8 Trik Ampuh Meningkatkan Kolaborasi Tim Manajemen Rumah Sakit dengan Cepat!

Thesar MedMinutes, Content & Marketing MedMinutes · · 19 menit baca
8 Trik Ampuh Meningkatkan Kolaborasi Tim Manajemen Rumah Sakit dengan Cepat!
Meningkatkan Kolaborasi Tim

Pendahuluan

Dalam dunia manajemen rumah sakit, meningkatkan kolaborasi tim menjadi salah satu kunci utama untuk mencapai kesuksesan operasional dan memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Ketika tim manajemen dapat bekerja secara sinergis, berbagai tantangan dan hambatan dalam operasional rumah sakit dapat diatasi dengan lebih efektif dan efisien. Namun, mencapai tingkat kolaborasi yang optimal bukanlah tugas yang mudah.

Kolaborasi yang baik dalam tim manajemen rumah sakit tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan inovatif. Dalam artikel ini, kita akan membahas delapan cara ampuh untuk meningkatkan kolaborasi tim manajemen rumah sakit. Setiap strategi yang disampaikan akan memberikan panduan praktis yang dapat langsung diterapkan oleh para pemimpin rumah sakit untuk meningkatkan kinerja tim mereka.

Dengan fokus pada komunikasi yang efektif, pembagian tugas yang jelas, penggunaan teknologi kolaboratif, dan berbagai aspek penting lainnya, artikel ini bertujuan untuk membantu manajemen rumah sakit memahami dan mengimplementasikan teknik-teknik kolaborasi yang dapat membawa perubahan positif. Yuk, kita mulai dengan mengapa kolaborasi tim sangat penting dalam manajemen rumah sakit!

Komunikasi yang Efektif

Mengapa Komunikasi yang Efektif Penting?

Komunikasi adalah landasan utama dalam kolaborasi tim yang efektif. Tanpa komunikasi yang jelas dan terbuka, tim manajemen rumah sakit dapat mengalami misinformasi, miskomunikasi, dan penurunan efisiensi. Dalam lingkungan rumah sakit yang dinamis dan penuh tekanan, kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik menjadi krusial untuk menjaga kelancaran operasional dan memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.

Cara Mengimplementasikan Komunikasi yang Jelas dan Terbuka

1. Rutin Mengadakan Pertemuan Tim

2. Gunakan Teknologi Komunikasi Modern

3. Kembangkan Budaya Keterbukaan

4. Terapkan Metode Komunikasi Dua Arah

5. Gunakan Visual dan Data untuk Mendukung Komunikasi

6. Sediakan Saluran Komunikasi Formal dan Informal

Contoh Praktis Implementasi

Sebuah rumah sakit di Surabaya mengadakan pertemuan mingguan di mana setiap departemen memberikan update singkat mengenai progres dan tantangan yang dihadapi. Mereka menggunakan Microsoft Teams untuk komunikasi harian, memungkinkan staf untuk berbagi informasi dengan cepat dan efisien. Selain itu, manajemen rumah sakit mengadakan sesi umpan balik bulanan di mana staf dapat memberikan saran langsung kepada direksi.

Komunikasi yang efektif adalah fondasi dari kolaborasi tim yang sukses. Dengan mengimplementasikan strategi komunikasi yang jelas dan terbuka, manajemen rumah sakit dapat meningkatkan efisiensi operasional, membangun hubungan yang lebih baik antar staf, dan pada akhirnya, memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pasien.

Baca Juga: 10 Cara Meningkatkan Komunikasi dalam Manajemen Rumah Sakit

Pembagian Tugas yang Jelas

Menetapkan Tanggung Jawab yang Tepat untuk Setiap Anggota Tim

Kolaborasi yang efektif dalam tim manajemen rumah sakit sangat bergantung pada pembagian tugas yang jelas dan tepat. Setiap anggota tim harus mengetahui dengan pasti apa yang diharapkan dari mereka dan bagaimana kontribusi mereka mempengaruhi keseluruhan operasi rumah sakit. Berikut adalah beberapa langkah untuk memastikan pembagian tugas yang optimal:

Analisis Kebutuhan dan Keterampilan:

Deskripsi Pekerjaan yang Rinci:

Penggunaan Teknologi Manajemen Proyek:

Delegasi yang Efektif:

Evaluasi dan Penyesuaian Rutin:

Mengapa Pembagian Tugas yang Jelas Meningkatkan Kolaborasi?

Pembagian tugas yang jelas memberikan beberapa manfaat penting dalam meningkatkan kolaborasi tim manajemen rumah sakit:

Dengan menetapkan tanggung jawab yang tepat untuk setiap anggota tim, rumah sakit dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih terstruktur dan harmonis, mendorong kolaborasi yang lebih baik, dan meningkatkan hasil operasional keseluruhan.

Penggunaan Teknologi Kolaboratif

Manfaat Teknologi Kolaboratif dalam Manajemen Rumah Sakit

Teknologi kolaboratif memungkinkan tim manajemen rumah sakit untuk bekerja lebih efisien dan efektif. Dengan memanfaatkan alat digital, tim dapat berkomunikasi lebih lancar, berbagi informasi dengan mudah, dan mengelola proyek secara lebih terorganisir. Beberapa manfaat utama dari teknologi kolaboratif meliputi:

Alat dan Aplikasi yang Meningkatkan Kolaborasi Tim

Slack atau Microsoft Teams

Google Workspace atau Microsoft 365

Trello, Asana, atau Monday.com

Cara Mengimplementasikan Teknologi Kolaboratif

  1. Identifikasi Kebutuhan Tim: Langkah pertama adalah memahami kebutuhan spesifik tim manajemen rumah sakit. Apakah mereka membutuhkan alat untuk komunikasi, manajemen proyek, atau kolaborasi dokumen? Melakukan survei atau diskusi dengan anggota tim dapat memberikan wawasan yang berharga.
  2. Pilih Alat yang Tepat: Memilih alat yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran rumah sakit sangat penting. Lakukan penelitian, baca ulasan, dan pertimbangkan untuk mencoba beberapa alat sebelum membuat keputusan akhir.
  3. Pelatihan dan Adopsi: Pelatihan anggota tim dalam menggunakan alat yang dipilih adalah langkah penting untuk memastikan adopsi yang sukses. Sediakan sumber daya pelatihan, seperti tutorial online, panduan pengguna, dan sesi pelatihan langsung.
  4. Integrasi dengan Alat Lain: Integrasi alat kolaboratif dengan sistem dan alat lain yang sudah digunakan oleh rumah sakit dapat meningkatkan efisiensi. Pastikan alat yang dipilih dapat berintegrasi dengan mudah.
  5. Evaluasi dan Penyesuaian: Melakukan evaluasi rutin terhadap efektivitas alat kolaboratif yang digunakan dan membuat penyesuaian jika diperlukan. Mintalah umpan balik dari anggota tim dan lakukan perbaikan berkelanjutan.

Studi Kasus: Sukses dengan Teknologi Kolaboratif

Sebuah rumah sakit di kota besar berhasil meningkatkan kolaborasi tim manajemennya dengan mengadopsi Slack untuk komunikasi internal, Google Workspace untuk kolaborasi dokumen, dan Asana untuk manajemen proyek. Dalam waktu enam bulan, mereka melihat peningkatan signifikan dalam produktivitas, pengurangan kesalahan administratif, dan peningkatan kepuasan karyawan.

Menggunakan teknologi kolaboratif bukan hanya tentang mengadopsi alat baru, tetapi juga tentang menciptakan budaya kerja yang mendukung kolaborasi dan inovasi. Dengan langkah-langkah yang tepat, tim manajemen rumah sakit dapat meningkatkan kolaborasi, efisiensi, dan kinerja secara keseluruhan.

Pengembangan Keterampilan Tim

Pelatihan dan Workshop untuk Meningkatkan Keterampilan Kolaborasi

Pengembangan keterampilan tim adalah langkah penting untuk meningkatkan kolaborasi dalam manajemen rumah sakit. Berikut adalah beberapa cara untuk mengembangkan keterampilan kolaboratif dalam tim manajemen rumah sakit:

1. Identifikasi Kebutuhan Pelatihan

Langkah pertama adalah mengidentifikasi area di mana tim membutuhkan peningkatan keterampilan. Ini bisa dilakukan melalui survei, wawancara, atau observasi kinerja tim. Fokus pada keterampilan komunikasi, pemecahan masalah, manajemen konflik, dan penggunaan teknologi kolaboratif.

2. Pelatihan Keterampilan Komunikasi

Komunikasi adalah kunci utama dalam kolaborasi. Adakan pelatihan yang fokus pada komunikasi efektif, mendengarkan aktif, dan teknik komunikasi non-verbal. Latih tim untuk berkomunikasi dengan jelas, terbuka, dan empati. Simulasi dan role-playing bisa menjadi metode pelatihan yang efektif untuk memperkuat keterampilan ini.

3. Workshop Pemecahan Masalah

Kemampuan untuk memecahkan masalah secara kolaboratif adalah keterampilan penting dalam manajemen rumah sakit. Selenggarakan workshop yang mengajarkan teknik pemecahan masalah, brainstorming, dan pengambilan keputusan bersama. Berikan studi kasus dan skenario nyata untuk melatih tim dalam menyelesaikan masalah secara efektif.

4. Manajemen Konflik

Konflik tidak dapat dihindari dalam lingkungan kerja, tetapi cara menangani konflik dapat menentukan seberapa baik tim berkolaborasi. Pelatihan manajemen konflik dapat membantu tim mengenali dan menyelesaikan konflik secara konstruktif. Fokus pada teknik mediasi, negosiasi, dan penyelesaian konflik yang menguntungkan semua pihak.

5. Penggunaan Teknologi Kolaboratif

Teknologi memainkan peran besar dalam meningkatkan kolaborasi tim. Adakan pelatihan tentang penggunaan alat-alat kolaboratif seperti platform manajemen proyek, perangkat lunak komunikasi, dan aplikasi berbagi dokumen. Pastikan semua anggota tim memahami cara menggunakan teknologi ini secara efektif untuk mendukung kerja tim.

6. Team Building Activities

Kegiatan team building adalah cara yang menyenangkan dan efektif untuk mengembangkan keterampilan kolaboratif. Kegiatan seperti outbound, permainan kelompok, atau proyek-proyek tim dapat membantu membangun kepercayaan, meningkatkan komunikasi, dan memperkuat hubungan antar anggota tim. Kegiatan ini juga bisa membantu tim untuk lebih mengenal satu sama lain dan bekerja sama lebih baik.

7. Evaluasi dan Tindak Lanjut

Setelah pelatihan dan workshop, penting untuk melakukan evaluasi untuk menilai efektivitas program pengembangan keterampilan. Lakukan tindak lanjut secara berkala untuk memastikan bahwa keterampilan yang telah dipelajari diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Feedback dari peserta juga penting untuk memperbaiki program pelatihan di masa depan.

Dengan mengembangkan keterampilan kolaboratif, tim manajemen rumah sakit dapat bekerja lebih efisien, mengatasi tantangan dengan lebih baik, dan mencapai tujuan organisasi secara bersama-sama. Pengembangan keterampilan ini tidak hanya meningkatkan kinerja tim, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis dan produktif.

Peningkatan Keterlibatan Karyawan

Mengapa Keterlibatan Karyawan Penting?

Keterlibatan karyawan adalah kunci untuk menciptakan tim manajemen yang solid dan produktif. Ketika karyawan merasa dihargai dan terlibat, mereka cenderung lebih berkomitmen terhadap tujuan organisasi dan lebih termotivasi untuk bekerja sama. Di rumah sakit, di mana koordinasi antar tim sangat penting untuk memastikan pelayanan yang optimal, meningkatkan keterlibatan karyawan dapat berdampak langsung pada kualitas perawatan pasien.

Strategi untuk Meningkatkan Keterlibatan Karyawan

  1. Membangun Budaya Apresiasi: Berikan penghargaan dan pengakuan kepada karyawan yang menunjukkan kinerja luar biasa atau berkontribusi dalam proyek kolaboratif. Pengakuan ini bisa berupa penghargaan formal, seperti Employee of the Month, atau bahkan sekedar ucapan terima kasih yang tulus.
  2. Fasilitasi Diskusi Terbuka:Ciptakan lingkungan di mana karyawan merasa nyaman untuk berbicara dan berbagi ide mereka tanpa takut dihakimi. Pertemuan rutin, seperti town hall meetings atau sesi brainstorming, dapat menjadi platform yang efektif untuk ini.
  3. Promosikan Keseimbangan Kerja dan Kehidupan Pribadi: Pastikan karyawan memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat dan menjalani kehidupan pribadi mereka. Menawarkan fleksibilitas dalam jam kerja atau opsi kerja dari rumah (remote work) bisa menjadi solusi untuk meningkatkan kepuasan dan kesejahteraan karyawan.
  4. Libatkan Karyawan dalam Pengambilan Keputusan: Memberikan karyawan kesempatan untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan penting dapat meningkatkan rasa kepemilikan mereka terhadap organisasi. Ini bisa dilakukan melalui komite atau kelompok kerja yang mencakup perwakilan dari berbagai departemen.
  5. Berikan Pelatihan dan Pengembangan Karir: Investasikan dalam pelatihan dan pengembangan keterampilan karyawan. Ketika karyawan melihat bahwa mereka memiliki peluang untuk berkembang dan naik pangkat, mereka cenderung lebih termotivasi dan terlibat dalam pekerjaan mereka.
  6. Ciptakan Program Mentoring dan Buddy System: Program mentoring di mana karyawan senior membimbing junior dapat meningkatkan rasa kebersamaan dan dukungan di antara tim. Buddy system, di mana karyawan baru diberi "teman" yang lebih berpengalaman, juga dapat membantu mereka merasa lebih cepat terintegrasi dan nyaman.
  7. Feedback dan Evaluasi Rutin: Adakan sesi feedback dan evaluasi secara berkala. Memberikan umpan balik konstruktif dapat membantu karyawan memahami kekuatan dan area untuk perbaikan mereka, serta menunjukkan bahwa manajemen peduli terhadap perkembangan mereka.

Meningkatkan keterlibatan karyawan bukanlah tugas yang mudah, tetapi dengan strategi yang tepat, manajemen rumah sakit dapat menciptakan lingkungan kerja yang positif dan produktif. Ini tidak hanya akan meningkatkan kolaborasi tim tetapi juga berdampak positif pada pelayanan pasien. Implementasikan strategi-strategi ini untuk melihat perubahan signifikan dalam dinamika tim dan operasional rumah sakit Anda.

Penyelesaian Konflik secara Konstruktif

Dalam lingkungan kerja yang kompleks seperti rumah sakit, konflik antar anggota tim manajemen tidak bisa dihindari. Konflik yang tidak ditangani dengan baik dapat merusak kolaborasi tim dan menghambat produktivitas. Oleh karena itu, penting bagi manajemen rumah sakit untuk memiliki strategi yang efektif dalam menyelesaikan konflik secara konstruktif.

Identifikasi Penyebab Konflik

Langkah pertama dalam menyelesaikan konflik adalah mengidentifikasi akar masalah. Beberapa penyebab umum konflik di lingkungan rumah sakit meliputi:

Dengan memahami penyebab utama konflik, manajemen dapat mengambil tindakan yang tepat untuk menyelesaikannya.

Teknik Resolusi Konflik

Mendengarkan dengan Aktif:

Mediasi:

Negosiasi:

Kompromi dan Konsensus:

Membangun Budaya Penyelesaian Konflik

Pelatihan dan Pengembangan:

Kebijakan Penyelesaian Konflik:

Lingkungan yang Mendukung:

Evaluasi dan Tindak Lanjut

  1. Monitoring: Pantau perkembangan setelah penyelesaian konflik untuk memastikan bahwa solusi yang diambil efektif dan berkelanjutan.
  2. Umpan Balik: Minta umpan balik dari anggota tim mengenai proses penyelesaian konflik dan bagaimana mereka merasa dengan hasilnya.
  3. Perbaikan Berkelanjutan: Gunakan umpan balik untuk memperbaiki strategi penyelesaian konflik dan memastikan bahwa metode yang digunakan semakin efektif dari waktu ke waktu.

Dengan pendekatan yang tepat dalam menangani konflik, manajemen rumah sakit dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis dan kolaboratif, sehingga meningkatkan efektivitas dan efisiensi tim dalam mencapai tujuan bersama.

Budaya Kerja Kolaboratif

Mengapa Budaya Kerja Kolaboratif Penting?

Budaya kerja kolaboratif merupakan landasan bagi tim manajemen rumah sakit yang efektif. Ketika anggota tim merasa didukung dan dihargai, mereka lebih cenderung untuk berkolaborasi dengan baik, berbagi ide, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Budaya ini juga dapat meningkatkan kepuasan kerja dan mengurangi tingkat turnover karyawan.

Strategi untuk Menciptakan Budaya Kerja Kolaboratif:

Pemimpin yang Mendukung Kolaborasi:

Peningkatan Interaksi Antar Tim:

Penyediaan Ruang Kerja yang Mendukung:

Penghargaan dan Pengakuan:

Transparansi dan Keterbukaan:

Pelatihan dan Pengembangan:

Dengan menerapkan strategi-strategi ini, manajemen rumah sakit dapat membangun budaya kerja yang kolaboratif, di mana setiap anggota tim merasa dihargai dan termotivasi untuk bekerja sama demi mencapai tujuan bersama. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan efisiensi operasional rumah sakit tetapi juga kualitas pelayanan kepada pasien.

Evaluasi dan Umpan Balik Rutin

Pentingnya Evaluasi Berkala dalam Kolaborasi Tim

Evaluasi dan umpan balik yang rutin merupakan aspek krusial dalam meningkatkan kolaborasi tim dalam manajemen rumah sakit. Proses ini membantu memastikan bahwa setiap anggota tim memahami perannya, menerima masukan konstruktif, dan dapat mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki. Evaluasi yang baik dapat meningkatkan keterlibatan dan semangat kerja, serta mempermudah penyesuaian strategi tim sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Langkah-Langkah untuk Melakukan Evaluasi dan Umpan Balik Rutin

  1. Jadwalkan Evaluasi Berkala: Tentukan frekuensi evaluasi yang konsisten, seperti bulanan atau kuartalan, untuk menilai kemajuan tim dan memberikan umpan balik yang berguna. Pertemuan ini harus dijadwalkan di awal dan dilakukan secara teratur agar tidak terlewat.
  2. Gunakan Alat Evaluasi yang Tepat: Manfaatkan alat dan sistem evaluasi yang memungkinkan pengumpulan data yang akurat dan relevan. Alat seperti survei kinerja, formulir umpan balik online, dan perangkat lunak manajemen proyek dapat membantu dalam proses ini.
  3. Berikan Umpan Balik Konstruktif: Umpan balik harus bersifat konstruktif dan fokus pada perbaikan. Hindari kritik yang bersifat pribadi dan arahkan umpan balik untuk mengidentifikasi solusi dan peluang pengembangan. Pastikan umpan balik disampaikan dengan cara yang membangun dan memotivasi.
  4. Ajak Anggota Tim untuk Berbicara: Fasilitasi diskusi terbuka di mana anggota tim dapat memberikan umpan balik tentang proses dan dinamika kerja. Ini dapat membantu mengidentifikasi masalah yang mungkin tidak terlihat dan memberikan perspektif tambahan tentang bagaimana meningkatkan kolaborasi.
  5. Tindak Lanjut dan Implementasi: Setelah umpan balik diterima, buat rencana aksi untuk menangani area yang perlu diperbaiki. Tindak lanjuti dengan anggota tim untuk memastikan bahwa perubahan yang disarankan telah diimplementasikan dan evaluasi kembali hasilnya.
  6. Rayakan Keberhasilan dan Kemajuan: Jangan hanya fokus pada aspek perbaikan; rayakan juga keberhasilan dan pencapaian tim. Pengakuan dan penghargaan terhadap pencapaian tim dapat meningkatkan moral dan motivasi anggota tim.

Manfaat Evaluasi dan Umpan Balik Rutin untuk Kolaborasi Tim

Dengan menerapkan evaluasi dan umpan balik rutin secara efektif, rumah sakit dapat meningkatkan kolaborasi tim mereka secara signifikan, menghasilkan lingkungan kerja yang lebih harmonis dan efisien.

Kesimpulan

Dalam lingkungan manajemen rumah sakit yang dinamis, kolaborasi tim yang efektif adalah kunci untuk mencapai tujuan organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan menerapkan delapan strategi yang telah dibahas, rumah sakit dapat mengatasi tantangan kolaborasi dan membangun tim yang lebih kohesif dan produktif.

1. Komunikasi yang Efektif: Memastikan bahwa setiap anggota tim memahami peran dan tanggung jawab mereka dengan jelas dapat mencegah miskomunikasi dan meningkatkan koordinasi.

2. Pembagian Tugas yang Jelas: Alokasi tugas yang tepat memungkinkan anggota tim untuk fokus pada kekuatan mereka, yang berkontribusi pada efisiensi kerja dan hasil yang lebih baik.

3. Penggunaan Teknologi Kolaboratif: Mengadopsi alat dan aplikasi yang mendukung kolaborasi dapat mempercepat proses komunikasi dan koordinasi, serta mempermudah manajemen proyek.

4. Pengembangan Keterampilan Tim: Pelatihan dan workshop secara rutin akan meningkatkan keterampilan kolaborasi dan memastikan bahwa tim selalu siap menghadapi tantangan baru.

5. Peningkatan Keterlibatan Karyawan: Keterlibatan yang tinggi dalam pekerjaan dapat meningkatkan motivasi dan komitmen anggota tim, yang pada gilirannya memperkuat kolaborasi.

6. Penyelesaian Konflik secara Konstruktif: Teknik penyelesaian konflik yang efektif memastikan bahwa masalah diselesaikan secara produktif, mengurangi ketegangan dan meningkatkan kerjasama.

7. Budaya Kerja Kolaboratif: Menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kolaborasi memotivasi anggota tim untuk bekerja bersama dengan lebih baik dan mencapai hasil yang lebih baik.

8. Evaluasi dan Umpan Balik Rutin: Evaluasi berkala dan umpan balik membantu tim untuk terus berkembang, memperbaiki proses, dan mengidentifikasi area yang membutuhkan perbaikan.

Dengan menerapkan strategi-strategi ini, manajemen rumah sakit dapat mengoptimalkan kolaborasi tim mereka, yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan pasien. Mengembangkan kolaborasi tim yang solid adalah investasi jangka panjang yang membawa manfaat signifikan bagi rumah sakit dan semua pemangku kepentingannya.

Share
Konsultasi Gratis
Frustasi dengan vendor
SIMRS Anda?
Ceritakan situasi RS Anda. Dalam demo 30 menit, kami tunjukkan berapa yang bisa dihemat — langsung dari data klaim Anda.
Chat via WhatsApp
Jawab < 1 jam di jam kerja

Dipercaya 50+ rumah sakit di 8+ provinsi

RSUP Dr. Hasan SadikinRSUP Dr. Hasan Sadikin
RS Univ. AndalasRS Univ. Andalas
RSUP Dr. Moh. HoesinRSUP Dr. Moh. Hoesin
RS Bethesda YogyakartaRS Bethesda Yogyakarta
RS SMC TelogorejoRS SMC Telogorejo
RST Bhakti Wira TamtamaRST Bhakti Wira Tamtama
LADOKGI RE MartadinataLADOKGI RE Martadinata
RSUD Kardinah TegalRSUD Kardinah Tegal
RS William BoothRS William Booth
RS Roemani MuhammadiyahRS Roemani Muhammadiyah
RS Panti Wilasa Dr. CiptoRS Panti Wilasa Dr. Cipto
RSD Idaman BanjarbaruRSD Idaman Banjarbaru
RSUP Dr. Hasan Sadikin
RS Univ. Andalas
RSUP Dr. Moh. Hoesin
RS Bethesda Yogyakarta
RS SMC Telogorejo
RST Bhakti Wira Tamtama
LADOKGI RE Martadinata
RSUD Kardinah Tegal
RS William Booth
RS Roemani Muhammadiyah
RS Panti Wilasa Dr. Cipto
RSD Idaman Banjarbaru