INA-CBG (Indonesia Case Based Groups) adalah sistem pembiayaan klaim BPJS yang sedang bertransisi ke iDRG (Indonesia Diagnosis Related Group). Pemahaman mendalam tentang grouper, severity level, koding ICD-10, dan alur casemix sangat menentukan akurasi tarif dan revenue RS. Koleksi panduan ini mencakup teknis dan strategi untuk tim casemix, koder, DPJP, dan manajemen RS.
INA-CBG menggunakan 3 severity level dan ~1077 kelompok tarif berbasis UNU-CBG. iDRG menggunakan 5 severity level dan 1318 kelompok tarif dengan pendekatan episode-of-care yang lebih presisi. Perpres 59/2024 menetapkan transisi bertahap.
Severity level (I-III pada INA-CBG, 1-5 pada iDRG) ditentukan oleh diagnosis sekunder (komorbiditas dan komplikasi). Perbedaan tarif antar severity bisa mencapai 100%+ — dokumentasi klinis yang lengkap sangat kritis.
DPJP bertanggung jawab atas dokumentasi klinis yang menjadi dasar koding. SOAP yang lengkap dan akurat memungkinkan koder menerjemahkan ke kode ICD-10 yang tepat, menghasilkan grouping dan tarif yang optimal.
BPJScan menganalisis data klaim dengan 78 filter — mendeteksi kesalahan koding, potensi optimasi severity, dan inkonsistensi sebelum klaim diajukan.
Jadwalkan DemoDigunakan oleh 50+ rumah sakit di 8+ provinsi