PCare BPJS Kesehatan: Panduan Lengkap & Dampaknya pada Klaim Rumah Sakit [2026]

Thesar MedMinutes, Business Development MedMinutes · · 18 menit baca
PCare BPJS Kesehatan: Panduan Lengkap & Dampaknya pada Klaim Rumah Sakit [2026]

PCare BPJS Kesehatan: Panduan Lengkap & Dampaknya pada Klaim Rumah Sakit

Setiap klaim BPJS yang Anda ajukan dari rumah sakit sebenarnya dimulai jauh sebelum pasien menginjakkan kaki di IGD atau poli spesialis. Klaim itu dimulai di puskesmas atau klinik pratama — tepatnya di sistem bernama PCare — saat dokter umum mengetik diagnosis, memilih kode ICD-10, dan menerbitkan rujukan digital.

Jika data di PCare salah, tidak lengkap, atau expired, maka klaim RS Anda yang menanggung akibatnya.

Inilah perspektif yang jarang dibahas. Sebagian besar artikel tentang PCare ditulis untuk pengguna FKTP: cara login, cara input kunjungan, cara membuat rujukan. Tapi bagi Anda yang bekerja di manajemen rumah sakit, tim casemix, atau bagian keuangan RS, pertanyaan yang lebih penting adalah: bagaimana data PCare dari FKTP mempengaruhi nasib klaim Anda?

Berdasarkan pengalaman kami bekerja dengan 50+ rumah sakit di 8+ provinsi, masalah rujukan dari PCare menyumbang 8-15% dari total klaim pending di banyak RS — setara dengan Rp 50-150 juta revenue tertahan per bulan untuk RS Tipe C. Ini sering diabaikan karena RS merasa "itu bukan area kami." Padahal, dampaknya sangat nyata di laporan keuangan.

Artikel ini membahas PCare dari sudut pandang rumah sakit: apa itu, bagaimana alur datanya sampai ke klaim RS, dan — yang paling penting — 5 masalah PCare yang bisa membuat klaim Anda ditolak atau pending.


Apa Itu PCare BPJS Kesehatan?

PCare (Primary Care) adalah aplikasi berbasis web yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan untuk digunakan oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) — meliputi puskesmas, klinik pratama, dan dokter praktik perorangan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Sistem ini diluncurkan pada tahun 2014 dan kini digunakan oleh lebih dari 20.000 FKTP di seluruh Indonesia. PCare menjadi tulang punggung operasional pelayanan kesehatan primer dalam ekosistem JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).

Mengapa RS Perlu Memahami PCare?

Meskipun RS tidak menggunakan PCare secara langsung, data yang dihasilkan PCare mengalir ke dalam sistem klaim RS melalui mekanisme rujukan digital. Setiap rujukan yang diterbitkan di PCare akan masuk ke database BPJS Kesehatan dan kemudian diakses oleh RS melalui VClaim saat membuat SEP (Surat Elegibilitas Peserta).

Dengan kata lain: kualitas data di PCare secara langsung mempengaruhi kelancaran proses klaim di rumah sakit Anda.

PCare diakses melalui URL resmi BPJS Kesehatan dan memerlukan kredensial yang diberikan langsung oleh kantor cabang BPJS kepada masing-masing FKTP. Setiap FKTP memiliki akun unik yang terhubung dengan kode faskes, sehingga semua transaksi tercatat dan dapat ditelusuri.


Fitur Utama PCare

Untuk memahami dampak PCare terhadap klaim RS, penting untuk mengetahui apa saja yang bisa dilakukan oleh sistem ini di level FKTP. Berikut fitur-fitur utama PCare yang relevan bagi rumah sakit:

1. Pendaftaran Peserta dan Kunjungan

PCare mencatat setiap kunjungan pasien BPJS di FKTP. Data yang diinput meliputi nomor kartu BPJS, NIK, keluhan utama, dan jenis kunjungan (sakit, sehat, atau rujukan balik). Pendaftaran ini menjadi jejak digital pertama dalam perjalanan pasien di ekosistem JKN.

2. Entry Diagnosis ICD-10

Dokter di FKTP memasukkan diagnosis menggunakan kode ICD-10 melalui PCare. Ini adalah titik kritis pertama — karena kode diagnosis yang diinput di PCare akan dibandingkan dengan diagnosis akhir di RS saat verifikasi klaim. Ketidaksesuaian yang signifikan bisa memicu pertanyaan dari verifikator BPJS.

3. Rujukan Digital ke FKRTL (Rumah Sakit)

Ketika kondisi pasien memerlukan penanganan spesialistik, dokter FKTP membuat rujukan digital melalui PCare. Rujukan ini berisi:

Rujukan digital inilah yang kemudian "dibaca" oleh sistem VClaim di RS saat pembuatan SEP.

4. Modul eClaim Kapitasi

PCare juga memiliki modul untuk mengelola klaim kapitasi — yaitu model pembayaran dari BPJS ke FKTP berdasarkan jumlah peserta terdaftar, bukan jumlah kunjungan. Modul ini tidak berdampak langsung pada klaim RS, tetapi menunjukkan bahwa PCare adalah ekosistem yang lengkap untuk operasional FKTP.

5. Program Khusus: Prolanis, KB, dan Imunisasi

PCare mendukung pencatatan program khusus seperti:

Data Prolanis di PCare penting bagi RS karena pasien kronis yang terdaftar di Prolanis memiliki jalur rujukan khusus dan sering kali menjadi pasien reguler RS melalui mekanisme rujuk balik (PRB).


PCare vs VClaim vs eClaim — Perbandingan Sistem BPJS Kesehatan

Salah satu sumber kebingungan di lapangan adalah banyaknya sistem BPJS Kesehatan yang saling terhubung. Berikut perbandingan tiga sistem utama yang perlu dipahami oleh manajemen RS:

AspekPCareVClaimeClaim (E-Klaim)
PenggunaFKTP (puskesmas, klinik pratama)FKRTL (rumah sakit)FKRTL (rumah sakit)
Fungsi utamaPendaftaran pasien + pembuatan rujukanPembuatan SEP + verifikasi eligibilitasGrouper INA-CBG + submit klaim
Input diagnosisICD-10 (level FKTP)Menerima diagnosis dari rujukan PCareICD-10 & ICD-9-CM final dari RS
Model pembayaranKapitasi (per peserta terdaftar)Tidak mengelola pembayaranINA-CBG (per episode perawatan)
Interaksi antar sistemMengirim data rujukan ke BPJSMenerima rujukan dari PCareMenerima data koding dari RS
Siapa yang input dataDokter FKTP / petugas pendaftaran FKTPPetugas pendaftaran RSKoder / tim casemix RS
Dampak pada klaim RSMenentukan validitas rujukanMenentukan eligibilitas pasienMenentukan besaran tarif klaim

Yang Perlu Dipahami RS

Ketiga sistem ini membentuk rantai data yang saling tergantung:

  1. PCare menghasilkan rujukan dengan diagnosis awal
  2. VClaim menerima rujukan tersebut dan membuat SEP sebagai dasar pelayanan
  3. eClaim mengelompokkan diagnosis dan prosedur akhir RS ke dalam tarif INA-CBG

Jika mata rantai pertama (PCare) menghasilkan data yang bermasalah, efek dominonya akan terasa sampai ke eClaim — yaitu saat klaim RS Anda diverifikasi.


Demo Gratis 30 Menit
Lihat langsung berapa
revenue RS Anda yang bocor
Dalam 30 menit, kami analisis data klaim RS Anda — langsung di depan Anda.
Jadwalkan Demo
Tanpa biaya, tanpa kewajiban

Alur Data: Dari PCare di FKTP ke Klaim di Rumah Sakit

Inilah bagian yang jarang dibahas oleh artikel lain, padahal memahami alur ini adalah kunci untuk mendeteksi dan mencegah masalah klaim lebih awal. Berikut alur lengkapnya:

Langkah 1: Pasien Berkunjung ke FKTP — Data Masuk PCare

Pasien BPJS datang ke puskesmas atau klinik pratama. Petugas mendaftarkan kunjungan di PCare, dan dokter FKTP melakukan pemeriksaan. Jika pasien memerlukan penanganan di RS, dokter membuat diagnosis menggunakan kode ICD-10 dan menerbitkan rujukan digital melalui PCare.

Pada titik ini, beberapa data kritis sudah "terkunci" di sistem BPJS:

Langkah 2: Rujukan Masuk ke Database BPJS Kesehatan

Setelah disimpan di PCare, data rujukan secara otomatis tersinkronisasi ke server pusat BPJS Kesehatan. Rujukan ini mendapat nomor unik yang bisa diverifikasi oleh fasilitas kesehatan manapun yang terhubung ke sistem BPJS.

Langkah 3: RS Menerima Rujukan via VClaim

Saat pasien datang ke RS, petugas pendaftaran RS mengakses data rujukan melalui VClaim (atau melalui bridging VClaim yang terintegrasi dengan SIMRS). Petugas memverifikasi:

Jika semua valid, petugas membuat SEP (Surat Elegibilitas Peserta) yang menjadi dasar hukum pelayanan BPJS di RS.

Langkah 4: Pelayanan di RS — Koding Klaim

Pasien mendapat pelayanan di RS. Setelah selesai, tim casemix atau koder RS melakukan koding menggunakan ICD-10 (diagnosis) dan ICD-9-CM (prosedur/tindakan). Data ini dimasukkan ke eClaim dan diproses oleh grouper INA-CBG untuk menentukan tarif klaim.

Langkah 5: Verifikasi Klaim — BPJS Cross-Check dengan Data PCare

Inilah momen krusial. Saat verifikator BPJS memeriksa klaim RS, mereka tidak hanya melihat data klaim itu sendiri. Mereka juga meng-cross-check dengan data asal rujukan di PCare, termasuk:

Jika ditemukan ketidaksesuaian yang signifikan, klaim RS bisa di-pending atau ditolak — meskipun pelayanan medis yang diberikan RS sudah benar dan sesuai standar.

Visualisasi Alur Data

FKTP (PCare)          BPJS Server          RS (VClaim + eClaim)

│ │ │

├─ Input kunjungan ────► │

├─ Diagnosis ICD-10 ──► │

├─ Terbit rujukan ────►── Simpan rujukan ──► │

│ │ ├──► Terima rujukan

│ │ ├──► Buat SEP

│ │ ├──► Pelayanan medis

│ │ ├──► Koding ICD-10/9-CM

│ │ ├──► Submit klaim

│ │ │

│ ├─── Cross-check ◄──────┤

│ │ PCare vs klaim RS │

│ │ │

│ ├──► APPROVE / PENDING / TOLAK


5 Masalah PCare yang Berdampak pada Klaim RS

Berikut lima masalah paling umum yang berasal dari PCare tetapi berdampak langsung pada klaim rumah sakit. Masing-masing dilengkapi dengan dampak ke RS, cara mendeteksi, dan solusi praktis.

1. Rujukan Expired (Lebih dari 90 Hari)

Masalah: Rujukan dari PCare memiliki masa berlaku 90 hari sejak tanggal diterbitkan. Jika pasien baru datang ke RS setelah 90 hari, atau jika RS terlambat memproses, rujukan tersebut sudah tidak valid di sistem BPJS.

Yang sering terjadi di lapangan: pasien datang dengan rujukan lama, RS sudah terlanjur memberikan pelayanan, baru menyadari saat membuat SEP bahwa rujukan sudah expired. Pelayanan sudah berjalan, tapi klaim tidak bisa diajukan.

Dampak ke RS: Cara RS Mendeteksi: Solusi:

2. Diagnosis Mismatch antara PCare dan RS

Masalah: Diagnosis yang diinput dokter FKTP di PCare kadang sangat berbeda dengan diagnosis akhir yang ditegakkan oleh dokter spesialis di RS. Misalnya, FKTP merujuk dengan "Gastritis (K29.7)" tetapi RS mendiagnosis "Cholelithiasis (K80.2)" — dua kondisi yang secara klinis bisa berhubungan, tetapi kode ICD-10-nya sangat berbeda.

Ketidaksesuaian ini wajar secara medis — FKTP memiliki keterbatasan diagnostik dibandingkan RS. Namun, verifikator BPJS tetap akan mempertanyakan jika perbedaannya terlalu jauh, terutama jika diagnosis akhir RS menghasilkan tarif INA-CBG yang jauh lebih tinggi.

Dampak ke RS: Cara RS Mendeteksi: Solusi:

3. Data Peserta Incomplete atau Salah di Level FKTP

Masalah: Terkadang data identitas pasien yang diinput di PCare tidak akurat — NIK salah ketik, nomor kartu BPJS tidak sesuai, atau data demografis tidak update. Karena VClaim mengambil data dari sumber yang sama, inkonsistensi ini bisa terbawa sampai ke proses klaim.

Kasus paling merugikan: pasien sudah dilayani di RS, klaim diajukan, tetapi ditolak karena data peserta tidak match antara SEP dan database BPJS. Akar masalahnya ada di input awal di PCare yang tidak diverifikasi.

Dampak ke RS: Cara RS Mendeteksi: Solusi:

4. Bridging Failure — Data Rujukan Tidak Sampai ke VClaim RS

Masalah: Secara teknis, data rujukan dari PCare harus tersedia di VClaim RS secara real-time. Namun di lapangan, bridging failure masih terjadi — rujukan sudah dibuat di PCare tetapi tidak muncul saat RS mencari di VClaim.

Penyebab bisa bermacam-macam: gangguan server BPJS, koneksi internet FKTP yang tidak stabil saat proses simpan, atau masalah pada bridging system antara PCare dan VClaim.

Dampak ke RS: Cara RS Mendeteksi: Solusi:

5. SRK (Skrining Riwayat Kesehatan) Belum Dilakukan

Masalah: Mulai tahun 2026, BPJS Kesehatan mewajibkan SRK (Skrining Riwayat Kesehatan) sebagai bagian dari pelayanan di FKTP. SRK adalah skrining kesehatan tahunan yang harus dicatat di PCare. Jika FKTP belum melengkapi SRK pasien di PCare, ada potensi kendala saat pasien dirujuk ke RS.

Kebijakan ini masih dalam tahap transisi, dan implementasinya bervariasi antar daerah. Namun beberapa kantor cabang BPJS sudah mulai menerapkannya secara ketat.

Dampak ke RS: Cara RS Mendeteksi: Solusi:

Update PCare 2026: SRK dan SatuSehat

Tahun 2026 membawa dua perubahan besar pada ekosistem PCare yang berdampak signifikan pada rumah sakit.

SRK (Skrining Riwayat Kesehatan) Mandatory

SRK adalah program skrining kesehatan tahunan yang wajib dilakukan oleh setiap peserta JKN di FKTP. Skrining ini mencakup:

Data SRK dicatat di PCare dan menjadi bagian dari profil kesehatan digital peserta. BPJS Kesehatan menggunakan data ini untuk:

Dampak pada RS:

Dalam jangka pendek, SRK bisa menjadi penghambat alur pasien karena tidak semua FKTP siap mengimplementasikan secara penuh. Pasien yang belum menyelesaikan SRK mungkin mengalami kendala saat hendak berobat di RS.

Dalam jangka panjang, SRK berpotensi meningkatkan kualitas data yang mengalir dari FKTP ke RS. Dengan profil kesehatan yang lebih lengkap, diagnosis awal di FKTP bisa lebih akurat, dan mismatch dengan diagnosis RS akan berkurang.

Integrasi SatuSehat Mandatory untuk FKTP

BPJS Kesehatan dan Kementerian Kesehatan mendorong semua FKTP untuk terintegrasi dengan platform SatuSehat (Indonesia Health Services). Ini berarti data yang selama ini hanya ada di PCare akan mulai mengalir ke ekosistem yang lebih luas.

Untuk RS, integrasi SatuSehat di FKTP berarti:

Apa yang Harus Dilakukan RS?

  1. Monitor kebijakan lokal — implementasi SRK dan SatuSehat bervariasi antar kantor cabang BPJS. Pastikan tim Anda selalu update
  2. Tingkatkan kesiapan teknis — pastikan SIMRS dan bridging VClaim Anda kompatibel dengan perubahan format data
  3. Bangun komunikasi dengan FKTP jejaring — RS yang punya hubungan baik dengan FKTP pengirim rujukan akan lebih cepat mendeteksi dan menyelesaikan masalah data
  4. Manfaatkan tools audit klaim — perubahan regulasi selalu diikuti oleh peningkatan error rate di awal. Tools yang bisa mendeteksi anomali lebih awal akan menghemat waktu dan uang

Cara RS Memastikan Kualitas Data Rujukan dari FKTP

Meskipun RS tidak bisa mengontrol apa yang diinput di PCare, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk meminimalkan dampak data PCare yang bermasalah terhadap klaim:

1. Verifikasi Rujukan di Awal Pendaftaran

Ini adalah langkah paling fundamental dan paling sering diabaikan. Banyak RS yang memproses pasien BPJS secara "assembly line" — data rujukan dicek secara superfisial, SEP dibuat, pasien masuk ke poli. Masalah baru terdeteksi saat klaim diajukan, yaitu setelah pelayanan (dan biaya) sudah terjadi.

Best practice: Buat checklist verifikasi rujukan yang harus diselesaikan sebelum pelayanan dimulai:

2. Cross-Check Diagnosis PCare vs VClaim

Saat petugas pendaftaran atau koder RS melihat data rujukan di VClaim, perhatikan diagnosis yang tercantum dari PCare. Catat diagnosis ini dan bandingkan dengan diagnosis akhir RS setelah pelayanan selesai.

Jika ada perbedaan signifikan, pastikan rekam medis mendokumentasikan alasan perubahan diagnosis secara jelas. Ini bukan soal "menutupi" mismatch, melainkan memberikan justifikasi klinis yang valid kepada verifikator.

3. Training Staf Pendaftaran

Petugas pendaftaran RS adalah garis pertahanan pertama terhadap masalah data PCare. Investasi dalam training mereka akan memberikan return yang signifikan:

4. Gunakan Tools Audit Klaim untuk Flagging Mismatch

Mengandalkan pengecekan manual untuk setiap klaim adalah pendekatan yang tidak scalable. Rumah sakit dengan volume klaim tinggi membutuhkan sistem otomatis yang bisa mendeteksi potensi masalah sebelum klaim disubmit.

Tools seperti BPJScan dari MedMinutes dirancang untuk menganalisis data klaim secara komprehensif, termasuk mendeteksi:

Dengan 78 filter analisis, BPJScan membantu tim casemix RS mengidentifikasi masalah klaim — termasuk yang berakar dari data PCare — dalam hitungan menit, bukan hari. Sudah digunakan oleh 50+ rumah sakit di 8+ provinsi Indonesia.

Pelajari lebih lanjut tentang BPJScan →

5. Bangun Hubungan dengan FKTP Perujuk

Strategi ini sering diabaikan karena RS merasa "bukan tanggung jawab kami untuk mengajari FKTP." Tapi kenyataannya, RS yang punya komunikasi baik dengan FKTP perujuk mengalami lebih sedikit masalah rujukan.

Langkah praktis:


FAQ: PCare dan Dampaknya pada Klaim RS

Apakah RS bisa menolak rujukan dari PCare yang expired?

Secara sistem, RS tidak bisa membuat SEP dari rujukan yang sudah expired — sistem VClaim akan menolak secara otomatis. Jadi bukan soal "RS menolak," melainkan sistem yang memblokir. Yang perlu dilakukan RS adalah mendeteksi ini di awal, sebelum pelayanan dimulai, agar pasien bisa diminta untuk memperbarui rujukan di FKTP. Jika RS terlanjur melayani tanpa SEP, biaya menjadi tanggung jawab RS atau pasien — bukan BPJS.

Bagaimana jika diagnosis di PCare berbeda dengan diagnosis akhir RS?

Perbedaan diagnosis antara FKTP dan RS adalah hal yang wajar secara medis, karena RS memiliki kapabilitas diagnostik yang lebih tinggi (laboratorium, radiologi, spesialis). Yang penting adalah: dokumentasikan alur klinis di rekam medis dengan jelas. Jelaskan mengapa diagnosis berubah dari suspect awal di FKTP menjadi diagnosis definitif di RS. Verifikator BPJS akan lebih mudah menerima klaim jika ada _clinical reasoning_ yang terdokumentasi. Baca juga: Panduan lengkap mengurangi pending rate klaim BPJS.

Apakah RS perlu akses ke PCare?

Tidak. PCare adalah sistem eksklusif untuk FKTP. RS tidak memiliki dan tidak memerlukan akses ke PCare. Data rujukan dari PCare sudah bisa diakses RS melalui VClaim API atau bridging VClaim di SIMRS. Yang perlu dipastikan adalah integrasi VClaim di SIMRS RS berjalan dengan baik agar data rujukan bisa dibaca secara real-time. MedMinutes RME menyediakan integrasi VClaim yang menerima data rujukan PCare secara otomatis.

Apa dampak SRK 2026 terhadap admisi RS?

SRK (Skrining Riwayat Kesehatan) berpotensi menjadi hambatan baru dalam alur admisi pasien BPJS di RS, terutama pada awal implementasi. Jika FKTP belum menyelesaikan SRK pasien, beberapa kantor cabang BPJS mungkin memblokir pembuatan SEP. RS perlu memantau kebijakan kantor cabang BPJS setempat dan menyiapkan alur khusus untuk pasien yang terkendala SRK. Dalam jangka panjang, SRK diharapkan meningkatkan kualitas data dan mengurangi mismatch diagnosis.

Bagaimana BPJScan mendeteksi masalah rujukan PCare?

BPJScan menganalisis data klaim RS secara komprehensif menggunakan 78 filter analisis. Beberapa filter secara spesifik mendeteksi masalah yang berakar dari data rujukan, seperti: mismatch diagnosis antara rujukan dan klaim akhir, rujukan yang mendekati expired, pola error dari FKTP tertentu, dan anomali data identitas pasien. Dengan analisis ini, tim casemix RS bisa mengambil tindakan korektif sebelum klaim disubmit ke BPJS, bukan setelah klaim di-pending. Hubungi tim kami untuk demo BPJScan.


Kesimpulan

PCare BPJS Kesehatan mungkin bukan sistem yang Anda gunakan sehari-hari di rumah sakit, tetapi data yang dihasilkannya menentukan nasib klaim Anda. Dari diagnosis ICD-10 yang diinput oleh dokter FKTP, hingga validitas rujukan digital yang menjadi dasar SEP — semuanya berawal dari PCare.

Lima masalah utama yang perlu diwaspadai RS: rujukan expired, diagnosis mismatch, data peserta salah, bridging failure, dan SRK yang belum dilengkapi. Kelimanya bukan masalah yang bisa Anda kendalikan di sumbernya, tetapi dampaknya bisa Anda minimalisir dengan verifikasi yang ketat di awal, dokumentasi klinis yang solid, dan tools audit klaim yang tepat.

Dengan update PCare 2026 — SRK mandatory dan integrasi SatuSehat — kualitas data dari FKTP diharapkan membaik dalam jangka panjang. Namun, masa transisi selalu membawa tantangan baru. RS yang proaktif mempersiapkan diri akan lebih tangguh menghadapi perubahan ini.

Butuh bantuan mengaudit klaim RS Anda dan mendeteksi masalah rujukan dari FKTP? Tim MedMinutes siap membantu. BPJScan sudah digunakan oleh 50+ rumah sakit di seluruh Indonesia untuk memastikan setiap klaim memiliki peluang terbaik untuk disetujui. Hubungi kami via WhatsApp untuk demo gratis →

_Artikel terkait:_

Share
Konsultasi Gratis
Frustasi dengan vendor
SIMRS Anda?
Ceritakan situasi RS Anda. Dalam demo 30 menit, kami tunjukkan berapa yang bisa dihemat — langsung dari data klaim Anda.
Chat via WhatsApp
Jawab < 1 jam di jam kerja

Dipercaya 50+ rumah sakit di 8+ provinsi

RSUP Dr. Hasan SadikinRSUP Dr. Hasan Sadikin
RS Univ. AndalasRS Univ. Andalas
RSUP Dr. Moh. HoesinRSUP Dr. Moh. Hoesin
RS Bethesda YogyakartaRS Bethesda Yogyakarta
RS SMC TelogorejoRS SMC Telogorejo
RST Bhakti Wira TamtamaRST Bhakti Wira Tamtama
LADOKGI RE MartadinataLADOKGI RE Martadinata
RSUD Kardinah TegalRSUD Kardinah Tegal
RS William BoothRS William Booth
RS Roemani MuhammadiyahRS Roemani Muhammadiyah
RS Panti Wilasa Dr. CiptoRS Panti Wilasa Dr. Cipto
RSD Idaman BanjarbaruRSD Idaman Banjarbaru
RSUP Dr. Hasan Sadikin
RS Univ. Andalas
RSUP Dr. Moh. Hoesin
RS Bethesda Yogyakarta
RS SMC Telogorejo
RST Bhakti Wira Tamtama
LADOKGI RE Martadinata
RSUD Kardinah Tegal
RS William Booth
RS Roemani Muhammadiyah
RS Panti Wilasa Dr. Cipto
RSD Idaman Banjarbaru