Panduan Casemix Rumah Sakit: Koding, iDRG, dan Optimasi Klaim

Casemix adalah sistem pengelompokan pasien berdasarkan diagnosa, prosedur, dan severity level yang menentukan tarif klaim BPJS. Untuk rumah sakit Indonesia, pemahaman casemix — dari koding ICD-10 hingga grouper INA-CBG/iDRG — berdampak langsung pada revenue dan akurasi klaim. Koleksi panduan ini mencakup seluruh aspek casemix: dari dasar koding hingga strategi menghadapi transisi iDRG.

Panduan Utama

Artikel Pendukung

FAQ

Apa itu casemix di rumah sakit?

Casemix adalah sistem klasifikasi yang mengelompokkan pasien berdasarkan diagnosa (ICD-10), prosedur (ICD-9-CM), dan severity level menjadi kelompok tarif (DRG). Di Indonesia, sistem casemix yang digunakan adalah INA-CBG yang sedang bertransisi ke iDRG.

Apa perbedaan INA-CBG dan iDRG?

INA-CBG menggunakan 3 severity level dan 1077 kelompok tarif, sementara iDRG menggunakan 5 severity level dan 1318 kelompok tarif dengan pendekatan episode-of-care yang lebih presisi.

Siapa yang bertanggung jawab atas casemix di RS?

Tim casemix RS terdiri dari koder medis, verifikator internal, DPJP, dan kepala casemix. Keakuratan klaim bergantung pada kolaborasi seluruh tim.

BPJScan menganalisis klaim dengan 78 filter otomatis — mendeteksi potensi optimasi koding sebelum klaim diajukan.

Jadwalkan Demo

Digunakan oleh 50+ rumah sakit di 8+ provinsi