 5 cm untuk oligohidramnion, CTG kategori III untuk gawat janin, skor VBAC di bawah 4 dan ketebalan segmen bawah rahim di bawah 2 mm untuk SC berulang, jarak tepi plasenta di bawah 2 cm untuk plasenta previa, taksiran berat janin untuk makrosomia, serta syarat untuk ketuban pecah dini, preeklamsia berat, HELLP, kelainan letak, dan gemeli. Catatan umum ikut disertakan: kriteria Robson, CTG minimal 20 menit dengan interpretasi bertanda tangan DPJP, batas usia kehamilan untuk SC berulang elektif, dan syarat SC di bawah 37 minggu. Tim casemix dapat mencocokkan kelengkapan berkas sebelum klaim dikirim, tanpa membuka sumber aturannya satu per satu.
Menu Baru: Sanding Sebelum dan Sesudah
Untuk membuktikan bahwa perbaikan berkas yang dikerjakan tim casemix benar-benar mengubah nilai klaim. Dua versi berkas diunggah bersamaan, lalu klaim dipilah empat: Berubah, Tetap, Baru, dan Hilang. Pemilahan ini penting karena menyandingkan dua total saja akan mencampur hasil koreksi dengan perubahan volume, sehingga klaim susulan terbaca seolah buah kerja koder. Layar memisahkan selisih mentah dari hasil tindak lanjut yang sebenarnya, merinci perubahan menurut sebabnya (severity naik, kode INA-CBG berubah, prosedur direvisi, diagnosis berubah dengan grup tetap, atau tarif rumah sakit saja), dan rincian per klaim bisa diunduh ke Excel. Bila kedua berkas ternyata tidak sepadan, misalnya beda periode atau beda jenis rawat, layar menampilkan peringatan agar angkanya tidak terlanjur dipakai sebagai laporan.
Catatan Obat Berjalur Klaim Terpisah pada Selisih Klaim
Tarif rumah sakit pada berkas klaim bersifat bruto, obat kemoterapi dan obat kronis ikut di dalamnya padahal ditagihkan di luar paket INA-CBG. Akibatnya kasus kemoterapi terbaca minus lebih dalam daripada keadaan sebenarnya. Cara menghitung selisih tidak diubah, tetapi layar kini memberi catatan bernilai rupiah agar pembacanya bisa mengurangkan sendiri komponen tersebut.
Peningkatan: Penajaman Penanda Ikterus, Drainase Rongga Dada, Koreksi Elektrolit, dan Diare Akut. Lima masukan dari tim casemix, koder, dan dokter penanggung jawab pasien ditindaklanjuti. Ikterus neonatorum kini diperiksa berpasangan antara pemeriksaan laboratorium dan fototerapi, bukan laboratorium saja. Diagnosis rongga dada dengan tindakan drainase yang tidak berpasangan ditandai sebagai kandidat salah kamar kode di menu Efusi Pleura. Penanda koreksi elektrolit diturunkan dari peringatan menjadi keterangan karena syaratnya bertumpu pada nilai laboratorium yang tidak ada di berkas klaim, sehingga peringatan keliru pada ratusan kasus berhenti muncul. Syarat penulisan gangguan cairan sebagai diagnosis sekunder pada diare akut juga diperjelas.
Peningkatan: Rentang Hari Fragmentasi dan Kontrol Pasca Rawat Inap Sampai 90 Hari. Atas permintaan klinik mata rawat jalan, batas penyaring hari diperluas dari 30 menjadi 90 hari. Kontrol pasca operasi katarak jatuh di hari ke-30-an dan jarak antar kunjungan bisa 35 sampai 45 hari, sehingga sebelumnya tidak pernah terjangkau. Teks bantuannya juga diperjelas bahwa angka itu adalah jarak antar kunjungan, bukan jarak dari tanggal tindakan.
Perbaikan: Analisis Rawat Inap Tetap Terbaca pada Berkas dengan Karakter Sisipan. Sebagian berkas E-Klaim memuat karakter pindah baris di tengah keterangan grup, sehingga satu klaim terbaca sebagai dua baris dan seluruh analisis rawat inap melapor kosong padahal datanya ada. Pembacaan berkas kini menormalkan karakter tersebut lebih dulu, dan berkas yang pernah terbaca keliru dibaca ulang secara otomatis.
Perbaikan: Catatan Obat Terpisah dan Baris Kode Drainase Tampil Rapi. Catatan obat berjalur klaim terpisah tidak lagi muncul dua kali pada satu layar, dan baris pemeriksaan kode drainase kini menyatu ke tabel rinci di menu Efusi Pleura.
Peningkatan: Pemantauan Janin Diperiksa Juga untuk Gawat Janin Antepartum dan Lilitan Tali Pusat. Penanda klaim tanpa kode pemantauan janin (CTG) sebelumnya hanya membaca gawat janin saat persalinan. Kini diagnosis gawat janin antepartum dan lilitan tali pusat ikut diperiksa, karena verifikator meminta CTG sebagai bukti untuk keduanya. Temuannya tampil di layar Fetal Distress & CTG dan ikut terhitung di Ikhtisar Peluang & Risiko, sehingga berkas yang belum punya penyangga bisa dilengkapi sebelum diajukan.
Peningkatan: Lebih Tahan Saat Banyak Rumah Sakit Mengolah Berkas Bersamaan. Pengolahan berkas kini dibagi ke beberapa jalur terpisah, sehingga berkas besar dari satu rumah sakit tidak lagi memperlambat pengguna lain. Hasil analisis yang sudah dihitung juga tidak lagi terbuang saat pengguna lain membuka aplikasi atau mengunggah berkas baru, jadi pengulangan ke menu yang sama terasa lebih cepat.
41 update
Berkas Berkata Sandi Dibuka Langsung dari Layar
Sandi berkas kini ditanyakan di awal proses, dan berkas ZIP yang berada di dalam ZIP lain ikut terbaca tanpa perlu dibongkar manual lebih dulu. Petugas rumah sakit dapat mengetikkan beberapa sandi berbeda satu per satu, dan tiap sandi yang cocok langsung mengurangi jumlah berkas yang masih terkunci. Berkas yang tersisa disebutkan namanya agar jelas mana yang masih perlu sandi.
Porsi Tiap Komponen Biaya Terhadap Total Belanja
Grafik komponen biaya sudah menjawab komponen mana yang paling besar, tetapi belum menjawab seberapa besar dibanding keseluruhan. Tabel baru di bawah grafik menampilkan total biaya, persentase dari total, dan persentase kumulatif, diurutkan dari yang terbesar. Kolom kumulatif memperlihatkan berapa komponen teratas yang sudah menutup 80 persen belanja, titik mula pembenahan yang paling menggerakkan angka. Komponen bernilai nol tetap ditampilkan karena pos yang tidak terpakai juga informasi, dan seluruh tabelnya bisa diurutkan serta diekspor ke Excel.
Selisih Klaim per Dokter Penanggung Jawab Pasien
Selisih klaim kini bisa dilihat per dokter penanggung jawab pasien, lengkap dengan penyaring khusus kelompok operasi dan non-operasi. Berguna untuk melihat di mana selisih terbesar terkonsentrasi sebelum menyusun rencana pembenahan bersama.
Komposisi Operasi vs Non-Operasi Berikut 10 Diagnosis Terbanyak
Berapa persen klaim yang memiliki tindakan operasi dan berapa persen yang tidak, baik dari jumlah klaim maupun nilai klaimnya. Angkanya dipisah untuk rawat inap dan rawat jalan, lengkap dengan 10 diagnosis terbanyak di masing-masing kelompok serta 10 tindakan operasi yang paling sering dilakukan. Tersedia di Metrik Keuangan, pada layar Rekap Selisih Klaim.
Pemeriksaan Jarak Pemberian Injeksi Intraartikuler dan Injeksi Steroid
Injeksi intraartikuler yang diulang kurang dari tujuh hari dan injeksi steroid yang diulang kurang dari tiga bulan pada pasien yang sama kini ditandai untuk ditinjau. Karena berkas satu bulan tidak memuat riwayat tiga bulan, klaim injeksi steroid yang belum bisa dipastikan tetap ditampilkan sebagai catatan agar dapat dicocokkan dengan data bulan sebelumnya. Bila berkas beberapa bulan diunggah sekaligus, jarak yang terlalu pendek terbaca otomatis.
Menu Baru: Kajian Ketidaksesuaian Klaim
Temuan yang bersumber dari kajian ketidaksesuaian klaim kini memiliki menunya sendiri dan dikelompokkan per topik. Setiap temuan juga muncul di submenu yang relevan, sehingga verifikator tidak perlu berpindah layar untuk menindaklanjutinya.
Lima Pemeriksaan Baru pada Kajian Ketidaksesuaian
Lima pemeriksaan tambahan disiapkan dari daftar susulan kajian ketidaksesuaian klaim, termasuk penerbitan SEP pada hari libur. Hasilnya langsung ikut terhitung di Ikhtisar, baik jumlah klaim maupun nilai rupiahnya.
Layar Dispepsia dan Rawat Inap Sehari yang Berakhir Rujukan
Kasus dispepsia (K30) mendapat layar tersendiri, sementara pemeriksaan rawat inap sehari yang berakhir rujukan dipindahkan ke menu Lama Rawat agar berada di kelompok yang tepat.
Ikhtisar Satu Halaman Lengkap dengan Nilai Rupiah
Ikhtisar menyajikan seluruh temuan beserta perkiraan nilai rupiahnya dalam satu halaman, menyebutkan kategori dan submenu asalnya, serta menyambung langsung ke menu yang bersangkutan. Selisih tingkat keparahan ikut ditampilkan.
Kolom Potensi Gain di Menu Potensi Top Up
Setiap baris pada menu Potensi Top Up kini menampilkan perkiraan nilai yang bisa diperoleh, sehingga tim casemix dapat mengurutkan tindak lanjut berdasarkan dampak rupiahnya.
Menu Baru: Top-Up Berisiko Ditolak
Menu tersendiri di Metrik Keuangan yang menandai klaim dengan kode top-up terpasang tetapi PROCLIST-nya tidak memuat prosedur ICD-9-CM pendukung — jenis temuan yang kerap diminta verifikator untuk dihapus. Menampilkan nilai top-up yang dipertaruhkan, kode dan deskripsinya, prosedur pendukung yang dicari, serta prosedur yang sudah terkoding. Bila prosedurnya memang dikerjakan, yang perlu dilengkapi adalah kodingnya, bukan menghapus top-up-nya. Sebelumnya temuan ini menumpang di menu Potensi Top Up dan mudah terlewat.
Menu Baru: Kelengkapan Nomor Kartu 13 Digit di Purifikasi Klaim
Pemeriksaan baru di menu Purifikasi Klaim yang berjalan dari berkas TXT saja, tanpa menunggu berkas VClaim. Menampilkan jumlah klaim yang nomor kartunya sudah lengkap 13 digit dan daftar klaim yang perlu diperbaiki lengkap dengan jenis masalahnya: kosong, kurang digit, kelebihan digit, atau memuat karakter bukan angka. Nomor kartu yang belum 13 digit ditolak sebagai DTS saat pengajuan, dan biasanya baru ketahuan setelah berkas terkirim.
Top-Up Tanpa Prosedur Pendukung di Menu Potensi Top Up
Menu Potensi Top Up kini tidak hanya melihat peluang yang belum diambil, tetapi juga memeriksa top-up yang sudah terpasang: kode CMG khusus terisi sementara PROCLIST tidak memuat prosedur pendukungnya. Pemeriksaannya bersifat struktural dan berlaku nasional karena bersumber dari regulasi tarif INA-CBG dan ICD-9-CM.
Sesi Terapi yang Ditagihkan Rawat Inap
Bagian baru pada menu Rawat Inap Satu Hari yang menjaring episode terapi terprogram (Z51.1, Z51.0, Z29.2) dengan lama rawat sampai tiga hari — bukan hanya yang lama rawatnya satu hari. Sumbu analisis digeser ke diagnosis utama karena sebagian besar kasus yang diminta ditagihkan sebagai rawat jalan justru berlama rawat lebih dari satu hari.
Radar Berkas Berisiko Dikalibrasi Ulang
Daftar kombinasi diagnosis dan prosedur pada Radar Berkas Berisiko ditinjau ulang. Kombinasi yang tidak terbukti lebih berisiko dari klaim pada umumnya kini ditangguhkan agar tidak menambah beban review tanpa hasil, sementara pola rehabilitasi terprogram (Z50.0 dengan 93.36/89.54) dipertahankan dan diperkuat. Kombinasi yang ditangguhkan tetap ditampilkan terpisah beserta alasannya, tidak dihapus diam-diam.
Detail Pasien per Cara Masuk
Menu Analisis Cara Masuk kini menyediakan daftar pasien di balik setiap kategori, termasuk kategori Lainnya yang muncul saat isian cara masuk bukan kode baku. Menampilkan No. SEP, No. RM, nama pasien, tanggal, LOS, diagnosis, DPJP, dan tarif, serta kolom kode cara masuk asli dari SIMRS/VClaim, dengan filter cara masuk, tipe perawatan, dan DPJP. Berkas yang perlu dirapikan kini bisa langsung ditarik daftarnya.
Menu Baru: Apendisitis — Validasi Kode Apendektomi vs Laparotomi (K35–K37)
Menu baru di Visualisasi Kondisi Spesifik yang menelaah seluruh kasus apendisitis, dipisah rawat inap dan rawat jalan. Menandai klaim yang mengode laparotomi (54.11/54.19) pada kasus apendisitis serta kasus berpenyulit yang belum punya kode tindakan bedah, dilengkapi perbandingan grup INA-CBG dan tarif antar pola kode. Dasarnya kaidah omit code ICD-9-CM sebagaimana tercantum pada Kajian Data Potensi Ketidaksesuaian Klaim Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan. Catatan koding: peritonitis kerap sudah melekat pada kode apendisitisnya sendiri (K35.0–K35.3), sehingga penyulit dihitung dari kedua sumber agar kasus berpenyulit tidak terlewat.
Perbaikan: Lampiran dan Salinan Berkas Ganda Tidak Lagi Dihitung Dua Kali. Lampiran formulir pengajuan klaim yang sama tidak lagi menggandakan klaim tambahan, dan salinan berkas yang isinya persis sama tidak lagi dihitung dua kali saat diunggah bersamaan.
Peningkatan: Pesan Lebih Jelas saat Berkas Tidak Memuat Kolom Prosedur. Berkas klaim yang tidak menyertakan kolom daftar prosedur kini disambut pesan yang menyebutkan sebabnya dan apa yang perlu dilakukan, bukan layar kosong. Sandi yang sudah berhasil membuka berkas juga tidak lagi terlihat seolah gagal, karena kotak sandi dikosongkan setiap kali dikirim.
Peningkatan: Baris Pemeriksaan Silang Menyatu di Daftar Utama. Pemeriksaan silang kode kini tampil menyatu pada daftar utama menu terkait, sehingga verifikator tidak perlu berpindah tab untuk melihat temuannya.
Perbaikan: Fragmentasi dan Ekspor Agregat ke Holding Terbuka Normal pada Berkas Besar. Dua layar sebelumnya gagal terbuka pada berkas berisi puluhan ribu klaim: Fragmentasi di menu Analisis Kunjungan dan LOS, serta Ekspor Agregat ke Holding. Keduanya kini tampil normal. Sejak hari ini seluruh menu juga diperiksa otomatis memakai berkas berisi 13.819 klaim setiap kali ada perubahan, sehingga layar yang gagal terbuka pada berkas besar ketahuan sebelum sampai ke rumah sakit.
Perbaikan: Validasi Frekuensi Prosedur Terbuka Normal pada Berkas Besar. Layar Validasi Frekuensi Prosedur sebelumnya gagal terbuka pada berkas berisi puluhan ribu klaim. Sekarang layarnya tampil normal, sehingga rumah sakit dengan volume klaim besar bisa memakai pemeriksaan ini seperti biasa.
Peningkatan: Potensi Top Up Dipisah antara Alat atau Prosedur dan Obat. Potensi top up dipilah menjadi dua kelompok, alat atau prosedur dan obat, dan keduanya tersedia di kategori Peluang. Definisi top up dan undercoding kini seragam di seluruh menu.
Peningkatan: Struktur Menu Dirapikan Menjadi Sembilan Kategori. Submenu yang saling berdekatan digabungkan, dua menu PRB dipertegas namanya, dan Audit Koding ICD-10 berpindah ke kategori yang lebih sesuai. Pencarian menu juga diperbaiki agar nama menu tidak terpotong.
Peningkatan: Ikhtisar Terbuka Lebih Cepat. Perhitungan Ikhtisar dipercepat dan hasilnya disimpan sementara, sehingga berpindah antar menu tidak lagi memicu penghitungan ulang dari awal.
Peningkatan: Daftar Kode Bedah Diperluas. Ratusan kode tindakan bedah ditambahkan ke daftar rujukan, termasuk kode 93.90 yang kini diakui pada menu Gagal Napas. Nilai potensi top up tetap muncul meski deskripsi tindakan pada berkas tidak terisi.
Peningkatan: Penanda Tindakan Berulang dalam Bentuk Kolom. Tindakan berulang ditandai lewat kolom khusus, bukan lagi lewat pewarnaan baris, sehingga tetap terbaca saat tabel diunduh ke Excel.
Peningkatan: Saringan Kunjungan Non-HD dan Penyakit Akibat Kerja Dipertajam. Penyakit akibat kerja hanya ditinjau bila berada pada diagnosis utama, dan kunjungan non-HD hanya ditinjau bila tidak ada indikasi lain. Kolom daftar diagnosis menjadi kolom wajib pada layar Kunjungan Non-HD.
Peningkatan: Peninjauan TB dan HIV Rawat Jalan Lebih Tepat Sasaran. Kasus TB dan HIV rawat jalan hanya ditinjau bila berdiri sendiri, sehingga daftar tindak lanjut tidak lagi dipenuhi kasus yang sebenarnya sudah wajar.
Peningkatan: Asal Angka Total Selisih Dijelaskan. Tabel Ringkasan MDC kini menerangkan dari mana angka Total Selisih berasal, sehingga hasilnya dapat ditelusuri saat dibahas bersama tim verifikator.
Peningkatan: Empat Menu Kondisi Spesifik Mengikuti Bentuk Baku. Menu kondisi spesifik kini seragam, dengan tab Rawat Inap dan Rawat Jalan serta kolom penanda. Tabel ringkasan per status yang menduplikasi isi tabel utama dihapus.
Peningkatan: Tampilan Kartu Peluang dan Judul Layar Dirapikan. Kartu peluang mengikuti warna resmi MedMinutes dengan kontras yang lebih terbaca, judul yang bertumpuk pada beberapa layar diperbaiki, dan ikon unduh Excel dipindahkan ke ujung kanan bilah tabel.
Perbaikan: Menu CMI iDRG Berjalan pada Berkas Tanpa Kolom DPJP. Menu CMI iDRG tetap dapat dibuka meski berkas klaim tidak menyertakan kolom DPJP atau spesialisasi. Nama kolom pada tabel juga disamakan dengan kartu ringkasan di atasnya.
Perbaikan: Purifikasi Klaim Menerima Beragam Format Nomor Kartu. Menu Purifikasi Klaim tetap berjalan pada berkas dengan format nomor kartu yang tidak lazim.
Perbaikan: Selisih Tarif pada Menu Surat Polisi dan Kronologis. Selisih tarif kini dihitung dan ditampilkan pada menu Surat Polisi dan Kronologis, dan peringatan yang tidak relevan bagi pengguna dihilangkan.
Perbaikan: Nomor Kartu, No. RM, dan No. SEP Tampil Utuh. Nomor kartu kini tampil apa adanya sesuai isi berkas TXT — angka nol di depan tidak lagi terpotong, sehingga 0000003046599 tidak lagi terbaca 3046599. Berlaku di semua tabel termasuk Ikhtisar & Ringkasan, dan diterapkan sama untuk No. RM, No. SEP, serta ID koder.
Perbaikan: Radar Berkas Berisiko Kini Menampilkan Hasil. Menu Radar Berkas Berisiko sebelumnya selalu menampilkan hasil kosong sehingga terbaca seolah tidak ada berkas yang perlu ditinjau. Aturan deteksinya kini terbaca sebagaimana mestinya, begitu pula naskah kaidah pada menu apendisitis.
Peningkatan: Unggah ZIP Lebih Jelas dan Panduan Berkas Besar. Kotak unggah kini menampilkan ZIP di urutan depan, bukan format yang jarang dipakai rumah sakit, dan menjelaskan bahwa berkas lebih dari 30 MB cukup dikompres jadi ZIP — TXT 100 MB umumnya menyusut ke sekitar 10 MB. Pesan saat berkas melebihi batas dibuat ringkas dan langsung memberi langkah yang bisa dijalankan.
Peningkatan: Filter Status Kode di Menu Apendisitis. Setiap tab pada menu apendisitis dilengkapi filter status kode, sehingga tim koder dapat menarik satu kelompok saja — misalnya seluruh klaim berkode apendektomi 47.0 — tanpa menyaring manual.
Peningkatan: Pencocokan Nomor Kartu yang Ter-mask di Purifikasi. Purifikasi Klaim kini dapat mencocokkan nomor kartu BPJS yang sebagian digitnya tersamar, dan nomor kartu yang sama tidak lagi tertandai berbeda hanya karena selisih angka nol di depan.
Peningkatan: Tooltip Ikon Excel Lebih Konsisten. Keterangan pada ikon unduh Excel kini memakai gelembung dengan gaya yang sama seperti tombol unduh di sebelahnya, muncul seketika, dan menyesuaikan tema terang maupun gelap.
23 update
Tarif INA-CBG Berdampingan dengan Tarif iDRG
Pada analisis MDC dan tingkat keparahan, tarif INA-CBG kini ditampilkan tepat di sebelah tarif iDRG, lengkap dengan selisihnya dalam rupiah dan dalam persen. Naik ditandai hijau, turun ditandai merah, sehingga terlihat lini layanan mana yang tarifnya menguat atau melemah bila iDRG diberlakukan. Matriks juga dapat ditampilkan dalam bentuk persentase selisih.
MDC dan Tingkat Keparahan dalam Satu Tampilan
Analisis iDRG kini menyajikan Major Diagnostic Category dan tingkat keparahan berdampingan dalam satu matriks, dengan pilihan nilai berupa jumlah kasus, tarif, casemix index, atau selisih terhadap INA-CBG. Dilengkapi filter rawat inap dan rawat jalan serta rincian sampai kode DRG per MDC, sehingga terlihat lini layanan mana yang menangani kasus paling kompleks.
Trend Kasus per Poli, DPJP & Diagnosis (Multi Bulan)
Analisis Multi Bulan kini menampilkan tren jumlah kasus per poli, per DPJP, dan per diagnosis dari bulan ke bulan, lengkap dengan sorotan poli atau DPJP mana yang kasusnya menurun. Bisa difilter Rawat Jalan atau Rawat Inap agar evaluasi manajemen lebih terarah.
Kirim Pertanyaan dan Permintaan Fitur via WhatsApp
Tersedia tombol WhatsApp langsung dari dalam aplikasi untuk mengirim pertanyaan atau permintaan fitur ke tim MedMinutes, agar masukan RS lebih cepat kami tindak lanjuti.
Laporan Evaluasi Kinerja per DPJP
Tersedia laporan evaluasi per DPJP yang menampilkan capaian, pemisahan Rawat Jalan dan Rawat Inap, serta proporsi kasus, dilengkapi narasi ringkas yang mudah dipahami sebagai bahan pembinaan dokter.
Filter Intensif/Non-Intensif di Jelajah Data
Penjelajah data kini dapat disaring berdasarkan jenis perawatan intensif (ICU) atau non-intensif, serta per DPJP, sehingga analisis klaim lebih terfokus dan relevan per segmen pasien.
Radar Berkas Berisiko
Fitur baru yang menandai kombinasi diagnosis dan prosedur yang secara historis kerap ter-pending — misalnya kunjungan kontrol yang disertai pemeriksaan penunjang rutin — agar tim coder dapat mereview berkasnya lebih dulu sebelum klaim dikirim. Tersedia sebagai menu tersendiri di Analisis Kunjungan dan LOS.
Deteksi Penjaminan Lebih Presisi
Penandaan kasus yang mungkin menjadi tanggungan Jasa Raharja (kecelakaan lalu lintas dengan pihak lain) atau BPJS Ketenagakerjaan (penyakit akibat kerja) kini lebih presisi. Kecelakaan tunggal dan diagnosis yang belum tentu terkait pekerjaan tidak lagi ikut tertandai, sehingga hasilnya lebih relevan untuk ditindaklanjuti.
Batas Kunjungan Kontrol pada Kontrol Post-Ranap
Analisis Kontrol Post-Ranap kini menandai episode yang kunjungan kontrolnya melebihi batas dengan surat pulang yang sama, dan memasangkan kunjungan kontrol dengan rawat inap dari rumah sakit yang sama secara lebih akurat.
Perbaikan: Nilai Cost Weight Tidak Lagi Tampil sebagai Rupiah. Kolom rata-rata cost weight pada Dashboard iDRG dan Analisis MDC sebelumnya terformat sebagai nilai rupiah sehingga angkanya terbaca keliru. Kini ditampilkan sebagai casemix index dengan angka desimal yang sesuai.
Peningkatan: Status Potensi Top Up Lebih Jelas. Kolom status pada Potensi Top Up kini memakai label tindak lanjut yang jelas, yaitu Ajukan Top Up, Cek Kelayakan, dan Sudah Di-top-up, serta dilengkapi keterangan singkat sehingga tim RS langsung tahu langkah berikutnya untuk tiap kasus.
Peningkatan: Angka Rupiah Tampil Lengkap di Ringkasan Keuangan. Nilai rupiah pada kartu ringkasan keuangan kini tampil utuh tanpa terpotong, sehingga angka penting bagi manajemen mudah dibaca sekilas.
Peningkatan: Panduan Menyiapkan dan Menggabungkan Data Lebih Jelas. Halaman awal kini memandu cara menyiapkan file dan menggabungkan beberapa bulan data ke dalam satu ZIP untuk analisis multi bulan, serta menjelaskan pengenalan otomatis jenis PDF, sehingga proses unggah lebih mudah bagi pengguna baru.
Peningkatan: Tampilan Grafik dan Tabel Lebih Rapi. Sudut grafik dibuat membulat konsisten dengan tabel, jarak antar tab dirapikan, dan tata letak diperjelas agar laporan lebih nyaman dibaca.
Peningkatan: Tarif per DPJP: Obat Kronis dan Kemo Dipisah. Analisis Tarif per DPJP kini memisahkan komponen Obat Kronis dan Obat Kemo serta menampilkan peringkat, dan dilengkapi panduan cara membaca selisih klaim, sehingga struktur biaya per dokter lebih transparan.
Peningkatan: Penanda Peringatan dan Peluang di Analisis Kondisi. Beberapa analisis kondisi spesifik, antara lain kanker dan kemoterapi, leukositosis, asma, serta kasus non-spesialistik, kini menandai potensi ketidaksesuaian koding dan peluang optimasi klaim dengan lebih jelas, serta menampilkan temuan penting lebih dulu.
Peningkatan: Deteksi Kode Biopsi pada Soft Tissue Tumor. Analisis Soft Tissue Tumor kini mengenali kode biopsi sebagai tindakan patologi anatomi, sehingga klasifikasi kasus lebih akurat.
Peningkatan: Tampilan Halaman Masuk Diperbarui. Halaman masuk aplikasi dirapikan dengan tata letak baru dan sorotan fitur, sehingga tampil lebih profesional dan informatif bagi pengguna.
Perbaikan: Daftar Analisis Tidak Hilang Saat Berpindah Menu. Memperbaiki masalah di mana sebagian daftar, misalnya PRB, kadang tidak langsung muncul saat berpindah kategori dan harus di-refresh terlebih dahulu.
Perbaikan: Ringkasan Persalinan Lebih Tepat untuk Rawat Jalan. Ringkasan kasus persalinan kini tampil jelas dan sesuai untuk konteks Rawat Jalan.
Perbaikan: Stabilitas Tampilan Tabel Data Besar. Memperbaiki potensi gangguan tampilan pada tabel dengan jumlah data yang sangat besar.
Peningkatan: Pengingat Pilihan Koding Berisiko Pending. BPJScan mengingatkan bila diagnosis utama berpotensi memicu pending karena dinilai kurang spesifik, disertai saran alternatif dengan nilai klaim setara — membantu tim coder memilih kode yang lebih aman sejak awal.
Perbaikan: Penyempurnaan Deteksi Fragmentasi dan Daftar KNS. Penyesuaian ambang deteksi fragmentasi kunjungan sesuai kaidah bundling, serta penyempurnaan daftar diagnosis non-spesialistik (KNS) agar penandaan lebih tepat.
6 update
Klaim Tambahan Terlihat di Rapor DPJP
Rapor DPJP kini menampilkan rincian klaim lain selain klaim utama, serta tersedia opsi untuk menyembunyikan nama pasien saat membagikan laporan kepada tim.
Deteksi USG Berulang Lintas Bulan
Sistem mendeteksi pemeriksaan USG yang dilakukan berulang pada pasien yang sama dan memvalidasi frekuensi prosedur secara lintas bulan, sehingga potensi optimasi teridentifikasi lebih akurat.
Perbaikan: Perbaikan Kategori Spesialisasi DPJP. Deteksi spesialisasi DPJP diperbaiki untuk mengenali lebih banyak variasi penulisan nama dan gelar dokter, termasuk dari rumah sakit dengan format penulisan yang berbeda.
Peningkatan: Kode INA-CBG Dilengkapi Deskripsi di Laporan DPJP. Kolom INA-CBG pada laporan PDF per DPJP kini menampilkan kode beserta deskripsi diagnosa, sehingga tim casemix lebih mudah membaca dan menginterpretasikan data tanpa mencari referensi terpisah.
Perbaikan: Perbaikan Label Status Echo Jantung. Kasus hipertensi jantung tanpa gagal jantung kini diberi label 'Tidak Perlu Echo' yang berbeda dari kasus yang butuh echo namun belum dilakukan, sehingga tim casemix tidak keliru saat menelusuri tabel.
Perbaikan: Perbaikan Deteksi Prosedur Bedah Payudara. Prosedur bedah payudara (mastotomy) kini terdeteksi dengan benar dalam analisis kesesuaian tarif, sehingga kasus bedah tidak keliru ditandai 'Belum Dikoding'.
12 update
Tab Dugaan Aftercare Pasca KLL
Deteksi kunjungan rawat jalan yang dicurigai sebagai kontrol pasca kecelakaan lalu lintas. Membantu identifikasi kasus yang memerlukan kelengkapan STPL dan kronologis.
Upload dan Analisis Dokumen FPK dari ZIP
Upload Formulir Pengajuan Klaim (FPK) dalam format PDF langsung dari file ZIP. Data FPK otomatis terintegrasi dengan analisis klaim.
Ringkasan Keuangan 6 Kartu
Tampilan ringkasan di bagian atas: Klaim E-Klaim, Klaim Tambahan, Total Klaim, Total Tarif RS, Selisih, dan Persentase.
Kolom Tanggal Keluar Readmisi
Kolom tanggal keluar kunjungan readmisi ditambahkan di tabel detail readmisi untuk memudahkan verifikasi.
Filter DPJP di Analisis Pola Diagnosis dan Prosedur
Filter berdasarkan DPJP di analisis pola diagnosis dan pola prosedur untuk melihat pola per dokter.
Peningkatan: Analisis Pola LOS Lebih Detail. Analisis pola LOS kini khusus rawat inap dengan analisis per DPJP dan chart yang lebih informatif.
Peningkatan: Analisis Pola Diagnosis dengan Tab Rawat Inap dan Rawat Jalan. Analisis pola diagnosis dipisah per tipe rawat dengan 4 section per tab: top diagnosis, revenue, selisih, dan detail.
Peningkatan: Analisis Pola INA-CBG dengan Tab Rawat Inap dan Rawat Jalan. Analisis pola INA-CBG dipisah per tipe rawat dengan 4 section per tab untuk identifikasi pola klaim yang lebih akurat.
Peningkatan: Analisis Casemix Index Lebih Lengkap. Casemix Index kini menampilkan 4 metrik utama dalam Rupiah dan 6 chart untuk analisis distribusi dan perbandingan antar spesialisasi.
Peningkatan: Analisis Pola Prosedur dengan Revenue dan Selisih. Analisis pola prosedur kini menampilkan top prosedur berdasarkan revenue dan selisih tarif (BPJS vs RS) per tipe rawat.
Peningkatan: Analisis Efisiensi DPJP dengan Efficiency Score. Analisis efisiensi DPJP kini dilengkapi skor efisiensi 0-100, kategori (Sangat Efisien, Cukup Efisien, Perlu Evaluasi), scatter matrix, dan distribusi histogram.
Peningkatan: Toggle Exclude Pasien Post Ranap di Konsul Internal. Checkbox untuk menyembunyikan kunjungan rajal pasien yang baru keluar dari rawat inap di analisis konsul internal. Mengurangi false positive.
6 update
Analisis iDRG
Menu baru untuk perbandingan tarif INA-CBG vs iDRG dengan 8 submenu: Dashboard iDRG, Perbandingan Tarif (RS vs INA-CBG vs iDRG), Kasus Naik/Turun Tarif, Casemix Index (CMI) per spesialis, Analisis MDC, Analisis Cost Weight, Mapping INA-CBG ke iDRG, dan Bridging Diagnosis & Prosedur. Menu otomatis muncul saat data iDRG tersedia.
Deteksi data VClaim di menu purifikasi
Validasi otomatis data klaim terhadap data VClaim langsung dari menu purifikasi.
Visualisasi kepatuhan PNPK Neuropati DM
Tampilan visual tingkat kepatuhan penanganan neuropati diabetik sesuai panduan nasional.
Filter PRB DPJP berdasarkan diagnosis per pasien
Filter pasien PRB berdasarkan diagnosis spesifik untuk setiap DPJP.
Peningkatan: Penyederhanaan validasi purifikasi data.
Perbaikan: Perbaikan error pada analisis neuropati diabetik.
9 update
Analisis Defisit ICD per DPJP
Sub-menu KNS Berulang
Validasi Purifikasi Data
Tarif RS per SEP
Filter Kontrol Pasca Tindakan (Z09.8)
Filter KNS Diagnosis Tunggal
Peningkatan: Penambahan spesialisasi Bedah Toraks Kardiovaskular (BTKV) ke pola deteksi spesialistik.
Peningkatan: Normalisasi nama DPJP yang lebih akurat, menggabungkan variasi penulisan nama dokter yang sama secara otomatis.
Perbaikan: Kode prosedur bedah ICD-9 dan error pada analisis pola cara masuk/kepulangan pasien.
3 update
Klasifikasi STPL & Kronologis
Pemantauan Kunjungan Non-HD
Tracking kunjungan non-hemodialisis untuk pasien HD rutin.
Peningkatan: Kontrol akses fitur, tampilan nama koder, dukungan Excel terenkripsi, kode prosedur PCNL/nefrektomi, skrining TB/HIV.
4 update
Selisih Klaim
Analisis selisih tarif per kode ICD-10 dan ICD-9 terhadap INA-CBG.
Purifikasi VClaim
Verifikasi data SEP langsung dengan VClaim untuk konsistensi data klaim.
Analisis Infeksi Nosokomial, KLL, Skrining TB/HIV, Audit CTG
Peningkatan: Metrik revenue INA-CBG & Total, format angka Indonesia, cek masa berlaku langganan.
3 update
Analisis Tren Multi-Bulan
Perbandingan data klaim antar bulan secara interaktif untuk direksi.
Demografi Pasien, IUR Naik Kelas, Klaim Tambahan per DPJP
Peningkatan: Pencarian sub-kategori, error Bahasa Indonesia, normalisasi DPJP 100x lebih cepat, validasi frekuensi prosedur.
3 update
Analisis FPK, Obat Kronis & Kemoterapi
Seleksi Multi-DPJP, Analisis CMI, Revenue per Poli
Peningkatan: Normalisasi DPJP 80% lebih cepat, validasi pelayanan darah/HD/CDL, 38 kode TB+Pneumonia, upload 5-7x lebih cepat.
3 update
Kesesuaian Tarif, Kombinasi ICD-10, Visualisasi 6 Kondisi Klinis
Laporan PDF per DPJP, Kontrol Post Ranap
Peningkatan: Analisis Leukositosis & Tumor Eksisi, pengingat dokumentasi ICU, filter exclusion biaya, filter kode RS.
9 update
Visualisasi nomor rekam medis pada analisis LOS
Analisis skor Apgar untuk kasus persalinan
Deteksi otomatis kasus persalinan yang memerlukan pencatatan skor Apgar.
Analisis koreksi elektrolit
Pemisahan analisis rawat inap dan rawat jalan per kondisi klinis
Peningkatan: Peningkatan performa pemrosesan data.
Peningkatan: Filter top-up yang lebih akurat.
Peningkatan: Peningkatan performa audit koding ICD.
Perbaikan: Perbaikan visualisasi analisis DPJP.
Perbaikan: Perbaikan analisis ICU dan fragmentasi.
6 update
Analisis kode prosedur Phaco (fakoemulsifikasi)
Deteksi otomatis kasus operasi katarak dengan prosedur fakoemulsifikasi.
Peningkatan: Peningkatan tampilan sidebar dan navigasi.
Peningkatan: Peningkatan analisis LOS rawat inap.
Peningkatan: Penyempurnaan filter top-up klaim.
Perbaikan: Perbaikan kalkulasi upgrade kelas berdasarkan penjamin.
Perbaikan: Perbaikan tampilan grafik.
5 update
Analisis outlier klaim
Deteksi klaim dengan nilai di luar rentang normal untuk investigasi lebih lanjut.
Peningkatan: Penyempurnaan analisis outlier.
Peningkatan: Pembaruan nomor rekam medis (MRN).
Perbaikan: Perbaikan validasi akses pengguna.
Perbaikan: Perbaikan koneksi real-time.
10 update
Skor potensi optimasi per kasus
Penilaian otomatis potensi optimasi koding untuk setiap kasus klaim.
Tampilan detail per pasien
Laporan PDF otomatis
Pembuatan laporan PDF yang bisa langsung dicetak atau dibagikan.
Analisis koding CT Scan
Analisis koding pneumonia
Informasi prosedur tambahan per kasus
Peningkatan: Tampilan kolom selisih keuangan yang lebih konsisten.
Peningkatan: Peningkatan koding ventilator.
Perbaikan: Perbaikan analisis KNS dan ventilator.
Perbaikan: Perbaikan error pada analisis readmisi dan top-up.
4 update
Dashboard CMG dengan grafik interaktif
Analisis anemia dan stroke
Analisis fragmentasi dan readmisi
Deteksi pola fragmentasi klaim dan readmisi pasien untuk evaluasi efisiensi pelayanan.
Peningkatan: Tampilan dashboard ringkasan yang lebih rapi.
6 update
Analisis Top 5 diagnosis
Sistem password baru
Peningkatan: Tampilan login dan halaman kontak yang lebih rapi.
Peningkatan: Peningkatan pengurutan data dan nama kolom.
Peningkatan: Pembaruan FAQ.
Peningkatan: Dukungan rumah sakit baru.
2 update
Peningkatan: Peningkatan tampilan upload data.
Perbaikan: Perbaikan visualisasi dan analisis top-up.
Produk yang terus berkembang.
Lihat langsung bagaimana MedMinutes bisa membantu tim RS Anda. Demo gratis 30 menit via Zoom.