SEP BPJS (Surat Eligibilitas Peserta): Panduan Lengkap untuk Rumah Sakit

Vera, Healthcare Content Strategist · · 15 menit baca
SEP BPJS (Surat Eligibilitas Peserta): Panduan Lengkap untuk Rumah Sakit

SEP BPJS (Surat Eligibilitas Peserta): Panduan Lengkap untuk Rumah Sakit

Ringkasan

Surat Eligibilitas Peserta (SEP) adalah dokumen elektronik yang diterbitkan oleh fasilitas kesehatan melalui aplikasi VClaim BPJS Kesehatan untuk memvalidasi bahwa seorang peserta JKN berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. SEP berfungsi sebagai "tiket masuk" yang menghubungkan identitas pasien, hak kelas rawat, dan rujukan ke episode pelayanan tertentu. Kesalahan dalam pembuatan SEP merupakan salah satu penyebab utama klaim BPJS ditolak atau pending, sehingga pemahaman mendalam tentang SEP sangat krusial bagi operasional rumah sakit.


Apa Itu SEP BPJS?

Definisi

Surat Eligibilitas Peserta (SEP) adalah dokumen resmi yang dikeluarkan secara elektronik melalui aplikasi VClaim BPJS Kesehatan oleh fasilitas kesehatan tingkat lanjutan (FKTL) maupun fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). SEP menjadi bukti bahwa peserta JKN telah memenuhi syarat administratif untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Dalam konteks rumah sakit, SEP dibuat setiap kali pasien peserta BPJS datang untuk mendapatkan pelayanan — baik rawat jalan, rawat inap, maupun IGD. Tanpa SEP yang valid, klaim atas pelayanan yang diberikan tidak dapat diproses oleh BPJS Kesehatan.

Dasar Hukum

SEP diatur dalam beberapa regulasi:

Posisi SEP dalam Alur Klaim BPJS

SEP berada di awal alur klaim dan menjadi fondasi bagi seluruh proses selanjutnya:

  1. Pasien datang → verifikasi kepesertaan
  2. SEP dibuat → episode pelayanan dimulai
  3. Pelayanan diberikan → dokumentasi klinis
  4. Coding dan grouping → menggunakan data dari SEP
  5. Klaim diajukan → SEP menjadi dokumen wajib lampiran
  6. Verifikasi BPJS → SEP dicek pertama kali

Jika SEP bermasalah di tahap awal, seluruh proses setelahnya akan terdampak. Inilah mengapa SEP sering disebut sebagai "entry ticket" untuk klaim BPJS.


Fungsi SEP dalam Operasional Rumah Sakit

SEP bukan sekadar formalitas administratif. Dokumen ini memiliki beberapa fungsi krusial:

1. Validasi Eligibilitas Peserta

SEP memverifikasi secara real-time bahwa peserta JKN memiliki status kepesertaan aktif. Ini mencegah rumah sakit memberikan pelayanan kepada peserta yang statusnya sudah tidak aktif, yang akan mengakibatkan klaim tidak dapat diproses.

2. Penentuan Hak Kelas Rawat

Data dalam SEP secara otomatis menampilkan hak kelas rawat peserta (Kelas 1, 2, atau 3). Ini menjadi acuan untuk penempatan kamar rawat inap dan perhitungan tarif INA-CBG yang sesuai.

3. Penghubung Episode Pelayanan

SEP menghubungkan identitas pasien dengan episode pelayanan tertentu. Setiap kunjungan rawat jalan atau setiap rawat inap memiliki SEP tersendiri, sehingga memudahkan tracking dan audit.

4. Validasi Rujukan

Untuk pelayanan di FKTL, SEP mengvalidasi bahwa pasien memiliki rujukan yang sah dari FKTP atau dari RS lain (rujukan horizontal/vertikal). Tanpa rujukan yang valid, SEP untuk rawat jalan tidak dapat diterbitkan — kecuali untuk kasus IGD.

5. Dasar Klaim

SEP adalah dokumen pertama yang dicek oleh verifikator BPJS saat mereview klaim. Nomor SEP menjadi identifier unik untuk setiap klaim yang diajukan.


Data yang Dibutuhkan untuk Pembuatan SEP

Tabel: Field Data SEP dan Sumber Data

NoField DataSumber DataWajib/OpsionalKeterangan
1Nomor Kartu BPJSKartu JKN-KIS pesertaWajib13 digit, dimulai dengan 000
2NIKKTP/KK pesertaWajib16 digit, digunakan jika kartu BPJS tidak tersedia
3Nama PesertaData BPJS (otomatis)WajibMuncul otomatis setelah input nomor kartu
4Tanggal LahirData BPJS (otomatis)WajibUntuk validasi identitas
5Jenis KelaminData BPJS (otomatis)WajibOtomatis dari data kepesertaan
6Nomor TeleponPasien/keluargaWajibUntuk keperluan konfirmasi
7PPK Asal (Faskes Perujuk)Surat rujukanWajib (rajal)Kode faskes yang merujuk
8Nomor RujukanSurat rujukanWajib (rajal)Dari aplikasi PCare (FKTP) atau e-Klaim (RS)
9Diagnosa AwalSurat rujukan/triase IGDWajibKode ICD-10 diagnosa awal
10Poli/Unit TujuanPetugas pendaftaranWajibHarus sesuai dengan diagnosa awal
11Jenis PelayananPetugas pendaftaranWajibRawat Jalan / Rawat Inap / IGD
12Kelas RawatData BPJS (otomatis)Wajib (ranap)Hak kelas peserta
13Tanggal PelayananSistem (otomatis)WajibTanggal SEP dibuat
14Catatan/KeteranganPetugas pendaftaranOpsionalInformasi tambahan jika diperlukan
15DPJP (Dokter Penanggung Jawab)Jadwal poliWajibKode dan nama dokter
16COB (Coordination of Benefit)Data BPJSOpsionalJika peserta memiliki asuransi tambahan

Catatan Penting tentang Data SEP


Jenis-Jenis SEP

Tabel: Jenis SEP dan Karakteristiknya

Jenis SEPKapan DigunakanData Tambahan yang DiperlukanDeadline PembuatanCatatan Khusus
SEP Rawat JalanPasien datang untuk konsultasi poli, tindakan rajal, hemodialisa, kemoterapi, radioterapiNomor rujukan dari FKTP/RS lain, poli tujuan, DPJPHari yang sama dengan pelayanan (real-time)Wajib ada rujukan kecuali kontrol ulang dengan surat kontrol
SEP Rawat InapPasien dirawat di bangsal/ICU/NICUKelas rawat, indikasi rawat inap, estimasi LOSMaksimal 1x24 jam setelah admisiJika via IGD, SEP IGD bisa dikonversi
SEP IGDPasien masuk melalui Instalasi Gawat DaruratDiagnosa triase, kategori triase (merah/kuning/hijau)Retroaktif hingga 3x24 jamTidak memerlukan rujukan dari FKTP
SEP Kontrol UlangPasien kembali sesuai jadwal kontrol dari DPJPNomor surat kontrol (bukan rujukan FKTP)Sesuai tanggal kontrol yang dijadwalkanSurat kontrol berlaku 90 hari; dibuat oleh RS bukan FKTP
SEP Bayi Baru LahirBayi yang lahir di RS dari ibu peserta BPJSData ibu (nomor SEP ranap ibu), berat badan lahir, kondisi bayiMaksimal 28 hari setelah lahirBayi otomatis menjadi peserta; nomor kartu BPJS bayi akan diterbitkan

Perbedaan Kunci Antar Jenis SEP

Memahami perbedaan antar jenis SEP penting karena menggunakan jenis SEP yang salah akan menyebabkan klaim ditolak. Beberapa contoh kesalahan umum:

Setiap jenis SEP memiliki implikasi terhadap tarif INA-CBG yang akan di-generate. SEP rawat jalan menghasilkan tarif rawat jalan, sementara SEP rawat inap menghasilkan tarif rawat inap yang umumnya lebih tinggi.


Demo Gratis 30 Menit
Lihat langsung berapa
revenue RS Anda yang bocor
Dalam 30 menit, kami analisis data klaim RS Anda — langsung di depan Anda.
Jadwalkan Demo
Tanpa biaya, tanpa kewajiban

Cara Pembuatan SEP

Metode 1: Manual melalui Portal VClaim

Portal VClaim adalah aplikasi web yang disediakan BPJS Kesehatan dan dapat diakses oleh petugas pendaftaran rumah sakit.

Langkah-langkah:

  1. Login ke portal VClaim (https://vclaim.bpjs-kesehatan.go.id) dengan credentials RS
  2. Pilih menu "SEP" → "Buat SEP Baru"
  3. Input Nomor Kartu BPJS atau NIK peserta
  4. Verifikasi identitas — sistem akan menampilkan data peserta (nama, tanggal lahir, status kepesertaan, hak kelas rawat)
  5. Cek status kepesertaan — pastikan status "Aktif"
  6. Input nomor rujukan — untuk rawat jalan, masukkan nomor rujukan dari FKTP
  7. Pilih jenis pelayanan — Rawat Jalan / Rawat Inap
  8. Input diagnosa awal — kode ICD-10 sesuai rujukan atau triase
  9. Pilih poli tujuan — harus sesuai dengan diagnosa
  10. Pilih DPJP — dokter penanggung jawab pelayanan
  11. Review semua data — pastikan tidak ada kesalahan
  12. Submit — sistem akan generate nomor SEP
  13. Cetak SEP — untuk dilampirkan pada berkas pasien

Kelemahan metode manual:

Metode 2: Otomatis via VClaim API (Bridging SIMRS)

VClaim API adalah Application Programming Interface yang disediakan BPJS Kesehatan agar SIMRS rumah sakit dapat terkoneksi langsung dengan sistem BPJS.

Langkah-langkah:

  1. RS mendaftar bridging VClaim ke BPJS Cabang
  2. Tim IT RS mengintegrasikan VClaim API ke SIMRS
  3. Petugas pendaftaran membuka modul pendaftaran di SIMRS
  4. Input/scan kartu BPJS — SIMRS otomatis query ke VClaim
  5. Data peserta muncul otomatis (nama, status, kelas rawat)
  6. Data rujukan divalidasi otomatis
  7. Poli dan DPJP diisi dari jadwal SIMRS
  8. SIMRS otomatis generate SEP via VClaim API
  9. Nomor SEP langsung tersimpan di SIMRS dan terhubung dengan rekam medis pasien

Keunggulan bridging:

Persyaratan Teknis Bridging VClaim

AspekSpesifikasi
ProtokolREST API (HTTPS)
AutentikasiConsumer ID + Consumer Secret + Timestamp-based signature
Format DataJSON
EnkripsiAES-256-CBC untuk decrypt response
EndpointDisediakan oleh BPJS (staging dan production)
SLA99.5% uptime dari sisi BPJS
Rate LimitDisesuaikan dengan volume RS

Deadline Pembuatan SEP

Aturan Umum

Konsekuensi Keterlambatan

Jika SEP tidak dibuat sesuai deadline:

Tips Menghindari Keterlambatan SEP

  1. Integrasikan pembuatan SEP ke dalam SOP pendaftaran pasien
  2. Siapkan prosedur khusus untuk jam non-operasional (malam, weekend, hari libur)
  3. Pastikan petugas shift malam memiliki akses VClaim
  4. Buat mekanisme eskalasi jika sistem VClaim down
  5. Lakukan monitoring harian untuk memastikan semua pasien sudah memiliki SEP

10 Error SEP yang Sering Terjadi

Tabel: Error SEP, Penyebab, Dampak, dan Solusi

NoErrorPenyebabDampak pada KlaimSolusi
1Peserta tidak aktifTunggakan iuran, peserta meninggal, atau pindah faskesKlaim ditolak total — pelayanan tidak ditanggung BPJSVerifikasi status kepesertaan sebelum pelayanan dimulai
2Rujukan expiredRujukan sudah lebih dari 90 hari; pasien tidak datang sesuai jadwalSEP tidak dapat dibuat; klaim tidak bisa diajukanCek masa berlaku rujukan saat pendaftaran; edukasi pasien
3Kelas rawat tidak sesuaiPasien naik kelas tanpa prosedur iur biaya yang benarSelisih tarif tidak ditanggung BPJS; klaim mungkin dikembalikanValidasi hak kelas dari data VClaim; prosedur naik kelas yang jelas
4Duplikasi SEPPetugas membuat SEP baru padahal sudah ada SEP aktif untuk episode yang samaSalah satu SEP akan ditolak; kebingungan saat klaimCek riwayat SEP pasien sebelum membuat yang baru
5Diagnosa tidak sesuai poliKode diagnosa awal tidak relevan dengan poli tujuanSEP mungkin dibuat tapi klaim berisiko dikembalikan saat verifikasi medisValidasi kesesuaian diagnosa-poli saat pembuatan SEP
6DPJP tidak terdaftarDokter belum terdaftar di mapping poli VClaimSEP tidak dapat dibuat dengan DPJP tersebutUpdate mapping DPJP di VClaim secara berkala
7Data PPK asal salahSalah input kode faskes perujukRujukan tidak terverifikasi; SEP gagal dibuatGunakan dropdown atau autocomplete dari database faskes
8SEP tanpa rujukan (non-IGD)Petugas membuat SEP rajal tanpa nomor rujukanKlaim pasti ditolak kecuali jenis pelayanan memang tidak memerlukan rujukanValidasi wajib: rujukan untuk rajal, surat kontrol untuk kontrol ulang
9Tanggal SEP tidak sesuai pelayananSEP dibuat terlambat atau tanggal tidak match dengan rekam medisKlaim pending karena inkonsistensi tanggalBuat SEP pada hari pelayanan; gunakan retroaktif hanya untuk IGD
10Nomor telepon tidak validInput asal-asalan karena dianggap tidak pentingBPJS tidak dapat menghubungi pasien untuk verifikasi jika diperlukanEdukasi petugas bahwa semua field wajib diisi dengan benar

Dampak Kumulatif Error SEP

Satu kesalahan SEP mungkin terlihat sepele, tetapi dalam skala rumah sakit dengan ratusan pasien BPJS per hari, dampaknya sangat signifikan:

Angka ini menunjukkan bahwa investasi pada akurasi pembuatan SEP — baik melalui pelatihan SDM maupun otomatisasi via bridging SIMRS — memiliki ROI yang sangat tinggi.


SEP dan Bridging SIMRS: Eliminasi Error Manual

Mengapa Bridging VClaim-SIMRS Penting

Integrasi VClaim API dengan SIMRS (bridging) bukan lagi kemewahan — ini adalah kebutuhan operasional bagi rumah sakit modern. Dengan bridging:

  1. Data peserta diambil langsung dari server BPJS, menghilangkan kesalahan input manual
  2. Validasi rujukan dilakukan otomatis, mencegah pembuatan SEP dengan rujukan expired
  3. Kesesuaian diagnosa-poli dapat dicek secara otomatis
  4. Nomor SEP langsung tersimpan di SIMRS dan terhubung ke rekam medis elektronik
  5. Tracking status SEP dapat dilakukan secara real-time

Alur Data Bridging VClaim-SIMRS

TahapSIMRSVClaim APIHasil
PendaftaranInput nomor kartu BPJSQuery data pesertaNama, status, kelas rawat muncul otomatis
Validasi rujukanKirim nomor rujukanCek validitas dan masa berlakuKonfirmasi rujukan valid/invalid
Pembuatan SEPKirim data lengkapGenerate SEPNomor SEP diterima dan disimpan di SIMRS
PelayananDokumentasi klinis-Data terhubung via nomor SEP
KlaimGenerate berkas klaimSubmit via e-KlaimSEP otomatis terlampir

Kendala Umum Bridging

Meskipun bridging sangat bermanfaat, implementasinya tidak tanpa tantangan:


Dampak SEP pada Klaim BPJS

Tabel: Hubungan Kondisi SEP dengan Outcome Klaim

Kondisi SEPDampak pada KlaimProbabilitasTindakan yang Diperlukan
SEP benar dan lengkapKlaim diproses normal; faktor SEP bukan penghambat85-90% kasusTidak ada — lanjut ke verifikasi medis
SEP ada tapi data tidak konsistenKlaim pending; perlu klarifikasi data5-8% kasusPerbaiki data SEP melalui VClaim
SEP dibuat terlambatKlaim pending; perlu dispensasi BPJS2-5% kasusAjukan surat dispensasi ke BPJS Cabang
Duplikasi SEPSalah satu klaim ditolak1-2% kasusHapus SEP yang duplikat melalui VClaim
SEP tidak adaKlaim ditolak total<1% kasusBuat SEP retroaktif (jika masih dalam deadline)
Peserta tidak aktif saat SEP dibuatKlaim ditolak; RS menanggung biaya<1% kasusVerifikasi status kepesertaan sebelum pelayanan

SEP sebagai Indikator Kualitas Administrasi RS

Persentase error SEP dapat dijadikan salah satu KPI untuk mengukur kualitas administrasi pendaftaran rumah sakit. Target yang baik:


Best Practice Pengelolaan SEP di Rumah Sakit

7 Tips Manajemen SEP yang Efektif

1. Standarisasi SOP Pendaftaran

Buat SOP tertulis yang detail untuk setiap skenario pembuatan SEP: rawat jalan dengan rujukan, rawat jalan kontrol ulang, rawat inap terencana, IGD, bayi baru lahir. Pastikan semua petugas pendaftaran terlatih dan memiliki akses ke SOP.

2. Implementasi Double-Check System

Sebelum SEP difinalisasi, data harus dicek ulang oleh petugas kedua atau oleh sistem otomatis. Ini berlaku terutama untuk data yang sering salah: nomor rujukan, diagnosa awal, dan kelas rawat.

3. Monitoring Harian SEP

Supervisor pendaftaran harus melakukan monitoring harian untuk memastikan:

4. Pelatihan Berkala Petugas

Adakan pelatihan minimal setiap kuartal untuk membahas:

5. Prosedur Fallback saat Sistem Down

Siapkan prosedur manual jika VClaim down:

6. Audit SEP Berkala

Lakukan audit sampling SEP setiap bulan untuk mengidentifikasi:

7. Integrasi VClaim-SIMRS

Jika belum memiliki bridging, jadikan ini prioritas pengembangan IT. ROI dari pengurangan error dan efisiensi waktu biasanya terwujud dalam 6-12 bulan setelah implementasi.


Hubungan SEP dengan Konsistensi Klaim

SEP adalah titik awal dari seluruh rangkaian data klaim. Konsistensi data dari SEP ke resume medis, coding, dan klaim final sangat menentukan keberhasilan verifikasi. Berikut adalah rantai konsistensi yang harus dijaga:

Tools pre-verification seperti BPJScan membantu rumah sakit mendeteksi inkonsistensi ini secara otomatis. Dengan 78 filter pemeriksaan, BPJScan memeriksa keselarasan data klaim — termasuk data yang berasal dari SEP — sebelum klaim diajukan ke BPJS. Sudah digunakan oleh 50+ rumah sakit di 8+ provinsi, BPJScan membantu memastikan bahwa setiap klaim yang diajukan telah melewati pemeriksaan komprehensif.


FAQ: SEP BPJS untuk Rumah Sakit

1. Apakah SEP bisa dibuat tanpa rujukan?

SEP tanpa rujukan hanya dapat dibuat untuk kasus yang masuk melalui IGD (Instalasi Gawat Darurat). Untuk rawat jalan biasa, rujukan dari FKTP atau RS lain adalah syarat wajib. Untuk kontrol ulang, digunakan surat kontrol (bukan rujukan FKTP) yang diterbitkan oleh RS tempat pasien kontrol. Pelayanan tertentu seperti hemodialisa kronis dan kemoterapi memiliki mekanisme rujukan tersendiri yang berlaku lebih lama.

2. Bagaimana jika SEP terlambat dibuat untuk pasien IGD?

Untuk pasien IGD, SEP dapat dibuat retroaktif hingga 3x24 jam setelah pasien masuk. Jika melewati batas ini, RS harus mengajukan surat dispensasi ke BPJS Cabang dengan melampirkan bukti bahwa pasien memang masuk melalui IGD (lembar triase, catatan IGD). Dispensasi tidak otomatis diberikan, sehingga RS harus memastikan ada prosedur pembuatan SEP IGD yang ketat bahkan di luar jam kerja.

3. Apa yang harus dilakukan jika status peserta "Tidak Aktif" saat akan membuat SEP?

Jika status peserta tidak aktif karena tunggakan iuran, langkah yang dapat ditempuh: (1) Informasikan kepada pasien/keluarga untuk melunasi tunggakan terlebih dahulu, (2) Untuk kasus darurat, tetap berikan pelayanan dan buat SEP setelah status peserta diaktifkan kembali (dalam batas waktu yang diizinkan), (3) Jika peserta adalah PBI (Penerima Bantuan Iuran) dan seharusnya aktif, hubungi BPJS Cabang untuk verifikasi data.

4. Apakah satu SEP bisa digunakan untuk beberapa kunjungan?

Tidak. Setiap kunjungan rawat jalan memerlukan SEP tersendiri. Untuk rawat inap, satu SEP berlaku untuk satu episode perawatan (dari admisi hingga discharge). Jika pasien rawat inap memerlukan pelayanan di poli lain selama masih dirawat, tidak perlu SEP baru — cukup konsultasi internal yang didokumentasikan dalam rekam medis.

5. Bagaimana cara membuat SEP untuk bayi baru lahir?

SEP bayi baru lahir dibuat dengan data ibu sebagai referensi: (1) Input nomor SEP rawat inap ibu, (2) Sistem akan menampilkan opsi untuk membuat SEP bayi, (3) Input data bayi: berat badan lahir, kondisi, diagnosa. SEP bayi harus dibuat maksimal 28 hari setelah kelahiran. Bayi otomatis menjadi peserta JKN dengan kelas rawat mengikuti ibu, dan nomor kartu BPJS bayi akan diterbitkan kemudian.

6. Apa keuntungan bridging VClaim dibandingkan input manual?

Bridging VClaim-SIMRS memiliki keuntungan utama: (1) Eliminasi human error karena data diambil langsung dari server BPJS, (2) Waktu pembuatan SEP berkurang dari 5-10 menit menjadi 1-2 menit, (3) Data SEP otomatis tersinkronisasi dengan rekam medis elektronik, (4) Memudahkan tracking dan audit, (5) Mengurangi beban kerja petugas pendaftaran. RS dengan volume pasien BPJS tinggi sangat disarankan untuk mengimplementasikan bridging.


Optimalkan Pengelolaan SEP dan Klaim Rumah Sakit Anda

SEP yang akurat adalah fondasi klaim BPJS yang lancar. Pastikan setiap SEP dibuat dengan data yang benar, tepat waktu, dan konsisten dengan seluruh rangkaian dokumentasi klinis.

BPJScan membantu 50+ rumah sakit di 8+ provinsi memastikan konsistensi data klaim — termasuk validasi data yang berasal dari SEP — melalui 78 filter pre-verification otomatis.

Jadwalkan Demo BPJScan

Untuk meningkatkan kualitas dokumentasi klinis yang mendukung akurasi klaim, MedMinutes Clinical Assistant (CDSS) menyediakan 4 modul: SOAP Extraction, ICD-10 AI, Drug Interaction, dan AI Resume Medis.

Pelajari Clinical Assistant


Referensi

  1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.
  2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional.
  3. Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 1 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan.
  4. BPJS Kesehatan. Petunjuk Teknis Aplikasi VClaim (Versi Terbaru).
  5. BPJS Kesehatan. Panduan Integrasi VClaim API untuk Fasilitas Kesehatan.
  6. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2023 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan.
  7. BPJS Kesehatan. Surat Edaran tentang Mekanisme Pembuatan SEP dan Ketentuan Retroaktif.
Share
Konsultasi Gratis
Frustasi dengan vendor
SIMRS Anda?
Ceritakan situasi RS Anda. Dalam demo 30 menit, kami tunjukkan berapa yang bisa dihemat — langsung dari data klaim Anda.
Chat via WhatsApp
Jawab < 1 jam di jam kerja

Dipercaya 50+ rumah sakit di 8+ provinsi

RSUP Dr. Hasan SadikinRSUP Dr. Hasan Sadikin
RS Univ. AndalasRS Univ. Andalas
RSUP Dr. Moh. HoesinRSUP Dr. Moh. Hoesin
RS Bethesda YogyakartaRS Bethesda Yogyakarta
RS SMC TelogorejoRS SMC Telogorejo
RST Bhakti Wira TamtamaRST Bhakti Wira Tamtama
LADOKGI RE MartadinataLADOKGI RE Martadinata
RSUD Kardinah TegalRSUD Kardinah Tegal
RS William BoothRS William Booth
RS Roemani MuhammadiyahRS Roemani Muhammadiyah
RS Panti Wilasa Dr. CiptoRS Panti Wilasa Dr. Cipto
RSD Idaman BanjarbaruRSD Idaman Banjarbaru
RSUP Dr. Hasan Sadikin
RS Univ. Andalas
RSUP Dr. Moh. Hoesin
RS Bethesda Yogyakarta
RS SMC Telogorejo
RST Bhakti Wira Tamtama
LADOKGI RE Martadinata
RSUD Kardinah Tegal
RS William Booth
RS Roemani Muhammadiyah
RS Panti Wilasa Dr. Cipto
RSD Idaman Banjarbaru