Pembuatan SEP BPJS dari SIMRS Menggunakan API VClaim: Panduan Teknis Integrasi dan Optimasi Klaim [2026]
Pembuatan SEP BPJS dari SIMRS Menggunakan API VClaim: Panduan Teknis Integrasi dan Optimasi Klaim
Pembuatan SEP (Surat Eligibilitas Peserta) BPJS melalui SIMRS menggunakan API VClaim adalah proses otomatisasi pembuatan dokumen eligibilitas BPJS Kesehatan berdasarkan data administratif pasien yang tervalidasi dalam sistem informasi rumah sakit. Integrasi ini memastikan kesesuaian parameter episode layanan — poli tujuan, kelas perawatan, jenis layanan, dan data rujukan — sejak awal registrasi pasien sehingga mengurangi risiko pending klaim INA-CBG.
Dalam konteks operasional rumah sakit, pembuatan SEP merupakan titik kritis pertama dalam rantai klaim BPJS. Kesalahan parameter SEP di tahap registrasi berdampak domino terhadap seluruh episode perawatan — mulai dari CPPT, resume medis, koding casemix, hingga submission klaim ke BPJS. Artikel ini menyajikan panduan teknis lengkap bagi tim IT, casemix, dan manajemen RS dalam mengimplementasikan dan mengoptimalkan integrasi SEP via API VClaim.
Definisi dan Konsep Dasar
Apa Itu SEP (Surat Eligibilitas Peserta)?
Surat Eligibilitas Peserta (SEP) adalah dokumen elektronik yang diterbitkan oleh BPJS Kesehatan sebagai bukti bahwa seorang peserta JKN memenuhi syarat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan tertentu. SEP berisi informasi tentang identitas peserta, fasilitas kesehatan tujuan, jenis layanan (rawat jalan/rawat inap), poli tujuan, kelas perawatan, dan data rujukan.
SEP berfungsi sebagai gerbang validasi awal episode layanan dalam skema INA-CBG. Tanpa SEP yang valid, seluruh rangkaian pelayanan tidak dapat diklaim ke BPJS Kesehatan meskipun tindakan medis telah dilakukan.
Apa Itu API VClaim BPJS?
API VClaim adalah antarmuka pemrograman aplikasi (Application Programming Interface) yang disediakan BPJS Kesehatan untuk memungkinkan sistem informasi fasilitas kesehatan (SIMRS/SIM Klinik) berkomunikasi langsung dengan server BPJS. API ini menggunakan arsitektur RESTful dengan format data JSON dan mendukung berbagai fungsi termasuk pembuatan SEP, pengecekan eligibilitas peserta, manajemen rujukan, dan rencana kontrol.
Apa Itu Bridging SIMRS-BPJS?
Bridging SIMRS-BPJS adalah integrasi berbasis API yang menyatukan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dengan ekosistem BPJS Kesehatan. Bridging ini memungkinkan aliran data real-time untuk verifikasi peserta, pembuatan SEP, pendaftaran antrean (Antrol), submission klaim VClaim, dan rujukan PCare — tanpa perlu double entry di dua sistem terpisah.
Dasar Hukum
Integrasi pembuatan SEP melalui SIMRS dengan API VClaim diatur oleh sejumlah regulasi berikut:
| Regulasi | Tentang | Relevansi Integrasi SEP |
|---|---|---|
| UU No. 44 Tahun 2009 | Rumah Sakit | Kewajiban RS menyelenggarakan SIMRS |
| UU No. 24 Tahun 2011 | BPJS | Dasar hukum JKN dan kewajiban faskes dalam administrasi klaim |
| Permenkes No. 82 Tahun 2013 | SIMRS | Modul wajib SIMRS termasuk integrasi bridging BPJS VClaim |
| Permenkes No. 24 Tahun 2022 | Rekam Medis | Kewajiban RME terintegrasi SatuSehat dan bridging BPJS |
| Permenkes No. 26 Tahun 2021 | Pedoman INA-CBG | Aturan grouper dan kesesuaian parameter episode layanan |
| Permenkes No. 3 Tahun 2023 | Standar Tarif JKN | Tarif INA-CBG terbaru yang bergantung pada parameter SEP |
| Perpres No. 59 Tahun 2024 | Perubahan Perpres 82/2018 | Implementasi KRIS yang mengubah parameter kelas rawat dalam SEP |
| PMK No. 24 Tahun 2022 | SatuSehat | Standar interoperabilitas HL7 FHIR R4 untuk integrasi data kesehatan |
Berdasarkan Permenkes 82/2013, integrasi bridging BPJS VClaim merupakan bagian dari modul wajib SIMRS. Artinya, rumah sakit yang tidak mengimplementasikan bridging ini tidak memenuhi standar penyelenggaraan SIMRS sesuai regulasi.
Mengapa Integrasi SEP via API VClaim Penting bagi RS
Dampak Finansial Kesalahan SEP
Kesalahan parameter SEP — seperti salah poli tujuan, mismatch kelas perawatan, atau ketidaksesuaian jenis layanan — berdampak langsung pada validitas klaim INA-CBG. Berikut simulasi dampak finansialnya untuk RS tipe B dengan volume tinggi:
| Metrik | Tanpa Integrasi API VClaim | Dengan Integrasi API VClaim |
|---|---|---|
| Volume klaim BPJS/bulan | 1.200 klaim | 1.200 klaim |
| Error rate parameter SEP | 8% | 1-2% |
| Klaim berpotensi pending | 96 klaim | 12-24 klaim |
| Rata-rata nilai klaim | Rp 5.000.000 | Rp 5.000.000 |
| Cashflow tertahan/bulan | Rp 480.000.000 | Rp 60-120.000.000 |
| Penghematan cashflow/bulan | - | Rp 360-420.000.000 |
| Penghematan cashflow/tahun | - | Rp 4,3-5 miliar |
Angka di atas menunjukkan bahwa integrasi SEP via API VClaim bukan sekadar efisiensi administratif — melainkan investasi strategis dengan ROI yang terukur.
Manfaat Operasional
- Eliminasi double entry — data pasien cukup diinput sekali di SIMRS
- Validasi real-time — eligibilitas peserta dicek langsung ke server BPJS
- Konsistensi parameter — poli, kelas, dan jenis layanan tervalidasi sistem
- Percepatan registrasi — SEP terbit dalam hitungan detik, bukan menit
- Audit trail — setiap pembuatan/perubahan SEP tercatat di sistem
Alur Data Pembuatan SEP via API VClaim dalam SIMRS
Berikut alur lengkap pembuatan SEP terintegrasi dari SIMRS ke server BPJS melalui API VClaim:
Tahap 1: Input Data Pasien di SIMRS
Petugas registrasi memasukkan data pasien di modul pendaftaran SIMRS:
- Nomor Kartu BPJS — identitas kepesertaan JKN
- NIK — nomor induk kependudukan untuk verifikasi identitas
- Faskes Perujuk — kode faskes yang merujuk (untuk pasien rujukan)
- Poli Tujuan — kode poli sesuai mapping internal SIMRS dan BPJS
- Jenis Layanan — rawat jalan (RJ) atau rawat inap (RI)
- Kelas Perawatan — sesuai hak peserta (dengan penyesuaian KRIS mulai 2026)
- Tanggal Pelayanan — tanggal kunjungan atau admisi
Tahap 2: Validasi Parameter oleh SIMRS
Sebelum mengirim request ke API VClaim, SIMRS melakukan pre-validasi:
| Parameter | Validasi SIMRS | Risiko Jika Tidak Divalidasi |
|---|---|---|
| Nomor Kartu BPJS | Format 13 digit, cek duplikasi | SEP gagal terbit |
| Kode Poli | Mapping kode internal vs kode BPJS | Mismatch poli → pending klaim |
| Kelas Perawatan | Cek hak peserta vs kelas yang diminta | Klaim ditolak verifikasi |
| Rujukan | Masa berlaku rujukan, faskes perujuk | SEP tidak valid |
| Jenis Layanan | Konsistensi RJ/RI dengan poli dan diagnosis | Mismatch episode layanan |
| Tanggal | Tidak mundur lebih dari batas toleransi | SEP ditolak server BPJS |
Tahap 3: Request ke API VClaim BPJS
Setelah validasi lokal berhasil, SIMRS mengirim request pembuatan SEP ke endpoint API VClaim BPJS Kesehatan. Request ini menggunakan protokol RESTful dengan format JSON dan memerlukan autentikasi menggunakan Cons ID dan Secret Key yang diterbitkan BPJS untuk masing-masing faskes.
Proses request meliputi:
- Autentikasi — SIMRS mengirim Cons ID dan timestamp untuk mendapat token
- Pengecekan eligibilitas — verifikasi status kepesertaan aktif
- Pembuatan SEP — request pembuatan dengan seluruh parameter yang diperlukan
- Response — server BPJS mengembalikan nomor SEP atau kode error
Tahap 4: Sinkronisasi Episode Layanan
Setelah SEP berhasil terbit, nomor SEP disimpan dalam database SIMRS dan digunakan sebagai referensi di seluruh episode layanan:
- CPPT dan SOAP — dokumentasi klinis terhubung dengan nomor SEP
- Resume Medis — nomor SEP tercantum untuk referensi koding
- Koding INA-CBG — parameter SEP menjadi basis grouper
- Billing — tagihan terkonsolidasi per episode SEP
- Submission klaim — data klaim merujuk pada SEP yang sama
Parameter Teknis API VClaim untuk Pembuatan SEP
Berikut parameter wajib yang harus dikirimkan dalam request pembuatan SEP melalui API VClaim:
| Parameter | Tipe Data | Keterangan | Contoh |
|---|---|---|---|
| noKartu | String (13) | Nomor kartu BPJS peserta | "0001234567890" |
| tglSep | Date | Tanggal pembuatan SEP | "2026-04-10" |
| ppkPelayanan | String (8) | Kode faskes pelayanan | "0301R001" |
| jnsPelayanan | Integer | 1 = Rawat Inap, 2 = Rawat Jalan | 2 |
| klsRawat | Integer | Kelas rawat (1/2/3, atau KRIS) | 1 |
| noMR | String | Nomor rekam medis internal RS | "RM-2026-12345" |
| noRujukan | String | Nomor rujukan dari faskes perujuk | "0101R001260401001" |
| ppkRujukan | String (8) | Kode faskes perujuk | "0101R001" |
| diagAwal | String | Kode ICD-10 diagnosis awal | "J18.9" |
| poliTujuan | String | Kode poli tujuan sesuai mapping BPJS | "INT" |
| catatan | String | Catatan tambahan (opsional) | "Kontrol ulang" |
Perbandingan: Manual vs Integrasi API VClaim
| Aspek | Pembuatan SEP Manual | Integrasi SIMRS-VClaim |
|---|---|---|
| Input data | Double entry (SIMRS + website BPJS) | Single entry di SIMRS |
| Waktu per SEP | 3-5 menit | 5-10 detik |
| Validasi parameter | Manual, rentan human error | Otomatis oleh sistem |
| Konsistensi data | Berisiko mismatch antar sistem | Data sinkron real-time |
| Audit trail | Tidak tercatat otomatis | Log lengkap di SIMRS |
| Skalabilitas | Terbatas oleh jumlah operator | Unlimited, tergantung server |
| Error rate | 5-8% | 1-2% |
| Dampak pada klaim | Pending rate tinggi | Pending rate minimal |
Dampak dan Risiko Implementasi
Dampak Positif
- Pengurangan pending klaim — parameter SEP yang tervalidasi sejak awal mencegah mismatch di tahap verifikasi
- Percepatan arus kas — klaim yang valid lebih cepat diproses dan dibayarkan
- Efisiensi operasional — petugas registrasi tidak perlu membuka dua sistem terpisah
- Data integrity — satu sumber data untuk seluruh episode layanan
- Kesiapan KRIS 2026 — integrasi API memudahkan adaptasi parameter kelas rawat baru
Risiko yang Perlu Diantisipasi
- Downtime API BPJS — server BPJS dapat mengalami maintenance atau gangguan, memerlukan mekanisme fallback
- Mapping kode poli — ketidaksesuaian antara kode poli internal SIMRS dan kode BPJS menyebabkan error
- Perubahan API version — BPJS secara berkala memperbarui versi API yang memerlukan update di sisi SIMRS
- Keamanan data — transmisi data pasien harus dilindungi dengan enkripsi yang memadai
- Ketergantungan koneksi internet — konektivitas yang tidak stabil mengganggu proses registrasi
Mitigasi Risiko
| Risiko | Strategi Mitigasi |
|---|---|
| Downtime API BPJS | Implementasi mekanisme queue — simpan request, kirim otomatis saat server kembali aktif |
| Mapping kode salah | Buat master mapping kode poli internal vs BPJS, review berkala saat ada perubahan |
| Perubahan API version | Assign developer untuk monitoring changelog BPJS, update segera setelah rilis |
| Keamanan data | Gunakan HTTPS/TLS, enkripsi payload, dan manajemen token yang ketat |
| Koneksi tidak stabil | Backup koneksi internet, local caching untuk data eligibilitas |
Prasyarat Teknis Pengajuan Bridging VClaim
Sebelum RS dapat menggunakan API VClaim, beberapa prasyarat teknis harus dipenuhi:
- SIMRS aktif minimal 1 bulan — RS harus sudah mengoperasikan SIMRS secara aktif
- Training penggunaan SIMRS — seluruh staf yang terlibat sudah terlatih
- Minimal 30 RME aktif/bulan — bukti bahwa SIMRS digunakan secara produktif
- Pengajuan Cons ID dan Secret Key — diajukan ke kantor cabang BPJS setempat
- Server/hosting SIMRS — memenuhi standar keamanan dan konektivitas
- Tim IT yang dedicated — untuk maintenance dan troubleshooting integrasi
Setelah prasyarat terpenuhi, proses pengajuan bridging meliputi:
- Pengajuan formal ke BPJS Kesehatan cabang
- Verifikasi kesiapan teknis oleh tim BPJS
- Penerbitan Cons ID dan Secret Key
- Implementasi dan testing di environment staging
- Go-live setelah UAT (User Acceptance Testing) berhasil
Integrasi SEP dalam Konteks Ekosistem Digital RS
Koneksi dengan SatuSehat
Berdasarkan Permenkes No. 24 Tahun 2022, seluruh fasilitas kesehatan wajib terintegrasi dengan platform SatuSehat menggunakan standar HL7 FHIR R4. Dalam konteks pembuatan SEP, integrasi SatuSehat memungkinkan:
- Akses riwayat medis pasien dari faskes lain
- Verifikasi konsistensi diagnosis antar episode
- Sinkronisasi data encounter dengan server nasional
Koneksi dengan Antrol
API Antrol (Antrean Online) BPJS terintegrasi dengan VClaim untuk memastikan pasien yang sudah mendaftar antrean online dapat langsung dibuatkan SEP tanpa registrasi ulang. Hal ini mempercepat alur pelayanan terutama di poli dengan volume tinggi.
Koneksi dengan eClaim
Data SEP yang dibuat melalui API VClaim otomatis tersinkronisasi dengan sistem eClaim BPJS, memudahkan proses submission klaim tanpa perlu input ulang nomor SEP dan parameter episode layanan.
Peran MedMinutes dalam Ekosistem Integrasi
MedMinutes menyediakan RME dan HIS terintegrasi yang terhubung langsung dengan API VClaim, SatuSehat, Antrol, dan iCare. Integrasi ini memastikan bahwa data SEP mengalir secara seamless ke seluruh modul — dari registrasi, dokumentasi klinis, hingga submission klaim — tanpa fragmentasi data.
Untuk analisis klaim pasca-submission, BPJScan dari MedMinutes dapat mendeteksi pola kesalahan parameter SEP yang berulang, memberikan insight kepada tim casemix untuk perbaikan sistematis.
Dampak Transisi KRIS terhadap Pembuatan SEP
Implementasi KRIS (Kelas Rawat Inap Standar) mulai Januari 2026 membawa perubahan signifikan pada parameter SEP:
- Parameter kelas rawat — transisi dari kelas 1/2/3 ke standar KRIS
- Perhitungan tarif — penyesuaian tarif INA-CBG yang tidak lagi berbasis kelas
- Validasi eligibilitas — perubahan logika pengecekan hak peserta
- Update API — BPJS akan merilis versi API VClaim baru yang mengakomodasi KRIS
RS yang sudah mengimplementasikan bridging VClaim akan lebih mudah beradaptasi karena perubahan cukup dilakukan di sisi konfigurasi SIMRS, bukan perubahan proses manual di seluruh lini registrasi.
Solusi dan Strategi Optimasi
Strategi 1: Master Mapping Kode Poli
Buat dan maintain master data mapping antara kode poli internal SIMRS dan kode poli BPJS. Review secara berkala setiap ada perubahan dari sisi BPJS. Implementasikan validasi otomatis agar setiap registrasi pasien BPJS menggunakan kode poli yang sudah terverifikasi.
Strategi 2: Monitoring Dashboard SEP
Bangun dashboard monitoring yang menampilkan metrik kunci secara real-time:
- Jumlah SEP yang berhasil/gagal per hari
- Distribusi error code dari API VClaim
- Rata-rata waktu pembuatan SEP
- Perbandingan parameter SEP vs klaim yang di-submit
Strategi 3: Fallback Mechanism
Siapkan mekanisme fallback untuk antisipasi downtime API BPJS: implementasi queue system yang menyimpan request SEP secara lokal dan mengirimkannya otomatis saat koneksi pulih, serta mode offline yang memungkinkan registrasi tetap berjalan meskipun API tidak tersedia sementara.
Strategi 4: Validasi AI untuk Konsistensi Episode
Gunakan tools berbasis AI seperti modul CDSS dari MedMinutes untuk memvalidasi konsistensi antara diagnosis awal di SEP, dokumentasi klinis selama perawatan, dan koding final ICD-10 sebelum submission klaim. Hal ini mencegah mismatch yang sering menjadi penyebab pending klaim.
Roadmap Implementasi Bridging VClaim
| Timeline | Aksi | Penanggung Jawab | Expected Impact |
|---|---|---|---|
| Minggu 1-2 | Audit kesiapan teknis: SIMRS, koneksi, SDM IT | Kepala IT | Baseline readiness |
| Minggu 3-4 | Pengajuan Cons ID dan Secret Key ke BPJS cabang | Manajemen + IT | Akses API VClaim |
| Bulan 2 | Implementasi bridging di environment staging, testing | Tim Developer | Integrasi teknis selesai |
| Bulan 2-3 | UAT dengan petugas registrasi, training staf | IT + Registrasi | Kesiapan operasional |
| Bulan 3 | Go-live bertahap (mulai dari 1 poli/unit) | Seluruh Tim | Integrasi live |
| Bulan 4+ | Monitoring, optimasi, dan perluasan ke seluruh unit | IT + Casemix | Full integration |
FAQ
Apa itu pembuatan SEP melalui SIMRS dengan API VClaim?
Pembuatan SEP melalui SIMRS dengan API VClaim adalah proses otomatis pembuatan Surat Eligibilitas Peserta BPJS Kesehatan berdasarkan data registrasi pasien di SIMRS. Melalui integrasi API, SIMRS berkomunikasi langsung dengan server BPJS untuk memverifikasi eligibilitas peserta dan menerbitkan SEP secara real-time — tanpa perlu membuka aplikasi VClaim secara terpisah.
Mengapa kesalahan parameter SEP dapat menyebabkan pending klaim BPJS?
Parameter SEP — seperti poli tujuan, kelas perawatan, dan jenis layanan — menjadi referensi yang digunakan verifikator BPJS dalam menilai kesesuaian episode layanan. Jika parameter SEP tidak sesuai dengan data klaim yang disubmit (misalnya poli SEP berbeda dengan poli di resume medis), klaim akan dipending karena dianggap tidak konsisten. Integrasi API mengurangi risiko ini dengan memvalidasi parameter secara otomatis.
Berapa lama proses pengajuan bridging VClaim ke BPJS?
Proses pengajuan bridging VClaim umumnya memakan waktu 2-4 minggu, tergantung kesiapan teknis RS dan responsivitas kantor cabang BPJS. Prasyarat utama adalah SIMRS sudah aktif minimal 1 bulan dengan minimal 30 RME aktif. Setelah Cons ID dan Secret Key diterbitkan, implementasi teknis membutuhkan 2-4 minggu tambahan untuk development, testing, dan go-live.
Bagaimana cara mengatasi downtime API VClaim BPJS?
Strategi utama mengatasi downtime API VClaim adalah implementasi queue mechanism — request SEP disimpan secara lokal di server SIMRS dan dikirim otomatis saat API kembali aktif. RS juga perlu menyiapkan mode fallback manual (akses langsung ke website VClaim) untuk kasus darurat. Monitoring uptime API dan notifikasi otomatis saat terjadi gangguan juga penting untuk antisipasi.
Apa dampak KRIS 2026 terhadap pembuatan SEP?
Implementasi KRIS (Kelas Rawat Inap Standar) mulai Januari 2026 mengubah parameter kelas rawat dalam SEP. Sistem kelas 1/2/3 digantikan dengan standar KRIS yang memiliki 12 kriteria fasilitas. RS yang sudah menggunakan bridging VClaim hanya perlu update konfigurasi SIMRS sesuai versi API terbaru dari BPJS, sedangkan RS yang masih manual harus melatih ulang seluruh petugas registrasi.
Apakah semua SIMRS bisa diintegrasikan dengan API VClaim?
Secara teknis, SIMRS apapun yang mendukung komunikasi RESTful API dengan format JSON dapat diintegrasikan dengan API VClaim. Namun, RS perlu memastikan bahwa SIMRS memiliki modul bridging yang kompatibel dan tim developer yang mampu mengimplementasikan serta memelihara integrasi. RS yang menggunakan SIMRS yang sudah memiliki modul bridging built-in akan lebih cepat dalam proses implementasi.
Bagaimana integrasi SEP meningkatkan efisiensi klaim INA-CBG secara keseluruhan?
Integrasi SEP via API VClaim meningkatkan efisiensi klaim INA-CBG melalui tiga mekanisme: (1) Validasi di hulu — parameter episode layanan tervalidasi sejak registrasi, mencegah mismatch di tahap koding dan submission, (2) Konsistensi data — nomor SEP dan parameternya menjadi single source of truth yang digunakan di seluruh modul SIMRS, (3) Percepatan proses — eliminasi double entry dan otomatisasi validasi mempercepat alur dari registrasi hingga klaim. Untuk monitoring efisiensi klaim secara menyeluruh, gunakan BPJScan yang menganalisis pola klaim dari file TXT BPJS. Kunjungi blog MedMinutes untuk panduan lebih lanjut tentang optimasi klaim RS.
Kesimpulan
Pembuatan SEP BPJS melalui integrasi SIMRS dengan API VClaim merupakan fondasi dari efisiensi klaim INA-CBG dan stabilitas cashflow rumah sakit. SEP yang valid dan konsisten sejak awal registrasi mencegah efek domino kesalahan parameter yang berujung pada pending klaim, revenue leakage, dan beban kerja administratif yang tidak perlu.
Tiga prinsip utama dalam implementasi integrasi SEP:
- Validasi di hulu — pastikan setiap parameter SEP tervalidasi oleh sistem sebelum dikirim ke server BPJS
- Single source of truth — data SEP harus menjadi referensi tunggal untuk seluruh episode layanan
- Continuous monitoring — pantau error rate, response time, dan konsistensi parameter secara berkala
RS yang mengimplementasikan bridging VClaim secara optimal dapat menurunkan error rate SEP dari 5-8% menjadi 1-2%, menghemat cashflow tertahan hingga Rp 4-5 miliar per tahun, dan mempersiapkan diri menghadapi transisi KRIS 2026 dengan lebih mulus.
Ingin mengoptimalkan integrasi SEP dan klaim BPJS di RS Anda? Hubungi tim MedMinutes untuk konsultasi teknis dan demo solusi integrasi kami.
Referensi
- Undang-Undang No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
- Undang-Undang No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
- Permenkes No. 82 Tahun 2013 tentang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit.
- Permenkes No. 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis.
- Permenkes No. 26 Tahun 2021 tentang Pedoman Indonesian Case Base Groups (INA-CBG).
- Permenkes No. 3 Tahun 2023 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan.
- Peraturan Presiden No. 59 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Perpres 82/2018.
- BPJS Kesehatan. Panduan Teknis VClaim. 2023.
- BPJS Kesehatan. Panduan Bridging API VClaim untuk Fasilitas Kesehatan.
- PERSI. Pedoman Klaim JKN Rumah Sakit Indonesia.
Dipercaya 50+ rumah sakit di 8+ provinsi











