Claim Manager AI merekonsiliasi data verifikator BPJS dengan SIMRS, menunjukkan klaim mana yang sudah cair, lalu membagi jasa medis (jasmed) per DPJP secara transparan — satu sistem, tanpa Excel manual berhari-hari.
Terakhir diperbarui · On-premise · Divalidasi pada data klaim riil RSUD
Berjalan on-premise — data klaim & jasa medis tetap di jaringan RS Anda.
< 5 menit
Statement per DPJP
2.300+
Klaim/bulan direkonsiliasi
73.000+
Baris SIMRS dicocokkan
100%
On-premise, data di RS
*Angka ilustratif dari validasi pada data klaim riil satu RSUD; hasil bervariasi tergantung volume dan pola klaim RS.
Bukan karena tim keuangan kurang teliti — tapi karena datanya tersebar di banyak file dan dicocokkan manual. Ini tantangan yang hampir semua RS rasakan.
Data klaim dari E-Klaim dicocokkan baris demi baris dengan laporan SIMRS secara manual. Satu bulan bisa memakan waktu berhari-hari, dan rawan selisih.
Saat dokter bertanya “kenapa jasa medis saya segini?”, menelusuri kembali angkanya sampai ke tiap pasien butuh waktu lama. Transparansi jadi taruhannya.
Klaim yang di-pending BPJS sering baru terlihat saat rekap akhir bulan, sehingga pembayaran ke dokter ikut tertunda tanpa alasan yang jelas.
Melacak uang yang masuk dari BPJS, dan membagi jasa medis ke dokter — dua hal yang biasanya di file berbeda, kini di satu tempat.
Setiap klaim diuraikan sampai ke porsi jasa medis tiap dokter, lengkap dengan rincian per pasien dan status payable vs pending. Saat dokter bertanya, jawabannya ada dalam hitungan detik.
Data verifikator BPJS direkonsiliasi otomatis dengan item layanan SIMRS, sehingga terlihat jelas klaim mana yang sudah cair, mana yang pending, dan apa alasan pending-nya — tanpa menunggu rekap akhir bulan.
Keduanya menangani klaim BPJS, tapi di tahap yang berbeda dan saling melengkapi. BPJScan bekerja sebelum klaim dikirim; Claim Manager AI bekerja setelah klaim dikirim.
| Aspek | BPJScan | Claim Manager AI |
|---|---|---|
| Kapan dipakai | Sebelum klaim dikirim ke BPJS | Setelah klaim dikirim ke BPJS |
| Fokus utama | Audit & optimasi koding INA-CBG | Status pembayaran klaim & distribusi jasa medis |
| Pengguna utama | Tim casemix & coder | Keuangan, manajemen, dan DPJP |
| Output | Rekomendasi perbaikan klaim sebelum submit | Statement jasa medis per DPJP & status klaim |
| Deployment | Berbasis cloud / SaaS | On-premise, data tetap di jaringan RS |
Banyak RS memakai keduanya: BPJScan untuk memastikan klaim optimal sebelum dikirim, Claim Manager AI untuk mengelola pembayaran dan distribusi jasa medis setelahnya.
Mengubah aturan bagi jasa medis itu keputusan besar. Claim Manager AI memungkinkan tim keuangan membandingkan beberapa model distribusi berdampingan — dan melihat dampak rupiahnya ke rumah sakit maupun ke tiap dokter, sebelum satu rupiah pun berpindah.
Simulasi Distribusi — 3 Model
Contoh perbandingan
Tanpa mengganti SIMRS, tanpa input ulang manual.
Data klaim E-Klaim/INA-CBG, file pending BPJS, dan laporan komponen jasa dari SIMRS — semua yang sudah RS miliki.
Sistem mencocokkan klaim dengan item layanan SIMRS dan menandai status pembayaran tiap klaim.
Aturan bagi jasa medis dikonfigurasi mengikuti SK Direktur RS, tersimpan berversi dan dapat diaudit.
Statement per DPJP dan dashboard status klaim siap dibagikan ke manajemen dan dokter.
Claim Manager AI dipasang on-premise di dalam jaringan rumah sakit. Berbeda dengan layanan cloud, data keuangan dan jasa medis yang sensitif tetap berada di perimeter RS — sesuatu yang menjadi syarat mutlak bagi banyak Direktur Keuangan.
Berjalan di server RS, bukan di cloud publik.
Keuangan, casemix, manajemen — masing-masing sesuai haknya.
Cadangan data otomatis setiap hari.
Langganan terkelola — tim kami yang urus operasionalnya.
Kepastian arus kas dan distribusi jasa medis yang dapat dipertanggungjawabkan.
Rekap yang biasanya berhari-hari selesai jauh lebih cepat dan rapi.
Rincian jasa medis yang jelas dan bisa ditelusuri sampai ke tiap pasien.
Kebijakan jasa medis yang berkelanjutan dan hubungan yang sehat dengan dokter.
Panduan mendalam dari tim MedMinutes soal distribusi jasa medis, remunerasi DPJP, dan siklus pembayaran klaim BPJS.
Cara menyusun SK distribusi jaspel dari tarif INA-CBG secara adil dan sesuai regulasi.
Mendeteksi distribusi jaspel yang tidak proporsional lewat data casemix.
Tiga bottleneck di siklus jaspel RS dan cara mempercepatnya.
Dampak 5 tingkat complexity iDRG ke formula jaspel DPJP.
Kewajiban regulasi yang wajib dipenuhi agar distribusi jaspel auditable.
Kerangka regulasi dan cara RS menetapkan proporsi jaspel.
Jadwalkan demo 30 menit. Kami tunjukkan alur rekonsiliasi klaim dan distribusi jasa medis, dari export SIMRS sampai statement per DPJP.
Relevan untuk peran Anda