11 Persyaratan Integrasi TTE BSrE: Checklist Uji Penerapan Modul Lewati ke konten utama

Checklist teknis

11 Persyaratan Integrasi TTE BSrE, dan Apa Artinya bagi Rumah Sakit

Daftar ini jarang beredar di luar ruang uji. Padahal ia adalah alat penilaian vendor yang paling jujur yang bisa dipegang rumah sakit.

Diperbarui · MedMinutes

Singkatnya: apa saja yang diminta BSrE sebelum sistem dinyatakan lulus?

Sebelum sebuah sistem informasi dinyatakan lulus Uji Penerapan Modul, BSrE memeriksa sebelas persyaratan integrasi sistem. Sebagian menyangkut tampilan — keterangan pada dokumen keluaran, notifikasi berhasil dan gagal. Sebagian besar sisanya menyangkut hal yang tidak terlihat pengguna: bagaimana passphrase diperlakukan, apakah kegagalan dicatat, apakah status dokumen berubah sebelum dan sesudah ditandatangani.

Yang membuat daftar ini berguna bagi rumah sakit: ia bisa dipakai sebagai daftar pertanyaan ke vendor mana pun, termasuk ke kami. Sebuah sistem boleh terlihat sudah bisa menandatangani dokumen sambil melanggar butir 5 — menyimpan passphrase penanda tangan — dan perbedaannya tidak akan terlihat dari layar.

Sebelas persyaratan, dan mengapa masing-masing ada

Kolom kanan bukan bagian dari persyaratan BSrE — itu pembacaan kami tentang risiko yang hendak dicegah tiap butir.

Sebelas persyaratan integrasi sistem TTE BSrE beserta risiko yang dicegahnya
#PersyaratanRisiko yang dicegah
1Informasi pada dokumen keluaran. Mencantumkan pada dokumen keluaran aplikasi bahwa dokumen telah ditandatangani secara elektronik menggunakan Sertifikat Elektronik terbitan BSrE-BSSN.Penerima cetakan tidak tahu dokumen itu bertanda tangan elektronik, lalu memintanya ditandatangani ulang secara basah.
2Pemisahan akun pengguna. Memisahkan akun masing-masing pengguna penandatangan.Akun bersama membuat tanda tangan tidak dapat dikaitkan pada satu orang — menggugurkan seluruh gunanya.
3Form passphrase. Menambahkan form pengisian passphrase pada halaman penandatanganan.Penandatanganan tanpa passphrase berarti sistem, bukan orang, yang menandatangani.
4Auto-complete dimatikan. Menonaktifkan fitur auto-complete dan sejenisnya pada form passphrase.Peramban menyimpan passphrase, lalu siapa pun yang memakai komputer itu bisa menandatangani.
5Passphrase tidak disimpan. Tidak menerapkan mekanisme penyimpanan passphrase pada aplikasi, basis data, session, atau sejenisnya.Passphrase tersimpan = tanda tangan dapat dibuat tanpa kehadiran penanda tangan. Ini butir yang paling sering dilanggar diam-diam.
6SSL. Memasang SSL pada aplikasi yang menggunakan Sertifikat Elektronik BSrE.Passphrase dan dokumen melintas jaringan rumah sakit dalam keadaan terbuka.
7Notifikasi berhasil. Menampilkan notifikasi kepada pengguna jika penandatanganan berhasil.Dokter tidak yakin tanda tangannya masuk, lalu menandatangani berulang kali.
8Notifikasi gagal. Menampilkan notifikasi kepada pengguna jika penandatanganan gagal.Kegagalan berlalu tanpa disadari, dan dokumen dikira sudah bertanda tangan padahal belum.
9Log kegagalan. Menerapkan mekanisme penyimpanan atau perekaman log untuk setiap kegagalan proses penandatanganan.Tidak ada cara menelusuri dokumen mana yang tertinggal, dan tidak ada bahan saat diaudit.
10Perubahan status dokumen. Menerapkan mekanisme perubahan status dokumen sebelum dan setelah dilakukan penandatanganan.Tidak ada yang bisa menjawab “dokumen mana yang belum ditandatangani” tanpa membuka satu per satu.
11Status dapat diverifikasi. Status tanda tangan pada dokumen keluaran aplikasi dapat diverifikasi validitasnya.Pihak ketiga tidak dapat membuktikan dokumen asli — tanda tangannya jadi sekadar hiasan.

Satu butir tambahan di luar sebelas

Di luar persyaratan wajib, ada butir implementasi tambahan: menampilkan lambang custom di dalam QR code TTE. Ini bukan syarat kelulusan, melainkan pilihan tampilan — QR code verifikasi pada dokumen dapat membawa lambang rumah sakit, bukan kotak polos.

Kecil, tapi berpengaruh pada dokumen yang keluar dari rumah sakit dan dilihat pasien atau instansi lain.

Cara memakai daftar ini saat menilai vendor

Butir 1, 3, 7, dan 8 bisa diperiksa sendiri dalam lima menit demo: minta vendor menandatangani satu dokumen di depan Anda, lalu perhatikan apakah ada form passphrase, apakah ada notifikasi, dan apakah dokumen hasilnya membawa keterangan bahwa ia ditandatangani dengan Sertifikat Elektronik BSrE.

Butir 2, 6, 9, 10, dan 11 memerlukan pertanyaan, bukan pengamatan. Tanyakan: apakah tiap penanda tangan punya akunnya sendiri; apakah log kegagalan disimpan dan bisa ditarik; bagaimana status dokumen berubah; dan — yang paling menentukan — bagaimana pihak ketiga memverifikasi dokumen keluaran.

Butir 4 dan 5 adalah yang paling penting dan paling sulit diperiksa dari luar. Auto-complete yang menyala dan passphrase yang tersimpan sama-sama membuat sistem terasa lebih nyaman dipakai, dan sama-sama membatalkan syarat PP 71/2019 Pasal 59 bahwa data pembuatan tanda tangan hanya berada dalam kuasa penanda tangan. Kalau sebuah sistem tidak pernah meminta passphrase setelah login pertama, itu pertanda yang perlu ditanyakan.

Posisi MedMinutes terhadap daftar ini

Daftar sebelas butir inilah acuan yang dipakai saat modul TTE MedMinutes menjalani Uji Penerapan Modul bersama Balai Sertifikasi Elektronik, dan hasilnya disahkan lewat surat BSSN No. 4016/BSSN/BS/SE.02.01/07/2024 tanggal 15 Juli 2024 untuk SIMRS MedMinutes di Rumkit TK. III Bhakti Wira Tamtama, TNI Angkatan Darat.

Kami menerbitkan daftarnya di sini justru supaya rumah sakit bisa memakainya untuk menguji kami juga. Kalau ada butir yang menurut Anda belum terpenuhi pada instalasi di rumah sakit Anda, itu pertanyaan yang tepat untuk diajukan — dan kami lebih suka menerimanya sebelum uji penerapan daripada sesudahnya.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Ada sebelas: keterangan pada dokumen keluaran bahwa dokumen ditandatangani dengan Sertifikat Elektronik BSrE-BSSN; pemisahan akun tiap penandatangan; form pengisian passphrase; auto-complete dimatikan pada form itu; passphrase tidak disimpan di aplikasi, basis data, maupun session; SSL terpasang; notifikasi saat penandatanganan berhasil; notifikasi saat gagal; perekaman log tiap kegagalan; perubahan status dokumen sebelum dan sesudah ditandatangani; dan status tanda tangan pada dokumen keluaran yang dapat diverifikasi validitasnya.
Karena PP 71/2019 Pasal 59 mensyaratkan data pembuatan tanda tangan hanya berada dalam kuasa penanda tangan saat proses penandatanganan. Passphrase yang tersimpan di aplikasi atau session berarti sistem dapat menandatangani tanpa kehadiran orangnya — dan syarat itu tidak lagi terpenuhi.
Empat butir bisa dilihat langsung saat demo: adanya form passphrase, notifikasi berhasil, notifikasi gagal, dan keterangan pada dokumen keluaran. Sisanya perlu ditanyakan — terutama apakah passphrase disimpan dan apakah auto-complete dimatikan, karena keduanya membuat sistem terasa lebih nyaman sekaligus membatalkan keabsahannya.
Lambang custom di dalam QR code TTE adalah butir implementasi tambahan, bukan syarat kelulusan. Yang wajib adalah status tanda tangan pada dokumen keluaran dapat diverifikasi validitasnya; QR code hanya salah satu cara memudahkan verifikasi itu.

Bacaan lain yang berkaitan

Ingin menguji sistem Anda terhadap sebelas butir ini?

Kami bisa menelusurinya satu per satu bersama tim TI Anda dan menandai mana yang perlu dibereskan sebelum uji penerapan modul.

Jadwalkan demo 30 menit

Atau pelajari dulu RME & SIMRS MedMinutes dan Integration Hub.