Verifikasi Klaim BPJS Rumah Sakit: Panduan Lengkap dari Pengajuan hingga Pembayaran

Vera, Healthcare Content Strategist · · 15 menit baca
Verifikasi Klaim BPJS Rumah Sakit: Panduan Lengkap dari Pengajuan hingga Pembayaran

Verifikasi Klaim BPJS Rumah Sakit: Panduan Lengkap dari Pengajuan hingga Pembayaran

Ringkasan

Verifikasi klaim BPJS adalah proses pengecekan kelengkapan dan keabsahan berkas klaim yang diajukan rumah sakit kepada BPJS Kesehatan sebelum pembayaran dilakukan. Proses ini meliputi concurrent review selama perawatan, retrospective review setelah pasien pulang, dan pre-verification sebelum pengajuan klaim. Rumah sakit dengan sistem pre-verification yang baik dapat mencapai clean claim rate di atas 90% dan mempercepat siklus pembayaran secara signifikan.


Apa Itu Verifikasi Klaim BPJS?

Verifikasi klaim BPJS Kesehatan adalah rangkaian proses pemeriksaan administratif dan medis terhadap berkas klaim yang diajukan fasilitas kesehatan — dalam hal ini rumah sakit — untuk memastikan bahwa pelayanan yang diklaim telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dasar Regulasi

Proses verifikasi klaim diatur dalam beberapa regulasi utama:

Mengapa Verifikasi Diperlukan?

Sistem verifikasi klaim hadir karena tiga alasan fundamental:

  1. Perlindungan dana JKN — Memastikan dana yang dibayarkan sesuai dengan pelayanan yang benar-benar diberikan.
  2. Standarisasi pelayanan — Memastikan rumah sakit memberikan pelayanan sesuai standar clinical pathway dan panduan praktik klinis.
  3. Pencegahan fraud — Mendeteksi praktik upcoding, unbundling, atau phantom billing yang merugikan sistem JKN.

Bagi rumah sakit, memahami proses verifikasi secara mendalam bukan sekadar soal kepatuhan regulasi, tetapi merupakan strategi kritis untuk mengoptimalkan arus kas dan meminimalkan klaim yang tertunda atau dikembalikan.


Alur Verifikasi Klaim End-to-End

Berikut adalah alur lengkap verifikasi klaim BPJS dari sisi rumah sakit hingga pembayaran diterima:

Tabel: Alur Verifikasi Klaim BPJS Step-by-Step

NoTahapPelakuAktivitas UtamaOutputEstimasi Durasi
1Pendokumentasian PelayananDokter & PerawatMenulis resume medis, SOAP notes, laporan penunjangRekam medis lengkapSelama perawatan
2Coding Diagnosa & ProsedurCoder RSMenentukan kode ICD-10 dan ICD-9-CM berdasarkan resume medisKode diagnosa & prosedur1-2 hari setelah discharge
3Grouping INA-CBGSistem e-KlaimInput kode diagnosa/prosedur ke aplikasi INA-CBG untuk menentukan tarifTarif klaim INA-CBGOtomatis
4Verifikasi Internal RSTim Casemix/Verifikator InternalMemeriksa kelengkapan berkas, kesesuaian coding dengan resume medisBerkas klaim siap ajukan1-3 hari
5Pengajuan via e-KlaimAdmin Klaim RSFinalisasi dan submit klaim melalui aplikasi e-Klaim BPJSKlaim tersubmit1 hari
6Verifikasi Administratif BPJSVerifikator BPJSCek kelengkapan berkas: SEP, resume medis, bukti penunjangStatus: lengkap/tidak lengkap3-7 hari
7Verifikasi Medis BPJSVerifikator BPJS (Dokter)Review kesesuaian diagnosa, prosedur, dan LOS dengan standarApprove/pending/return7-14 hari
8Dispute (jika dikembalikan)RS ↔ BPJSRS mengajukan sanggahan dengan bukti tambahanKeputusan dispute14-30 hari
9Rekapitulasi & FPKBPJS CabangPenyusunan Formulir Pengajuan Klaim finalFPK terverifikasi3-5 hari
10PembayaranBPJS PusatTransfer dana ke rekening RSDana diterima RS15-30 hari setelah FPK

Detail Setiap Tahap

Tahap 1-3: Fondasi Klaim

Kualitas klaim dimulai dari kualitas dokumentasi klinis. Resume medis yang tidak lengkap atau ambigu akan menghasilkan coding yang tidak akurat, yang pada akhirnya menghasilkan klaim bermasalah. Inilah mengapa investasi pada kualitas dokumentasi klinis adalah investasi yang paling berdampak pada revenue cycle rumah sakit.

Tahap 4: Verifikasi Internal — Garis Pertahanan Pertama

Verifikasi internal adalah tahap paling kritis yang sepenuhnya berada dalam kendali rumah sakit. Di tahap ini, tim casemix memeriksa:

Tahap 5-7: Proses di Sisi BPJS

Setelah klaim disubmit, verifikator BPJS melakukan dua layer pemeriksaan — administratif dan medis. Klaim dapat di-approve langsung, ditangguhkan (pending), atau dikembalikan (returned) untuk perbaikan.

Tahap 8: Dispute Resolution

Bila klaim dikembalikan, rumah sakit memiliki hak untuk mengajukan dispute dengan menyertakan bukti tambahan. Proses ini memiliki timeline dan mekanisme tersendiri yang akan dibahas lebih detail di bagian selanjutnya.


Peran Verifikator: Internal RS vs BPJS Kesehatan

Tabel: Perbandingan Verifikator Internal RS dan Verifikator BPJS

AspekVerifikator Internal RSVerifikator BPJS Kesehatan
Latar BelakangPerawat/dokter dengan pelatihan casemix, atau coder bersertifikatDokter atau dokter gigi yang ditugaskan BPJS
Posisi OrganisasiDi bawah unit casemix atau manajemen keuangan RSDi bawah Kantor Cabang BPJS Kesehatan
Peran UtamaMemastikan klaim lengkap dan akurat sebelum diajukanMemverifikasi keabsahan klaim yang diajukan RS
Tanggung JawabPre-verification, coaching coder, edukasi DPJPReview administratif dan medis, fraud detection
WewenangMengembalikan berkas ke DPJP untuk perbaikanApprove, pending, atau return klaim
KPI UtamaClean claim rate >90%, turnaround time <3 hariKetepatan verifikasi, fraud detection rate
OrientasiMemaksimalkan akurasi dan kelengkapan klaim RSMemastikan kesesuaian klaim dengan ketentuan JKN
Jumlah Ideal1 verifikator per 50-100 klaim/hariDitentukan oleh BPJS berdasarkan volume RS

Tantangan Verifikator Internal RS

Verifikator internal rumah sakit menghadapi tantangan unik: mereka harus menyeimbangkan kepentingan optimasi klaim RS dengan kepatuhan terhadap regulasi BPJS. Tantangan spesifik meliputi:

  1. Volume tinggi — RS tipe B dapat menghasilkan 200-500 klaim per hari
  2. Keterbatasan waktu — Deadline pengajuan klaim yang ketat
  3. Komunikasi dengan DPJP — Dokter penanggung jawab pasien sering sulit ditemui untuk klarifikasi
  4. Update regulasi — Perubahan aturan BPJS yang frequent memerlukan adaptasi cepat
  5. Variasi kualitas coding — Setiap coder memiliki tingkat akurasi yang berbeda

3 Jenis Review dalam Verifikasi Klaim

Tabel: Perbandingan 3 Jenis Review Klaim

AspekConcurrent ReviewRetrospective ReviewPre-Verification
Waktu PelaksanaanSelama pasien masih dirawatSetelah pasien pulang, sebelum submit klaimSebelum klaim di-finalisasi dan disubmit
PelakuVerifikator BPJS + tim casemix RSCoder RS + verifikator internalVerifikator internal RS
Yang DicekIndikasi rawat inap, kesesuaian tindakan, LOSKesesuaian coding dengan resume medis, kelengkapan berkasSeluruh komponen klaim: administratif + medis
TujuanMencegah LOS berlebih, memastikan indikasi medisMemastikan coding akurat dan berkas lengkapMendeteksi dan memperbaiki error sebelum submit
DampakMengurangi potensi klaim ditolak karena LOSMeningkatkan akurasi codingMeningkatkan clean claim rate
OutputRekomendasi perpanjangan/pulang pasienKode diagnosa dan prosedur finalKlaim siap submit atau dikembalikan untuk perbaikan
FrekuensiHarian untuk pasien rawat inapSetiap kasus setelah dischargeSetiap klaim sebelum submit

Concurrent Review: Mencegah Masalah dari Awal

Concurrent review dilakukan saat pasien masih menjalani perawatan. Verifikator BPJS yang bertugas di rumah sakit melakukan kunjungan rutin ke bangsal untuk memverifikasi:

Rumah sakit yang proaktif dalam concurrent review biasanya memiliki tingkat pengembalian klaim yang lebih rendah karena masalah sudah teridentifikasi dan diperbaiki sejak awal.

Retrospective Review: Quality Check Setelah Discharge

Setelah pasien pulang, coder rumah sakit menerjemahkan resume medis menjadi kode ICD-10 (diagnosa) dan ICD-9-CM (prosedur). Proses ini krusial karena:

Pre-Verification: Gerbang Terakhir Sebelum Submit

Pre-verification adalah pemeriksaan menyeluruh terakhir sebelum klaim disubmit. Ini adalah tahap di mana verifikator internal memastikan seluruh komponen klaim sudah benar dan lengkap. Tahap ini memiliki dampak paling besar terhadap clean claim rate rumah sakit.


Demo Gratis 30 Menit
Lihat langsung berapa
revenue RS Anda yang bocor
Dalam 30 menit, kami analisis data klaim RS Anda — langsung di depan Anda.
Jadwalkan Demo
Tanpa biaya, tanpa kewajiban

10 Penyebab Klaim BPJS Ditolak atau Pending

Tabel: 10 Penyebab Utama Klaim Ditolak/Pending

NoPenyebabFrekuensiContoh SpesifikCara Mencegah
1Diagnosa tidak sesuai SOAPTinggiResume medis menyebut pneumonia, tetapi SOAP notes menunjukkan gejala bronkitis akutEdukasi DPJP tentang konsistensi dokumentasi; review SOAP sebelum coding
2Resume medis tidak lengkapTinggiTidak ada riwayat penyakit, hasil lab tidak dilampirkan, atau rencana terapi tidak ditulisChecklist resume medis wajib per unit; reminder sistem otomatis
3SEP tidak valid atau tidak sesuaiSedangSEP rawat jalan digunakan untuk klaim rawat inap, atau nomor SEP sudah expiredValidasi SEP otomatis saat admisi; integrasi VClaim-SIMRS
4Coding error (ICD-10/ICD-9-CM)TinggiKode unspecified digunakan padahal hasil lab sudah spesifik; salah lateralitasPelatihan coder berkala; peer review coding; tools AI coding assistant
5LOS melebihi standar grouperSedangPasien appendektomi dirawat 10 hari tanpa komplikasi terdokumentasiClinical pathway ketat; discharge planning sejak hari pertama
6Double claimRendahKlaim rawat jalan dan rawat inap pada episode yang sama tanpa dasar medisSistem deteksi duplikasi otomatis di e-Klaim
7Rujukan expired atau tidak validSedangRujukan dari FKTP sudah lebih dari 90 hari; rujukan antar RS tanpa indikasiValidasi tanggal rujukan saat pembuatan SEP
8Tindakan tidak sesuai indikasiSedangCT-Scan tanpa indikasi klinis yang jelas di resume medisPersetujuan tindakan terkait indikasi yang terdokumentasi
9Ketidaksesuaian kelas rawatRendahPasien kelas 3 diklaim dengan tarif kelas 2Verifikasi otomatis kelas rawat vs data kepesertaan
10Berkas penunjang tidak dilampirkanSedangHasil laboratorium, foto radiologi, atau laporan operasi tidak disertakanChecklist lampiran wajib per jenis kasus; digitalisasi berkas

Analisis Penyebab Tertinggi

Dari 10 penyebab di atas, tiga yang paling sering muncul adalah diagnosa tidak sesuai SOAP (estimasi 25-30% dari seluruh klaim bermasalah), resume medis tidak lengkap (20-25%), dan coding error (15-20%). Ketiganya saling berkaitan dan berakar pada satu masalah fundamental: kualitas dokumentasi klinis.

Ketika dokter menulis resume medis yang tidak konsisten dengan SOAP notes, coder akan kesulitan menentukan kode yang tepat. Ketika resume medis tidak lengkap, coder terpaksa menebak atau menggunakan kode unspecified yang justru menurunkan severity level dan tarif klaim.

Ini menunjukkan bahwa solusi paling efektif bukanlah menambah jumlah verifikator, melainkan meningkatkan kualitas dokumentasi klinis dari hulu — dari titik di mana dokter menuliskan catatan medis.


Strategi Pre-Verification: Checklist 15 Item Sebelum Submit Klaim

Berikut adalah checklist pre-verification yang direkomendasikan untuk setiap klaim sebelum disubmit ke BPJS:

Komponen Administratif

  1. SEP valid — Nomor SEP aktif, jenis pelayanan sesuai, kelas rawat sesuai kepesertaan
  2. Rujukan valid — Tanggal rujukan masih berlaku (90 hari untuk penyakit umum, khusus untuk kronis)
  3. Data pasien konsisten — Nama, NIK, tanggal lahir di SEP = di rekam medis = di e-Klaim
  4. Tanggal pelayanan logis — Tanggal masuk, tanggal tindakan, tanggal keluar berurutan dan konsisten
  5. Kelas rawat sesuai — Kelas perawatan aktual sesuai hak kelas peserta

Komponen Klinis

  1. Resume medis lengkap — Anamnesis, pemeriksaan fisik, diagnosa, terapi, prognosis semua terisi
  2. SOAP notes konsisten — Diagnosa di resume medis konsisten dengan daily SOAP notes
  3. Hasil penunjang terlampir — Lab, radiologi, patologi yang mendukung diagnosa utama
  4. Laporan operasi (jika ada) — Lengkap dengan detail teknik, temuan, dan komplikasi
  5. Informed consent terdokumentasi — Untuk tindakan invasif dan operatif

Komponen Coding

  1. Kode ICD-10 spesifik — Hindari kode unspecified jika data klinis mendukung kode spesifik
  2. Diagnosa utama tepat — Diagnosa yang paling banyak menggunakan resource selama episode perawatan
  3. Diagnosa sekunder relevan — Komorbid dan komplikasi yang mempengaruhi perawatan terdokumentasi
  4. Prosedur terkode lengkap — Semua tindakan signifikan memiliki kode ICD-9-CM
  5. Severity level wajar — Severity level yang dihasilkan grouper konsisten dengan kondisi klinis pasien

Dispute Resolution: Cara Mengajukan Sanggahan ke BPJS

Kapan RS Berhak Mengajukan Dispute

Rumah sakit berhak mengajukan dispute ketika:

Dokumen yang Diperlukan untuk Dispute

  1. Surat keberatan resmi dari direktur RS atau pejabat yang ditunjuk
  2. Resume medis lengkap yang telah diperbaiki atau dilengkapi
  3. SOAP notes harian yang mendukung diagnosis dan LOS
  4. Hasil penunjang diagnostik — lab, radiologi, patologi anatomi
  5. Referensi literatur medis jika diperlukan untuk mendukung tindakan atau LOS
  6. Clinical pathway rumah sakit yang berlaku untuk kasus terkait
  7. Pendapat DPJP dalam bentuk surat keterangan medis

Timeline Dispute

TahapDurasiKeterangan
RS menerima notifikasi klaim dikembalikanHari ke-0Melalui aplikasi e-Klaim
RS menyiapkan dokumen dispute7-14 hariTermasuk koordinasi dengan DPJP
Pengajuan dispute ke BPJS CabangHari ke-14Secara tertulis dengan lampiran lengkap
Review dispute oleh tim BPJS14-30 hariMelibatkan verifikator dan tim medis BPJS
Keputusan disputeHari ke-30-45Approve/tetap reject
Eskalasi ke tingkat lebih tinggi (opsional)30 hari tambahanJika RS tidak puas dengan keputusan cabang

Tips Meningkatkan Success Rate Dispute

  1. Dokumentasi kuat — Pastikan bukti klinis yang dilampirkan benar-benar mendukung klaim
  2. Respons cepat — Semakin cepat dispute diajukan, semakin segar ingatan semua pihak
  3. Bahasa objektif — Gunakan terminologi medis dan regulasi, hindari bahasa emosional
  4. Referensi regulasi — Kutip pasal-pasal spesifik dari Permenkes atau Perpres yang mendukung
  5. Track record baik — RS dengan clean claim rate tinggi cenderung mendapat respons dispute yang lebih favorable

Timeline Pembayaran Klaim BPJS

Tabel: Timeline Pembayaran Klaim BPJS

TahapDurasi StandarFaktor yang Memperlambat
Pengajuan klaim oleh RSMaks. tanggal 10 bulan berikutnyaKeterlambatan coding dan verifikasi internal
Verifikasi oleh BPJS Cabang15 hari kerjaVolume klaim tinggi, berkas tidak lengkap
Penyusunan FPK5 hari kerjaPerbedaan data antara RS dan BPJS
Proses pembayaran BPJS Pusat15 hari kerja setelah FPKLikuiditas dana JKN, jumlah RS yang harus dibayar
Dana masuk rekening RST+1-3 hariProses transfer antarbank
Total (klaim bersih)30-45 hariSemua faktor di atas bisa kumulatif
Total (klaim bermasalah)60-90+ hariDitambah proses perbaikan dan dispute

Strategi Mempercepat Pembayaran

Rumah sakit dapat mempercepat siklus pembayaran dengan:


KPI Verifikasi Klaim Rumah Sakit

Tabel: 8 KPI Verifikasi Klaim yang Wajib Dimonitor

NoKPITargetFormulaFrekuensi Monitoring
1Clean Claim Rate>90%(Klaim approve pertama / total klaim submit) x 100%Bulanan
2Pending Rate<5%(Klaim pending / total klaim submit) x 100%Bulanan
3Return Rate<5%(Klaim dikembalikan / total klaim submit) x 100%Bulanan
4Coding Accuracy Rate>95%(Klaim tanpa revisi coding / total klaim) x 100%Bulanan
5Turnaround Time Internal<3 hariRata-rata hari dari discharge sampai submit klaimMingguan
6Dispute Success Rate>60%(Dispute dimenangkan / total dispute diajukan) x 100%Kuartalan
7Revenue Realization Rate>95%(Total pembayaran diterima / total klaim diajukan) x 100%Bulanan
8Case Mix Index (CMI)Sesuai tipe RSTotal tarif INA-CBG / jumlah kasusBulanan

Cara Menggunakan KPI

KPI verifikasi klaim bukan sekadar angka untuk dilaporkan, tetapi alat manajemen untuk mengidentifikasi area perbaikan:


Teknologi untuk Optimasi Verifikasi Klaim

Tantangan Manual Verification

Verifikasi klaim secara manual menghadapi keterbatasan fundamental:

Solusi: Pre-Verification Otomatis dengan BPJScan

BPJScan dari MedMinutes adalah tools pre-verification klaim yang dirancang khusus untuk rumah sakit Indonesia. Dengan 78 filter pemeriksaan otomatis, BPJScan memeriksa setiap klaim terhadap potensi error sebelum diajukan ke BPJS.

Apa yang diperiksa BPJScan:

Sudah dipercaya oleh 50+ rumah sakit di 8+ provinsi di Indonesia, BPJScan membantu rumah sakit meningkatkan clean claim rate dan mengidentifikasi potensi optimasi klaim yang sebelumnya tidak terdeteksi oleh proses manual.

Dokumentasi Klinis yang Akurat dari Awal dengan CDSS

Selain pre-verification klaim, kualitas dokumentasi klinis dari awal juga krusial. MedMinutes Clinical Assistant (CDSS) membantu dokter menghasilkan dokumentasi klinis yang lengkap dan akurat melalui 4 modul:

  1. SOAP Extraction — Mengekstrak data SOAP secara terstruktur dari catatan klinis
  2. ICD-10 AI — Memberikan rekomendasi kode ICD-10 berdasarkan data klinis
  3. Drug Interaction — Mendeteksi potensi interaksi obat
  4. AI Resume Medis — Menghasilkan draft resume medis yang lengkap dan terstruktur

Dengan dokumentasi yang akurat dari awal, proses coding menjadi lebih mudah, klaim menjadi lebih bersih, dan potensi pengembalian berkurang drastis.


FAQ: Verifikasi Klaim BPJS Rumah Sakit

1. Berapa lama proses verifikasi klaim BPJS dari pengajuan hingga pembayaran?

Untuk klaim bersih tanpa masalah, proses dari pengajuan hingga pembayaran membutuhkan waktu sekitar 30-45 hari kerja. Namun, jika klaim dikembalikan dan harus melalui proses perbaikan atau dispute, timeline bisa mencapai 60-90 hari atau lebih. Kunci untuk mempercepat pembayaran adalah memastikan klaim yang diajukan sudah bersih dan lengkap melalui proses pre-verification yang ketat.

2. Apa perbedaan antara klaim pending dan klaim ditolak (returned)?

Klaim pending berarti klaim ditangguhkan sementara karena memerlukan kelengkapan data atau klarifikasi tambahan — rumah sakit masih dapat melengkapi dan mengajukan ulang. Klaim returned atau dikembalikan berarti klaim ditolak karena tidak memenuhi kriteria tertentu dan harus diperbaiki secara substansial sebelum diajukan kembali. Keduanya berdampak pada cash flow, tetapi returned biasanya memerlukan waktu penyelesaian lebih lama.

3. Apa target clean claim rate yang ideal untuk rumah sakit?

Target clean claim rate yang ideal adalah di atas 90%. Artinya, minimal 90 dari 100 klaim yang diajukan langsung di-approve tanpa perlu revisi. Rumah sakit dengan clean claim rate di bawah 85% perlu mengevaluasi proses verifikasi internal, kualitas coding, dan kelengkapan dokumentasi klinis secara menyeluruh.

4. Bagaimana cara mengurangi tingkat klaim yang di-return oleh BPJS?

Strategi utama untuk mengurangi return rate: (1) Implementasikan checklist pre-verification sebelum setiap klaim disubmit, (2) Lakukan edukasi rutin kepada DPJP tentang pentingnya konsistensi resume medis dengan SOAP notes, (3) Pastikan coder mendapat pelatihan berkala tentang update ICD-10 dan aturan coding, (4) Gunakan tools pre-verification otomatis seperti BPJScan untuk mendeteksi error yang terlewat oleh pemeriksaan manual.

5. Apakah rumah sakit bisa mengajukan dispute untuk semua jenis klaim yang dikembalikan?

Ya, rumah sakit berhak mengajukan dispute untuk klaim yang dikembalikan, sepanjang RS memiliki bukti klinis dan administratif yang mendukung. Namun, keberhasilan dispute sangat bergantung pada kekuatan dokumentasi. Dispute yang didukung oleh resume medis lengkap, SOAP notes konsisten, dan hasil penunjang yang jelas memiliki peluang berhasil yang jauh lebih tinggi dibandingkan dispute yang hanya berdasarkan argumen verbal.

6. Apa peran teknologi dalam meningkatkan akurasi verifikasi klaim?

Teknologi berperan krusial dalam tiga area: (1) Pre-verification otomatis — tools seperti BPJScan dengan 78 filter dapat memeriksa klaim secara konsisten tanpa faktor kelelahan manusia, (2) Clinical decision support — CDSS membantu dokter menghasilkan dokumentasi klinis yang akurat dan lengkap, dan (3) Dashboard monitoring — memungkinkan manajemen RS memantau KPI verifikasi klaim secara real-time dan mengambil tindakan korektif lebih cepat.


Optimalkan Verifikasi Klaim Rumah Sakit Anda

Verifikasi klaim yang efektif dimulai dari dokumentasi klinis yang akurat dan diakhiri dengan pre-verification yang menyeluruh. Dengan tools yang tepat, rumah sakit dapat meningkatkan clean claim rate, mempercepat siklus pembayaran, dan mengidentifikasi potensi optimasi yang selama ini terlewat.

BPJScan membantu 50+ rumah sakit di 8+ provinsi melakukan pre-verification otomatis dengan 78 filter pemeriksaan. Hubungi tim MedMinutes untuk demo:

Jadwalkan Demo BPJScan

Untuk meningkatkan kualitas dokumentasi klinis dari awal, MedMinutes Clinical Assistant (CDSS) dengan 4 modul — SOAP Extraction, ICD-10 AI, Drug Interaction, dan AI Resume Medis — membantu dokter menghasilkan catatan medis yang lengkap dan konsisten.

Pelajari Clinical Assistant


Referensi

  1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.
  2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2023 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan.
  3. Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Administrasi Klaim Fasilitas Kesehatan dalam Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan.
  4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 2016 tentang Pedoman Indonesian Case Base Groups (INA-CBG) dalam Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional.
  5. World Health Organization. (2010). International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems, 10th Revision (ICD-10).
  6. Kementerian Kesehatan RI. Petunjuk Teknis Sistem Indonesian Case Base Groups (INA-CBGs).
  7. BPJS Kesehatan. Panduan Praktis Verifikasi Klaim Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan.
Share
Konsultasi Gratis
Frustasi dengan vendor
SIMRS Anda?
Ceritakan situasi RS Anda. Dalam demo 30 menit, kami tunjukkan berapa yang bisa dihemat — langsung dari data klaim Anda.
Chat via WhatsApp
Jawab < 1 jam di jam kerja

Dipercaya 50+ rumah sakit di 8+ provinsi

RSUP Dr. Hasan SadikinRSUP Dr. Hasan Sadikin
RS Univ. AndalasRS Univ. Andalas
RSUP Dr. Moh. HoesinRSUP Dr. Moh. Hoesin
RS Bethesda YogyakartaRS Bethesda Yogyakarta
RS SMC TelogorejoRS SMC Telogorejo
RST Bhakti Wira TamtamaRST Bhakti Wira Tamtama
LADOKGI RE MartadinataLADOKGI RE Martadinata
RSUD Kardinah TegalRSUD Kardinah Tegal
RS William BoothRS William Booth
RS Roemani MuhammadiyahRS Roemani Muhammadiyah
RS Panti Wilasa Dr. CiptoRS Panti Wilasa Dr. Cipto
RSD Idaman BanjarbaruRSD Idaman Banjarbaru
RSUP Dr. Hasan Sadikin
RS Univ. Andalas
RSUP Dr. Moh. Hoesin
RS Bethesda Yogyakarta
RS SMC Telogorejo
RST Bhakti Wira Tamtama
LADOKGI RE Martadinata
RSUD Kardinah Tegal
RS William Booth
RS Roemani Muhammadiyah
RS Panti Wilasa Dr. Cipto
RSD Idaman Banjarbaru