📚 Bagian dari panduan: Panduan SIMRS & Teknologi RS

DICOM Router untuk RS Tipe B: Bridging PACS ke SATUSEHAT Tanpa Ganti Modality

Vera MedMinutes, Content & Marketing MedMinutes · · 7 menit baca
Petugas radiologi memeriksa gambar pencitraan medis di layar komputer rumah sakit

RS Tipe B yang belum mengganti PACS atau mesin radiologinya sering menganggap integrasi data pencitraan ke SATUSEHAT butuh investasi alat baru. Padahal ada lapisan penghubung bernama DICOM Router yang menjembatani PACS dan modality lama ke SATUSEHAT tanpa mengganti perangkat radiologi sama sekali. Artikel ini menjelaskan cara kerjanya, alur datanya, dan apa yang perlu disiapkan sebelum memasangnya.

Apa Itu DICOM Router dan Kenapa RS Membutuhkannya

DICOM Router adalah komponen middleware yang menjembatani sistem pencitraan medis di RS — PACS (Picture Archiving and Communication System) dan modality seperti CT scan, MRI, atau rontgen — dengan Platform SATUSEHAT milik Kemenkes. Ia menerima berkas DICOM yang sudah ada di RS, memetakannya ke format FHIR yang dibaca SATUSEHAT, lalu mengirimkannya tanpa RS perlu mengganti perangkat pencitraan yang sudah berjalan.

Kebutuhannya muncul karena data radiologi berbeda dari data klinis lain yang sudah lebih dulu terintegrasi ke SATUSEHAT seperti pendaftaran atau diagnosis. Data radiologi berbentuk file citra biner berukuran besar dengan standar format sendiri (DICOM), bukan teks terstruktur — sehingga butuh komponen khusus untuk menjembataninya ke format pertukaran data kesehatan nasional.

Kenapa RS Tipe B Tidak Perlu Ganti Modality

DICOM Router bekerja sebagai lapisan tambahan di antara PACS/modality dan SATUSEHAT — ia tidak menggantikan fungsi penyimpanan atau pembacaan citra yang sudah dijalankan PACS, dan tidak mensyaratkan modality tertentu. Modality lama tetap mengirim hasil pencitraan ke PACS seperti biasa; DICOM Router hanya menyalin dan meneruskan berkas itu ke SATUSEHAT di jalur terpisah.

Ini yang membuat DICOM Router relevan khusus untuk RS Tipe B: kelas RS ini umumnya sudah punya PACS dan modality yang berfungsi baik secara klinis, tetapi belum tentu punya anggaran atau alasan operasional untuk menggantinya hanya demi kepatuhan pelaporan. DICOM Router menjawab kebutuhan itu — kepatuhan integrasi data dicapai lewat komponen tambahan, bukan lewat penggantian alat yang masih layak pakai.

Bagaimana Alur Data dari Modality Sampai ke SATUSEHAT

Alurnya berjalan dalam empat tahap: modality mengirim hasil pencitraan ke PACS seperti proses normal, PACS meneruskan salinannya ke DICOM Router lewat protokol standar DICOM (C-STORE), DICOM Router mengunggah berkas itu ke National Imaging Data Repository (NIDR) milik SATUSEHAT, lalu mengirim metadatanya sebagai resource FHIR ImagingStudy sehingga hasil pencitraan tercatat dan bisa dirujuk silang dengan data klinis pasien.

Setelah SATUSEHAT menerima dan menyimpan berkas, ia mengembalikan identitas ImagingStudy ke DICOM Router. Identitas ini penting disimpan di sisi RS karena akan dipakai kembali saat mengirim data turunan dari pemeriksaan yang sama — misalnya hasil bacaan atau ekspertise radiolog — supaya data pencitraan dan data bacaannya tetap tertaut sebagai satu episode pemeriksaan, bukan dua entri terpisah yang berdiri sendiri.

Kondisi Integrasi Radiologi ke SATUSEHAT Saat Ini

Integrasi data laboratorium dan radiologi masih menjadi titik yang tertinggal dibanding modul SATUSEHAT lain. Pada Lokakarya Implementasi SATUSEHAT Fase 5–6 (22–24 Juli 2025) yang digelar Pusdatin Kemenkes untuk mempercepat pengiriman data laboratorium dan radiologi, Kemenkes menyebut baru sekitar 10,9% fasilitas kesehatan yang sudah mengirim data radiologi ke SATUSEHAT — jauh di bawah modul-modul yang lebih dulu wajib seperti pendaftaran atau diagnosis.

Lokakarya itu secara eksplisit menyasar pengembang RME dan RS yang belum melakukan integrasi laboratorium-radiologi, dengan simulasi sandbox dan pendampingan teknis pemetaan data. Artinya, celah ini sudah diidentifikasi Kemenkes sendiri sebagai titik yang butuh dorongan tambahan — bukan sekadar keterlambatan RS secara individual. Bagi RS Tipe B yang modul radiologinya masih kosong, ini konteks penting: RS tidak sendirian menghadapi kompleksitas ini, tetapi juga tidak bisa menunggu tanpa rencana karena kelengkapan pengiriman per modul termasuk yang dipantau dalam penilaian kepatuhan RME.

Demo Gratis 30 Menit
Kirim data ke SatuSehat
tanpa mengganti SIMRS
Integration Hub menjembatani sistem yang sudah berjalan di RS Anda ke SatuSehat, resource demi resource.
Jadwalkan Demo
Tanpa biaya, tanpa kewajiban

Yang Harus Disiapkan RS Sebelum Memasang DICOM Router

Sebelum mengaktifkan DICOM Router, RS perlu memastikan empat hal: PACS sudah bisa mengekspor berkas DICOM lewat jaringan internal ke tujuan yang ditentukan (bukan hanya menyimpan lokal di storage tertutup), daftar AE Title dan alamat jaringan modality/PACS yang akan disalin sudah terdokumentasi lengkap, ada champion IT atau petugas radiologi yang memahami alur kerja pencitraan untuk memvalidasi hasil pengiriman, dan RS sudah mendaftarkan diri serta melakukan uji coba di lingkungan sandbox SATUSEHAT sebelum mengirim data produksi.

Kesalahan yang paling sering terjadi bukan pada DICOM Router itu sendiri, melainkan pada tahap persiapan ini — PACS yang jaringannya tidak dikonfigurasi untuk menerima koneksi keluar tambahan, atau daftar modality yang tidak lengkap sehingga sebagian alat luput dari pemetaan. Menuntaskan persiapan ini lebih dulu jauh lebih murah daripada memperbaiki mapping yang salah setelah data terlanjur terkirim dalam jumlah besar.

Siapa yang Perlu Duduk Bersama Sebelum Implementasi

Pemasangan DICOM Router bukan pekerjaan IT sendirian — ia butuh masukan dari radiolog atau kepala instalasi radiologi, tim IT/champion SIMRS, dan bila PACS masih dalam masa kontrak dengan vendor, perwakilan vendor tersebut untuk memastikan konfigurasi ekspor data tidak melanggar ketentuan garansi atau lisensi.

Radiolog perlu dilibatkan karena merekalah yang paling memahami alur kerja pembacaan sehari-hari dan bisa mendeteksi lebih cepat bila ada pemeriksaan yang datanya tidak lengkap terkirim — misalnya seri citra yang terpotong atau metadata pasien yang tidak sinkron antara PACS dan sistem pendaftaran. IT/champion SIMRS berperan pada sisi teknis: memastikan pemetaan AE Title benar dan memantau log pengiriman ke NIDR. Tanpa kolaborasi ini, RS berisiko mengetahui adanya masalah pengiriman jauh setelah masalah itu terjadi berulang kali, bukan pada pemeriksaan pertama yang bermasalah.

Keterlibatan vendor PACS penting khususnya untuk RS yang PACS-nya masih under-contract, karena sebagian vendor membatasi akses langsung ke server penyimpanan citra demi alasan keamanan. Pada kondisi ini, permintaan integrasi DICOM Router perlu diajukan resmi ke vendor sebagai permintaan konfigurasi tambahan, bukan diselesaikan sepihak oleh tim IT internal RS.

Bagaimana Ini Terhubung dengan Penilaian Kepatuhan RME Secara Keseluruhan

Modul radiologi adalah satu dari beberapa modul data yang dinilai saat Kemenkes mengukur kelengkapan pengiriman data RME sebuah RS ke SATUSEHAT — bersanding dengan modul pendaftaran, diagnosis, dan obat yang umumnya lebih dulu terintegrasi. RS yang modul-modul lainnya sudah lengkap tetapi radiologinya masih kosong tetap tercatat sebagai RS yang pengirimannya belum menyeluruh, bukan RS yang belum terhubung sama sekali ke SATUSEHAT — perbedaan yang penting dipahami Wadir Pelayanan agar penanganannya tepat sasaran ke modul yang benar-benar tertinggal.

Dari sisi akreditasi, STARKES Bab MRMIK menilai kelengkapan dan keterlacakan dokumentasi rekam medis elektronik secara menyeluruh, termasuk bukti bahwa data klinis — bukan hanya narasi tekstual — benar-benar mengalir ke sistem yang seharusnya. Modul radiologi yang kosong berpotensi menjadi temuan surveyor pada elemen penilaian dokumentasi elektronik, terlepas dari seberapa baik modul-modul lain sudah berjalan. Menutup celah ini lebih awal, sebelum siklus survei berikutnya, jauh lebih terkendali dibanding menanganinya sebagai temuan mendadak saat surveyor sudah di lapangan.


Dasar Hukum

FAQ

Apakah DICOM Router mengganti PACS yang sudah dipakai RS?

Tidak. DICOM Router adalah lapisan penghubung, bukan pengganti PACS atau modality. Ia menerima salinan file DICOM dari PACS/modality lewat protokol C-STORE, memetakannya ke format FHIR, lalu mengirimkannya ke SATUSEHAT — sementara PACS tetap menjadi tempat penyimpanan dan pembacaan utama di RS.

Apakah RS Tipe B wajib pakai DICOM Router buatan Kemenkes?

Kemenkes menyediakan spesifikasi dan referensi arsitektur DICOM Router secara terbuka di dokumentasi Platform SATUSEHAT. RS bisa memakai komponen tersebut, mengembangkan sendiri sesuai spesifikasi itu, atau memakai modul dari vendor SIMRS/PACS masing-masing — selama outputnya tetap mengirim resource ImagingStudy yang valid ke SATUSEHAT.

Kenapa integrasi data radiologi ke SATUSEHAT dianggap paling sulit dibanding modul lain?

Karena data radiologi bukan sekadar catatan teks seperti Encounter atau Condition, melainkan file citra biner berukuran besar yang harus diunggah ke National Imaging Data Repository dan dipetakan ke resource ImagingStudy — perlu komponen tambahan (DICOM Router) yang tidak dibutuhkan modul lain, dan tidak semua staf IT RS familiar dengan standar DICOM.

Apa dampaknya kalau RS Tipe B belum mengirim data radiologi ke SATUSEHAT?

Kelengkapan pengiriman data per modul — termasuk radiologi — menjadi salah satu penilaian kepatuhan RME yang dipantau Kemenkes dan berkaitan dengan bukti dokumentasi elektronik yang diminta STARKES pada Bab MRMIK. RS yang modul radiologinya kosong tetap bisa tercatat terhubung ke SATUSEHAT, tetapi pengirimannya dinilai tidak lengkap.

Sumber

Share
Konsultasi Gratis
Integrasi SatuSehat RS Anda
berhenti di tengah jalan?
Ceritakan sampai mana progres integrasi Anda. Kami bantu petakan resource mana yang belum terkirim.
Chat via WhatsApp
Jawab < 1 jam di jam kerja

Dipercaya 60+ rumah sakit di 10+ provinsi

RSUP Dr. Hasan SadikinRSUP Dr. Hasan Sadikin
RS Univ. AndalasRS Univ. Andalas
RSD WongsonegoroRSD Wongsonegoro
RS Bethesda YogyakartaRS Bethesda Yogyakarta
RS SMC TelogorejoRS SMC Telogorejo
RST Bhakti Wira TamtamaRST Bhakti Wira Tamtama
LADOKGI RE MartadinataLADOKGI RE Martadinata
RS Islam Jemursari SurabayaRS Islam Jemursari Surabaya
RS Islam Arafah JambiRS Islam Arafah Jambi
RS Roemani MuhammadiyahRS Roemani Muhammadiyah
RS Panti Wilasa Dr. CiptoRS Panti Wilasa Dr. Cipto
RSD Idaman BanjarbaruRSD Idaman Banjarbaru
RSUP Dr. Hasan Sadikin
RS Univ. Andalas
RSD Wongsonegoro
RS Bethesda Yogyakarta
RS SMC Telogorejo
RST Bhakti Wira Tamtama
LADOKGI RE Martadinata
RS Islam Jemursari Surabaya
RS Islam Arafah Jambi
RS Roemani Muhammadiyah
RS Panti Wilasa Dr. Cipto
RSD Idaman Banjarbaru