9 Rahasia Mengurangi Waktu Tunggu Pasien di Rumah Sakit yang Wajib Anda Coba!

Thesar MedMinutes, Content & Marketing MedMinutes · · 20 menit baca
9 Rahasia Mengurangi Waktu Tunggu Pasien di Rumah Sakit yang Wajib Anda Coba!
Waktu Tunggu Pasien

Pendahuluan

Waktu tunggu pasien di rumah sakit merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi kepuasan dan pengalaman pasien. Bagi manajemen rumah sakit, mengurangi waktu tunggu pasien bukan hanya meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga mencerminkan efisiensi operasional dan ketepatan dalam manajemen sumber daya. Dalam dunia medis yang serba cepat, setiap menit sangat berharga, baik bagi pasien yang membutuhkan perawatan segera maupun bagi rumah sakit yang ingin menjaga reputasinya.

Mengapa Waktu Tunggu Penting?

Waktu tunggu yang lama dapat menyebabkan berbagai dampak negatif, termasuk meningkatnya tingkat stres dan ketidaknyamanan pasien, serta kemungkinan memburuknya kondisi medis mereka. Pasien yang menunggu terlalu lama juga cenderung merasa diabaikan, yang dapat mengurangi kepercayaan mereka terhadap sistem kesehatan dan profesional medis. Hal ini tidak hanya mempengaruhi kepuasan pasien tetapi juga berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit.

Dampak Waktu Tunggu pada Kepuasan Pasien

Penelitian menunjukkan bahwa pengalaman pasien selama menunggu di rumah sakit berpengaruh langsung terhadap penilaian mereka terhadap keseluruhan kualitas layanan. Pasien yang puas dengan waktu tunggu yang minimal lebih mungkin memberikan ulasan positif dan merekomendasikan rumah sakit kepada orang lain. Di sisi lain, waktu tunggu yang tidak terkendali dapat mengakibatkan keluhan, ulasan negatif, dan bahkan hilangnya pasien ke fasilitas kesehatan lain.

Dalam artikel ini, kita akan membahas 9 cara efektif yang dapat diterapkan oleh manajemen rumah sakit untuk mengurangi waktu tunggu pasien. Dengan menerapkan strategi-strategi ini, rumah sakit dapat meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan kepuasan pasien, dan pada akhirnya, memperkuat reputasi mereka di mata masyarakat.

Optimalkan Proses Pendaftaran

2.1 Penggunaan Teknologi dalam Pendaftaran
Mengurangi waktu tunggu pasien bisa dimulai dari proses pendaftaran yang efisien. Teknologi memainkan peran kunci dalam mempercepat langkah ini. Rumah sakit dapat mengadopsi sistem pendaftaran elektronik yang memungkinkan pasien mengisi data pribadi, riwayat kesehatan, dan informasi asuransi mereka secara online sebelum kedatangan. Hal ini tidak hanya mempercepat proses di tempat, tetapi juga mengurangi kemungkinan kesalahan data yang sering terjadi saat pendaftaran manual.

2.2 Pre-Registrasi Online
Pre-registrasi online adalah langkah proaktif yang bisa menghemat banyak waktu bagi pasien dan staf rumah sakit. Dengan memungkinkan pasien untuk mengisi formulir pendaftaran dan memberikan informasi medis penting sebelum kunjungan mereka, rumah sakit dapat mengurangi waktu yang dihabiskan pasien di meja pendaftaran. Pre-registrasi online juga memungkinkan staf untuk mempersiapkan kunjungan pasien dengan lebih baik, memastikan bahwa semua dokumen yang diperlukan sudah siap sebelum pasien tiba.

2.3 Penggunaan Kios Pendaftaran Mandiri
Penerapan kios pendaftaran mandiri di area penerimaan dapat membantu mengurangi antrean panjang dan mempermudah proses check-in pasien. Kios ini memungkinkan pasien untuk mendaftar sendiri dengan cepat, memperbarui informasi pribadi, dan mencetak nomor antrian. Sistem ini juga dapat dikombinasikan dengan pembaca kartu identitas atau kartu asuransi untuk memverifikasi data dengan lebih efisien.

2.4 Integrasi dengan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS)
Mengintegrasikan proses pendaftaran dengan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) memastikan bahwa informasi pasien segera tersedia untuk semua departemen yang relevan. Dengan demikian, staf medis dapat mengakses riwayat kesehatan pasien, data asuransi, dan informasi lain yang diperlukan tanpa penundaan, mengurangi waktu tunggu di berbagai titik pelayanan.

2.5 Personalisasi Layanan Pendaftaran
Pelayanan yang dipersonalisasi dapat meningkatkan efisiensi proses pendaftaran. Misalnya, petugas pendaftaran dapat dilatih untuk mengidentifikasi pasien dengan kebutuhan khusus, seperti pasien lanjut usia atau mereka yang memiliki keterbatasan fisik, sehingga dapat memberikan bantuan yang diperlukan dengan cepat. Selain itu, komunikasi yang ramah dan jelas dapat membuat pasien merasa lebih nyaman dan proses pendaftaran berjalan lebih lancar.

Dengan mengimplementasikan langkah-langkah ini, rumah sakit dapat mengoptimalkan proses pendaftaran, mengurangi waktu tunggu pasien secara signifikan, dan meningkatkan kepuasan pasien secara keseluruhan.

Tingkatkan Efisiensi Triase

Triase adalah proses penting dalam manajemen rumah sakit yang menentukan prioritas perawatan pasien berdasarkan tingkat keparahan kondisi mereka. Mengoptimalkan proses triase dapat secara signifikan mengurangi waktu tunggu pasien dan meningkatkan efisiensi pelayanan.

Pelatihan Staff Triase

a. Pelatihan Reguler dan Mendalam

Pelatihan triase yang efektif harus menjadi bagian rutin dari program pengembangan profesional di rumah sakit. Ini termasuk pelatihan tentang penilaian cepat kondisi pasien, penggunaan alat penilaian triase, dan pemahaman tentang protokol triase terbaru. Pelatihan ini harus mencakup simulasi situasi nyata untuk memastikan staf dapat mengaplikasikan pengetahuan mereka secara praktis.

b. Evaluasi dan Umpan Balik

Evaluasi rutin kinerja staf triase dan memberikan umpan balik konstruktif adalah kunci untuk memastikan standar tinggi tetap terjaga. Umpan balik dapat membantu mengidentifikasi area yang membutuhkan peningkatan dan merayakan keberhasilan yang telah dicapai.

Protokol Prioritas Pasien

a. Standarisasi Protokol Triase

Mengembangkan dan menerapkan protokol triase yang standar dapat membantu dalam penentuan prioritas pasien secara cepat dan akurat. Protokol ini harus jelas dan mudah diikuti oleh semua staf, memastikan bahwa setiap pasien dinilai dengan konsisten.

b. Penggunaan Teknologi dalam Triase

Memanfaatkan teknologi, seperti perangkat lunak triase otomatis, dapat membantu dalam penentuan prioritas pasien dengan cepat dan akurat. Teknologi ini dapat menganalisis data medis pasien secara real-time, memberikan rekomendasi yang didasarkan pada algoritma medis terkini.

c. Pemantauan Berkelanjutan

Melakukan pemantauan terus-menerus terhadap proses triase dapat membantu mengidentifikasi bottleneck dan area yang memerlukan perbaikan. Penggunaan indikator kinerja utama (KPI) untuk triase, seperti waktu respons awal dan waktu untuk keputusan triase, dapat membantu dalam pemantauan ini.

Dengan mengoptimalkan efisiensi triase melalui pelatihan yang tepat, penerapan protokol yang standar, dan pemanfaatan teknologi, rumah sakit dapat mengurangi waktu tunggu pasien secara signifikan. Hal ini tidak hanya meningkatkan kepuasan pasien tetapi juga meningkatkan keseluruhan kualitas layanan rumah sakit.

Implementasi Sistem Antrian Elektronik

Mengurangi waktu tunggu pasien di rumah sakit menjadi salah satu fokus utama dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan. Implementasi sistem antrian elektronik adalah salah satu cara efektif yang bisa diterapkan. Berikut ini adalah beberapa langkah dan manfaat dari penggunaan sistem ini:

Manfaat Sistem Antrian Elektronik

Efisiensi Operasional

Peningkatan Kepuasan Pasien

Pengurangan Beban Administrasi

Langkah-Langkah Implementasi

Analisis Kebutuhan

Pemilihan Sistem

Pelatihan dan Sosialisasi

Monitoring dan Evaluasi

Dengan langkah-langkah yang tepat, implementasi sistem antrian elektronik dapat menjadi solusi efektif untuk mengurangi waktu tunggu pasien di rumah sakit, meningkatkan kepuasan pasien, dan mengoptimalkan operasional rumah sakit.

Penjadwalan yang Efektif

Penjadwalan yang efektif adalah salah satu kunci utama dalam mengurangi waktu tunggu pasien di rumah sakit. Dengan pengaturan jadwal yang tepat, rumah sakit dapat memastikan bahwa sumber daya manusia dan fasilitas medis digunakan secara optimal. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat diterapkan:

Manajemen Jadwal Dokter

  1. Analisis Pola Kedatangan Pasien: Melakukan analisis mendalam terhadap pola kedatangan pasien dapat membantu dalam merancang jadwal yang sesuai. Misalnya, jika ada lonjakan pasien pada waktu tertentu, rumah sakit dapat menambah jumlah dokter atau staf pada jam-jam tersebut.
  2. Rotasi Shift yang Tepat: Mengatur rotasi shift dokter dan staf medis secara efisien dapat memastikan bahwa tenaga medis selalu tersedia tanpa mengorbankan kualitas layanan. Rotasi shift yang baik juga dapat membantu mengurangi kelelahan di antara tenaga medis.
  3. Penggunaan Data Historis: Menggunakan data historis tentang kedatangan pasien untuk memprediksi dan menyesuaikan jadwal dokter. Hal ini membantu dalam menghindari overbooking atau underbooking yang dapat mempengaruhi waktu tunggu pasien.

Penggunaan Software Penjadwalan

  1. Automasi Penjadwalan: Mengadopsi software penjadwalan otomatis dapat mengurangi kesalahan manusia dalam penjadwalan dan memastikan alokasi waktu yang efisien untuk setiap pasien. Software ini juga dapat memberikan pengingat otomatis kepada pasien tentang janji temu mereka.
  2. Integrasi dengan Sistem Rumah Sakit: Menggunakan software yang terintegrasi dengan sistem manajemen rumah sakit lainnya (seperti EHR/EMR) memungkinkan akses mudah terhadap catatan pasien dan riwayat medis, sehingga proses penjadwalan menjadi lebih akurat dan efisien.
  3. Penjadwalan Dinamis: Menggunakan software yang memungkinkan penjadwalan dinamis, di mana jadwal dapat disesuaikan secara real-time berdasarkan situasi aktual di rumah sakit. Misalnya, jika ada pembatalan janji temu, slot tersebut dapat segera diisi oleh pasien lain yang sedang menunggu.

Pelatihan dan Kesadaran Staf

  1. Pelatihan Penggunaan Software: Memberikan pelatihan yang komprehensif kepada staf tentang penggunaan software penjadwalan. Staf yang terlatih dengan baik dapat memanfaatkan semua fitur software untuk mengoptimalkan penjadwalan.
  2. Kesadaran Akan Pentingnya Penjadwalan Efektif: Meningkatkan kesadaran di antara staf tentang pentingnya penjadwalan yang efektif dalam mengurangi waktu tunggu pasien. Kesadaran ini dapat memotivasi mereka untuk mematuhi jadwal dan bekerja lebih efisien.

Pengelolaan Janji Temu

  1. Konfirmasi Janji Temu: Mengirimkan pengingat kepada pasien melalui SMS atau email beberapa hari sebelum janji temu mereka. Ini membantu mengurangi tingkat ketidakhadiran (no-show) dan memastikan bahwa waktu dokter digunakan secara optimal.
  2. Kebijakan Pembatalan dan Reschedule yang Fleksibel: Memberikan kemudahan bagi pasien untuk membatalkan atau menjadwalkan ulang janji temu mereka. Kebijakan ini memungkinkan rumah sakit untuk segera mengisi slot yang kosong dan mengurangi waktu tunggu bagi pasien lain.

Dengan mengimplementasikan strategi-strategi di atas, rumah sakit dapat secara signifikan mengurangi waktu tunggu pasien, meningkatkan kepuasan pasien, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya medis mereka. Penjadwalan yang efektif bukan hanya tentang mengatur waktu, tetapi juga tentang memahami kebutuhan pasien dan menyediakan layanan yang responsif dan efisien.

Kolaborasi Tim Medis

Kolaborasi tim medis yang baik adalah salah satu kunci utama dalam mengurangi waktu tunggu pasien di rumah sakit. Dengan bekerja secara efisien dan terkoordinasi, tim medis dapat mempercepat proses diagnosis dan perawatan, sehingga pasien tidak perlu menunggu terlalu lama. Berikut adalah beberapa cara untuk meningkatkan kolaborasi tim medis:

Pembagian Tugas yang Jelas

Pembagian tugas yang jelas dan terstruktur sangat penting dalam tim medis. Setiap anggota tim harus mengetahui peran dan tanggung jawab masing-masing untuk menghindari kebingungan dan penundaan. Beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencapai hal ini meliputi:

Komunikasi Efektif Antar Tim

Komunikasi yang efektif adalah kunci untuk memastikan kolaborasi yang sukses dalam tim medis. Berikut adalah beberapa strategi untuk meningkatkan komunikasi antar tim:

Pengembangan Budaya Kerja Sama

Membangun budaya kerja sama yang kuat dalam rumah sakit juga sangat penting. Ini melibatkan semua anggota tim medis, dari dokter hingga perawat dan staf administrasi. Beberapa cara untuk mengembangkan budaya kerja sama meliputi:

Dengan menerapkan strategi-strategi ini, manajemen rumah sakit dapat meningkatkan kolaborasi tim medis secara signifikan, yang pada gilirannya akan membantu mengurangi waktu tunggu pasien dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan.

Penggunaan Teknologi Telemedicine

Telemedicine merupakan salah satu inovasi yang telah mengubah cara pelayanan kesehatan diberikan, terutama dalam konteks mengurangi waktu tunggu pasien di rumah sakit. Dengan telemedicine, banyak manfaat yang bisa didapat oleh rumah sakit dan pasien, termasuk efisiensi waktu, pengurangan antrian fisik, dan peningkatan akses terhadap layanan kesehatan.

Konsultasi Awal Melalui Telemedicine

Salah satu cara utama telemedicine dapat mengurangi waktu tunggu adalah dengan menyediakan konsultasi awal secara virtual. Berikut adalah beberapa poin penting mengenai manfaat konsultasi awal melalui telemedicine:

Pemeriksaan Awal yang Cepat:

Pengurangan Kunjungan Fisik yang Tidak Perlu:

Penyuluhan Kesehatan dan Konsultasi Berkelanjutan:

Pengurangan Beban Antrian Fisik

Telemedicine tidak hanya menguntungkan pasien tetapi juga membantu rumah sakit dalam mengelola beban antrian. Berikut adalah beberapa cara telemedicine dapat mengurangi beban antrian fisik:

Manajemen Waktu yang Lebih Efisien:

Prioritas untuk Kasus Darurat:

Optimalisasi Sumber Daya Rumah Sakit:

Implementasi Teknologi Telemedicine

Untuk memaksimalkan manfaat telemedicine dalam mengurangi waktu tunggu pasien, rumah sakit perlu melakukan beberapa langkah implementasi:

Investasi pada Platform Telemedicine yang Andal:

Pelatihan untuk Tenaga Medis dan Staff:

Edukasi Pasien tentang Telemedicine:

Dengan penerapan telemedicine yang baik, rumah sakit dapat secara signifikan mengurangi waktu tunggu pasien, meningkatkan efisiensi pelayanan, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pasien.

Peningkatan Jumlah dan Kualitas Tenaga Medis

Mengurangi waktu tunggu pasien di rumah sakit tidak hanya bergantung pada teknologi dan sistem antrian yang efisien. Salah satu faktor krusial adalah tenaga medis yang cukup dan berkualitas. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat diterapkan:

Rekrutmen Tenaga Medis Tambahan

  1. Identifikasi Kebutuhan: Melakukan analisis kebutuhan tenaga medis secara berkala untuk mengetahui kekurangan yang ada. Hal ini melibatkan evaluasi jumlah pasien, beban kerja, dan jam operasional rumah sakit.
  2. Proses Rekrutmen yang Efektif: Menerapkan proses rekrutmen yang cepat dan efisien. Menggunakan platform rekrutmen online dan kerjasama dengan institusi pendidikan medis dapat mempercepat proses pencarian kandidat yang sesuai.
  3. Kerjasama dengan Lembaga Pendidikan: Menjalin kemitraan dengan universitas atau sekolah kedokteran untuk program magang atau residensi. Hal ini tidak hanya menyediakan tambahan tenaga medis, tetapi juga membantu mengembangkan calon dokter dan perawat yang berkualitas.

Pelatihan dan Pengembangan Berkelanjutan

  1. Pelatihan Berbasis Kompetensi: Menyediakan program pelatihan berkala yang fokus pada peningkatan kompetensi klinis dan manajerial. Ini termasuk pelatihan tentang prosedur medis terbaru, penggunaan teknologi kesehatan, dan manajemen waktu.
  2. Program Pengembangan Karir: Menerapkan program pengembangan karir yang jelas untuk tenaga medis. Memberikan kesempatan untuk mengikuti seminar, workshop, dan kursus lanjutan dapat meningkatkan motivasi dan kinerja mereka.
  3. Evaluasi Kinerja Rutin: Melakukan evaluasi kinerja secara rutin untuk mengidentifikasi area yang membutuhkan peningkatan. Umpan balik yang konstruktif dan penghargaan atas kinerja yang baik dapat meningkatkan produktivitas tenaga medis.

Manajemen Beban Kerja

  1. Jadwal Kerja yang Fleksibel: Menyusun jadwal kerja yang fleksibel dan adil. Menghindari penumpukan shift dan memastikan ada waktu istirahat yang cukup dapat mengurangi kelelahan dan meningkatkan efisiensi kerja.
  2. Distribusi Beban Kerja yang Merata: Menerapkan sistem distribusi beban kerja yang merata di antara tenaga medis. Menggunakan teknologi untuk mengatur jadwal dan mengelola antrian pasien dapat membantu mengurangi tekanan pada staf medis.
  3. Penggunaan Tenaga Bantuan: Menggunakan tenaga bantuan seperti asisten medis atau perawat praktis untuk tugas-tugas non-kritikal dapat membantu mengurangi beban kerja dokter dan perawat utama, sehingga mereka dapat fokus pada penanganan pasien.

Dengan strategi-strategi ini, rumah sakit dapat memastikan bahwa mereka memiliki tenaga medis yang cukup dan berkualitas untuk memberikan pelayanan yang cepat dan efisien, sehingga mengurangi waktu tunggu pasien secara signifikan.

Penyederhanaan Proses Administrasi

Penyederhanaan proses administrasi di rumah sakit merupakan langkah krusial dalam upaya mengurangi waktu tunggu pasien. Proses administrasi yang rumit dan memakan waktu dapat memperpanjang waktu tunggu dan mengganggu pengalaman pasien. Berikut adalah beberapa strategi untuk menyederhanakan proses administrasi dan meningkatkan efisiensi:

Digitalisasi Dokumen

1. Implementasi Sistem Rekam Medis Elektronik (RME)

2. Penggunaan Aplikasi Pendaftaran Online

3. Automatisasi Proses Pengisian Formulir

Pengurangan Birokrasi yang Tidak Perlu

1. Penyederhanaan Proses Persetujuan dan Verifikasi

2. Integrasi Sistem Administrasi

3. Penggunaan Teknologi untuk Mengurangi Waktu Tunggu Administrasi

Dengan menerapkan strategi-strategi ini, rumah sakit dapat menyederhanakan proses administrasi, mengurangi waktu tunggu pasien, dan meningkatkan kepuasan pasien. Implementasi yang efektif dari langkah-langkah ini memerlukan perhatian terhadap detail, pelatihan yang memadai untuk staff, dan evaluasi berkala untuk memastikan hasil yang optimal.

Penyediaan Fasilitas Pendukung yang Memadai

Ruang Tunggu yang Nyaman

Ruang tunggu yang nyaman dan berfungsi dengan baik dapat membuat perbedaan besar dalam pengalaman pasien. Beberapa langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan kenyamanan ruang tunggu meliputi:

Informasi yang Jelas dan Mudah Diakses

Memberikan informasi yang jelas kepada pasien tentang waktu tunggu dan prosedur rumah sakit dapat mengurangi ketidakpastian dan meningkatkan kepuasan. Langkah-langkah berikut bisa diterapkan:

Ketersediaan Fasilitas Tambahan

Fasilitas tambahan yang mendukung kenyamanan pasien juga sangat penting:

Evaluasi dan Peningkatan Berkala

Secara teratur evaluasi efektivitas fasilitas pendukung dan buatlah penyesuaian sesuai kebutuhan. Melakukan survei kepuasan pasien dan mendapatkan umpan balik dari staff akan membantu mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan memastikan bahwa fasilitas tersebut terus memenuhi harapan pasien.

Dengan menyediakan fasilitas pendukung yang memadai, rumah sakit tidak hanya dapat meningkatkan kenyamanan pasien selama waktu tunggu tetapi juga berkontribusi pada pengurangan waktu tunggu secara keseluruhan, mendukung manajemen rumah sakit yang lebih efektif dan efisien.

Kesimpulan

Mengurangi waktu tunggu pasien adalah tantangan utama dalam manajemen rumah sakit yang mempengaruhi kepuasan pasien dan efisiensi operasional. Dalam artikel ini, telah dibahas 9 strategi efektif untuk menangani masalah ini, mulai dari optimasi proses pendaftaran hingga penggunaan teknologi telemedicine. Setiap langkah dirancang untuk meningkatkan alur kerja, mengurangi birokrasi, dan memperbaiki pengalaman pasien secara keseluruhan.

Penerapan sistem antrian elektronik dan penjadwalan yang lebih efisien dapat mempermudah manajemen waktu dan mengurangi antrian. Kolaborasi yang lebih baik antara tim medis serta pelatihan yang memadai juga berperan penting dalam mengurangi keterlambatan. Selain itu, investasi dalam teknologi dan fasilitas pendukung yang memadai, seperti ruang tunggu yang nyaman, berkontribusi pada pengalaman pasien yang lebih positif.

Sebagai manajemen rumah sakit, penting untuk melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap proses dan strategi yang diterapkan. Menerapkan langkah-langkah ini secara konsisten tidak hanya membantu mengurangi waktu tunggu pasien tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan. Dengan perhatian dan tindakan yang tepat, rumah sakit dapat menciptakan lingkungan yang lebih responsif dan memuaskan bagi pasien serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Baca Juga: 7 Strategi Ampuh Manajemen Rumah Sakit untuk Meningkatkan Loyalitas Pasien Secara Drastis!

Share
Konsultasi Gratis
Frustasi dengan vendor
SIMRS Anda?
Ceritakan situasi RS Anda. Dalam demo 30 menit, kami tunjukkan berapa yang bisa dihemat — langsung dari data klaim Anda.
Chat via WhatsApp
Jawab < 1 jam di jam kerja

Dipercaya 50+ rumah sakit di 8+ provinsi

RSUP Dr. Hasan SadikinRSUP Dr. Hasan Sadikin
RS Univ. AndalasRS Univ. Andalas
RSUP Dr. Moh. HoesinRSUP Dr. Moh. Hoesin
RS Bethesda YogyakartaRS Bethesda Yogyakarta
RS SMC TelogorejoRS SMC Telogorejo
RST Bhakti Wira TamtamaRST Bhakti Wira Tamtama
LADOKGI RE MartadinataLADOKGI RE Martadinata
RSUD Kardinah TegalRSUD Kardinah Tegal
RS William BoothRS William Booth
RS Roemani MuhammadiyahRS Roemani Muhammadiyah
RS Panti Wilasa Dr. CiptoRS Panti Wilasa Dr. Cipto
RSD Idaman BanjarbaruRSD Idaman Banjarbaru
RSUP Dr. Hasan Sadikin
RS Univ. Andalas
RSUP Dr. Moh. Hoesin
RS Bethesda Yogyakarta
RS SMC Telogorejo
RST Bhakti Wira Tamtama
LADOKGI RE Martadinata
RSUD Kardinah Tegal
RS William Booth
RS Roemani Muhammadiyah
RS Panti Wilasa Dr. Cipto
RSD Idaman Banjarbaru