Checklist Kesiapan Rumah Sakit untuk Klaim Elektronik JKN Lewati ke konten utama

Kesiapan

Checklist Kesiapan Klaim Elektronik JKN

Yang menahan hampir selalu bukan kodenya. Enam butir di bawah disusun berdasarkan urutan mana yang paling lama diselesaikan.

Diperbarui · MedMinutes

Singkatnya: apa yang menentukan kesiapan rumah sakit?

Enam hal, dan hanya satu di antaranya pekerjaan pemrograman. Sisanya pekerjaan data induk yang hanya bisa dikerjakan rumah sakit: NIK tenaga kesehatan, pemetaan obat ke katalog KFA, pemetaan pemeriksaan laboratorium ke LOINC, pendaftaran Location, dan kelengkapan pengisian formulir klinis.

Pola yang berulang di lapangan: pengiriman dinyalakan, lalu berhenti bukan karena gagal teknis melainkan karena data yang dirujuknya belum ada. Karena itu urutan yang benar adalah memeriksa data induk lebih dulu, bukan menunggu kegagalan memberitahu.

Enam butir, diurut dari yang paling lama

Perkiraan lamanya bervariasi mengikuti besar rumah sakit dan kerapian data yang sudah ada.

Butir kesiapan rumah sakit untuk klaim elektronik JKN berbasis RME
#ButirKenapa ini yang menahan
1NIK tenaga kesehatan lengkap dan benarDibutuhkan dua kali: untuk mengaitkan tenaga kesehatan pada data yang dikirim ke SATUSEHAT, dan sebagai syarat penanda tangan pada TTE Tersertifikasi. Data kepegawaian yang tidak rapi baru ketahuan di sini.
2Sertifikat elektronik untuk tiap penanda tanganDiurus per orang ke PSrE dan antreannya di luar kendali rumah sakit. Lihat checklist implementasi TTE.
3Pemetaan obat ke katalog KFAResource obat memerlukan kode KFA. Tanpa pemetaan, data resep berhenti di ambang pengiriman meski sistemnya berjalan normal.
4Pemetaan pemeriksaan laboratorium ke LOINCHasil laboratorium dikirim per parameter, dan tiap parameter memerlukan kode LOINC-nya sendiri.
5Pendaftaran Location dan ruanganLocation ditulis ke registri nasional. Location ganda untuk ruangan yang sama memecah riwayat pasien menjadi dua tempat, dan tidak mudah dibereskan setelah terjadi.
6Kelengkapan pengisian formulir klinisData yang tidak diisi tidak bisa dikirim. Formulir yang selama ini dilewati tanpa akibat akan terlihat begitu dokumen klaim bersumber dari RME.

Cara mengukurnya tanpa menunggu gagal

Tiga angka yang layak dipantau sejak awal, dan ketiganya bisa dihitung dari data yang sudah ada:

  • Berapa persen tenaga kesehatan aktif yang NIK-nya lengkap dan valid. Ini yang paling sering di bawah dugaan manajemen.
  • Berapa persen obat yang dipakai rutin sudah punya kode KFA, dihitung dari pemakaian nyata sebulan terakhir — bukan dari jumlah baris di master obat, karena sebagian besarnya tidak pernah dipakai.
  • Berapa persen parameter laboratorium yang sudah punya LOINC, dihitung dengan cara yang sama.

Menghitungnya dari pemakaian nyata mengubah pekerjaan yang terlihat mustahil menjadi pekerjaan yang selesai dalam hitungan minggu: pada kebanyakan rumah sakit, sebagian kecil item menyumbang sebagian besar transaksi.

Urutan pengerjaan yang kami sarankan

Jalankan butir 1 dan 2 lebih dulu dan paralel, karena keduanya bergantung pada pihak di luar rumah sakit. Butir 3 sampai 5 bisa dikerjakan sambil menunggu, dan hasilnya langsung terlihat begitu pengiriman dinyalakan.

Butir 6 sengaja ditaruh terakhir, bukan karena tidak penting melainkan karena ia perubahan perilaku — dan perubahan perilaku lebih mudah diminta ketika sudah bisa ditunjukkan datanya sampai ke mana. Menyalakan pengiriman lebih dulu, lalu memakai daftar data yang tertahan sebagai bahan pembicaraan dengan unit, jauh lebih efektif daripada mengedarkan imbauan kelengkapan pengisian.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Data induk, bukan sistem. Yang paling sering menahan: NIK tenaga kesehatan yang belum lengkap, obat yang belum dipetakan ke katalog KFA, dan parameter laboratorium yang belum dipetakan ke LOINC. Ketiganya pekerjaan rumah sakit dan tidak bisa diselesaikan vendor sendirian.
Dibutuhkan dua kali. Pertama untuk mengaitkan tenaga kesehatan pada data yang dikirim ke SATUSEHAT. Kedua sebagai syarat dalam Surat Edaran Bersama, yang meminta penanda tangan dokumen klaim tervalidasi memakai NIK yang terintegrasi dengan sistem Dukcapil.
Bergantung pada cara menghitungnya. Memetakan seluruh master obat bisa memakan waktu sangat lama, tetapi memetakan obat yang benar-benar dipakai sebulan terakhir jauh lebih cepat karena sebagian kecil item menyumbang sebagian besar transaksi. Kami menyarankan mulai dari pemakaian nyata.
Sebagian besar justru harus dikerjakan rumah sakit: NIK, pemetaan kode, dan kelengkapan pengisian. Yang menjadi bagian vendor adalah lapisan pengiriman dan penandatanganannya. Memisahkan kedua daftar itu sejak awal menghindarkan keduanya saling menunggu.

Bacaan lain yang berkaitan

Ingin mengukur enam butir ini di rumah sakit Anda?

Kami bisa menghitung kelengkapan NIK, KFA, dan LOINC dari pemakaian nyata — bukan dari jumlah baris di master data.

Jadwalkan demo 30 menit

Atau lihat RME terintegrasi SATUSEHAT dan Integration Hub.