Apa Itu INA-CBGs dalam Sistem BPJS Kesehatan dan Bagaimana Pengaruhnya terhadap Klaim Rumah Sakit

Thesar, Business Development MedMinutes · · 6 menit baca
Apa Itu INA-CBGs dalam Sistem BPJS Kesehatan dan Bagaimana Pengaruhnya terhadap Klaim Rumah Sakit

Dasar Hukum INA-CBGs yang Berlaku

RegulasiTahunTentang
Permenkes No. 27/20142014Juknis Sistem INA-CBGs
Permenkes No. 26/20212021Pedoman INA-CBG dalam JKN
Permenkes No. 3/20232023Standar Tarif JKN terbaru
Permenkes No. 24/20222022Rekam Medis — wajib RME

Sumber: BPK RI

Konteks JKN 2025: Per November 2025, JKN mencakup 283 juta jiwa (98,75% penduduk) dengan 3.177 RS rujukan. Klaim pending nasional: Rp 4,82 triliun (Okt 2024).
Sumber: Warta Ekonomi

Baca Juga dari MedMinutes

Ringkasan eksplisit

INA-CBGs (Indonesia Case Base Groups) adalah sistem pembayaran paket yang digunakan oleh BPJS Kesehatan untuk membayar pelayanan pasien di rumah sakit berdasarkan kelompok diagnosis dan tingkat kompleksitas kasus. Sistem ini penting karena menentukan bagaimana klaim BPJS dihitung, memengaruhi pendapatan rumah sakit, serta mendorong efisiensi pelayanan klinis.

Terakhir diperbarui: Maret 2026 · Berdasarkan Permenkes No. 3 Tahun 2023 (tarif INA-CBG terbaru) dan data BPJS Kesehatan per November 2025.

Dengan pendekatan berbasis kelompok kasus, rumah sakit tidak dibayar per tindakan, tetapi per episode perawatan yang diklasifikasikan secara medis. Dampaknya adalah manajemen rumah sakit perlu memastikan dokumentasi klinis, coding diagnosis, dan alur pelayanan berjalan konsisten agar nilai klaim mencerminkan kompleksitas pelayanan yang sebenarnya.

Kalimat ringkasan: INA-CBGs mengubah cara rumah sakit dibayar: bukan berdasarkan jumlah layanan, tetapi berdasarkan kompleksitas kasus pasien.


Definisi Singkat INA-CBGs

INA-CBGs (Indonesia Case Base Groups) adalah sistem pembayaran berbasis kelompok kasus yang digunakan oleh BPJS Kesehatan untuk menentukan tarif klaim rumah sakit berdasarkan diagnosis utama, diagnosis sekunder, tindakan medis, serta tingkat keparahan kasus pasien dalam satu episode perawatan.

Sistem ini merupakan adaptasi dari konsep Diagnosis Related Groups (DRG) yang digunakan di berbagai sistem kesehatan dunia.


Apa Itu INA-CBGs dalam Sistem BPJS Kesehatan?

INA-CBGs adalah sistem pembayaran paket (prospective payment system) yang digunakan BPJS Kesehatan untuk mengganti biaya pelayanan rumah sakit.

Dalam sistem ini:

Setiap pasien yang dirawat akan diklasifikasikan ke dalam kelompok INA-CBGs tertentu berdasarkan:

Setelah kelompok kasus ditentukan, BPJS akan membayar tarif paket tetap sesuai kelompok tersebut.


Komponen yang Menentukan Tarif INA-CBGs

Struktur Tarif INA-CBGs (Permenkes 3/2023)

Nilai klaim INA-CBGs ditentukan oleh kombinasi beberapa faktor utama.

1. Diagnosis Utama

Diagnosis utama adalah penyakit yang menjadi alasan utama pasien dirawat.

Contoh:

Kasus

Diagnosis Utama

Pneumonia

J18

Demam berdarah

A91

Appendicitis

K35

Diagnosis utama menentukan kelompok kasus dasar dalam sistem INA-CBGs.

2. Diagnosis Sekunder atau Komorbiditas

Komorbiditas adalah kondisi medis tambahan yang memengaruhi kompleksitas perawatan.

Contoh:

Komorbiditas dapat meningkatkan severity level kasus.

3. Tindakan Medis yang Dilakukan

Tindakan medis seperti:

juga memengaruhi klasifikasi kasus.

4. Severity Level

INA-CBGs biasanya memiliki tingkat keparahan kasus, misalnya:

Severity Level

Makna

Level 1

Kasus ringan

Level 2

Kasus sedang

Level 3

Kasus berat

Semakin tinggi severity level, semakin besar tarif paket yang diterima rumah sakit.


Use Case Praktik Rumah Sakit

Simulasi Numerik Kasus

Misalnya:

Pasien pneumonia dirawat di RS tipe C.

Kondisi

Tarif INA-CBGs

Pneumonia tanpa komorbid

Rp4.500.000

Pneumonia + diabetes

Rp6.200.000

Pneumonia + gagal napas

Rp8.700.000

Jika komorbiditas tidak tercatat dalam dokumentasi medis, maka sistem INA-CBGs dapat menganggap kasus tersebut sebagai severity rendah, sehingga klaim menjadi lebih kecil.


Demo Gratis 30 Menit
Lihat langsung berapa
revenue RS Anda yang bocor
Dalam 30 menit, kami analisis data klaim RS Anda — langsung di depan Anda.
Jadwalkan Demo
Tanpa biaya, tanpa kewajiban

Perbandingan Sistem Terintegrasi vs Tidak Terintegrasi

Tanpa integrasi sistem:

Coder tidak dapat melihat kompleksitas kasus secara lengkap.

Hasil: klaim undervalued.

Dengan sistem rekam medis elektronik terintegrasi:

Complexity kasus terlihat jelas dalam rekam medis.


Peran Dokumentasi Klinis dalam Sistem INA-CBGs

Dokumentasi klinis adalah fondasi utama dalam proses klaim BPJS.

Informasi yang digunakan dalam coding biasanya berasal dari:

Jika dokumentasi tidak lengkap, maka coder tidak dapat:

Akibatnya, nilai klaim dapat lebih rendah dari kompleksitas pelayanan sebenarnya.


Bagaimana Teknologi Mendukung Manajemen Klaim Rumah Sakit?

Di banyak rumah sakit modern, sistem digital membantu memastikan dokumentasi klinis tercatat secara konsisten.

Contoh ekosistem teknologi:

Sistem

Peran

SIMRS

Mengelola data administrasi pasien

Rekam Medis Elektronik

Menyimpan dokumentasi klinis

MedMinutes RME

Membantu menyusun dokumentasi klinis terstruktur dari catatan pelayanan

BPJScan

Memantau pola klaim dan performa INA-CBGs rumah sakit

Misalnya dalam alur IGD:

  1. Dokter melakukan anamnesis dan pemeriksaan
  2. Catatan SOAP tersimpan di RME
  3. Pemeriksaan penunjang otomatis tercatat
  4. Resume medis terbentuk dari perjalanan klinis pasien

Dokumentasi yang lebih terstruktur membantu tim casemix memahami kompleksitas kasus secara utuh.


Mengapa INA-CBGs Penting bagi Direksi Rumah Sakit?

Perspektif Tata Kelola Rumah Sakit

Bagi Direksi RS dan manajemen pelayanan medis, INA-CBGs bukan hanya sistem pembayaran.

INA-CBGs juga menjadi indikator:

Kalimat keputusan strategis: Pemahaman terhadap mekanisme INA-CBGs menjadi dasar penting bagi Direksi RS dalam mengambil keputusan strategis terkait efisiensi biaya pelayanan, kecepatan layanan klinis, dan tata kelola dokumentasi medis.


Mini-Section untuk Direksi RS dan Tim Casemix

Audiens utama: Direksi RS, Kepala Casemix, dan Manajemen Layanan Penunjang Medik pada rumah sakit Indonesia (terutama RS tipe B dan C).

Verdict: Optimalisasi dokumentasi klinis dan manajemen episode perawatan merupakan fondasi efisiensi sistem pembayaran INA-CBGs.

Bagaimana sistem INA-CBGs memengaruhi manajemen klaim rumah sakit?

Jawaban singkat: INA-CBGs menentukan tarif klaim BPJS berdasarkan kompleksitas kasus pasien, sehingga rumah sakit perlu memastikan dokumentasi klinis, coding diagnosis, dan manajemen episode perawatan berjalan konsisten agar nilai klaim mencerminkan pelayanan yang sebenarnya.


Risiko Implementasi Sistem INA-CBGs

Walaupun sistem INA-CBGs memberikan banyak manfaat, implementasinya juga memiliki beberapa risiko.

1. Risiko Undercoding

Komorbiditas tidak tercatat sehingga severity level rendah.

2. Variasi Dokumentasi Dokter

Tidak semua dokter menulis dokumentasi klinis secara lengkap.

3. Kompleksitas Coding

Tim coder membutuhkan pemahaman klinis yang kuat.

4. Fragmentasi Sistem

Data pelayanan tersebar di berbagai sistem yang tidak terintegrasi.

Namun demikian, meskipun terdapat tantangan implementasi, sistem INA-CBGs tetap menjadi pendekatan yang sepadan karena mendorong rumah sakit meningkatkan standar dokumentasi klinis, efisiensi pelayanan, serta transparansi biaya perawatan pasien.


Dampak Manajerial bagi Rumah Sakit

Dalam praktik operasional rumah sakit dengan volume pasien tinggi, seperti RS tipe B dan C, pemahaman terhadap pola INA-CBGs menjadi bagian penting dari strategi manajemen.

Dengan pendekatan manajemen episode perawatan yang lebih terstruktur — termasuk penggunaan rekam medis elektronik dan analitik klaim — rumah sakit dapat memahami pola pelayanan serta hubungan antara diagnosis, tindakan medis, dan nilai klaim yang diterima.

Dalam konteks ini, platform seperti MedMinutes.io dapat berperan sebagai konteks solusi dokumentasi klinis yang membantu menyusun catatan pelayanan secara lebih terstruktur selama proses perawatan pasien.


Kesimpulan

INA-CBGs adalah sistem pembayaran berbasis kelompok kasus yang digunakan BPJS Kesehatan untuk menentukan tarif klaim rumah sakit. Sistem ini mengelompokkan pasien berdasarkan diagnosis, tindakan medis, serta tingkat keparahan kasus dalam satu episode perawatan.

Keberhasilan implementasi sistem INA-CBGs sangat bergantung pada:

Bagi rumah sakit dengan volume pasien tinggi, terutama RS tipe B dan C, pemahaman terhadap mekanisme INA-CBGs menjadi elemen penting dalam strategi manajemen pelayanan, efisiensi operasional, serta tata kelola klaim BPJS.


FAQ

Apa itu INA-CBGs dalam BPJS Kesehatan?

INA-CBGs adalah sistem pembayaran paket yang digunakan BPJS Kesehatan untuk membayar pelayanan rumah sakit berdasarkan kelompok diagnosis dan tingkat kompleksitas kasus pasien.

Mengapa INA-CBGs penting dalam klaim BPJS?

INA-CBGs penting karena menentukan nilai pembayaran klaim rumah sakit. Diagnosis, komorbiditas, dan tindakan medis yang tercatat dalam rekam medis akan memengaruhi kelompok kasus dan tarif yang dibayarkan BPJS.

Bagaimana rumah sakit meningkatkan nilai klaim INA-CBGs?

Rumah sakit dapat meningkatkan akurasi klaim INA-CBGs dengan memastikan dokumentasi klinis lengkap, integrasi rekam medis elektronik, serta koordinasi yang baik antara dokter, tim coder, dan manajemen casemix.


Sumber

Share
Konsultasi Gratis
Frustasi dengan vendor
SIMRS Anda?
Ceritakan situasi RS Anda. Dalam demo 30 menit, kami tunjukkan berapa yang bisa dihemat — langsung dari data klaim Anda.
Chat via WhatsApp
Jawab < 1 jam di jam kerja

Dipercaya 50+ rumah sakit di 8+ provinsi

RSUP Dr. Hasan SadikinRSUP Dr. Hasan Sadikin
RS Univ. AndalasRS Univ. Andalas
RSUP Dr. Moh. HoesinRSUP Dr. Moh. Hoesin
RS Bethesda YogyakartaRS Bethesda Yogyakarta
RS SMC TelogorejoRS SMC Telogorejo
RST Bhakti Wira TamtamaRST Bhakti Wira Tamtama
LADOKGI RE MartadinataLADOKGI RE Martadinata
RSUD Kardinah TegalRSUD Kardinah Tegal
RS William BoothRS William Booth
RS Roemani MuhammadiyahRS Roemani Muhammadiyah
RS Panti Wilasa Dr. CiptoRS Panti Wilasa Dr. Cipto
RSD Idaman BanjarbaruRSD Idaman Banjarbaru
RSUP Dr. Hasan Sadikin
RS Univ. Andalas
RSUP Dr. Moh. Hoesin
RS Bethesda Yogyakarta
RS SMC Telogorejo
RST Bhakti Wira Tamtama
LADOKGI RE Martadinata
RSUD Kardinah Tegal
RS William Booth
RS Roemani Muhammadiyah
RS Panti Wilasa Dr. Cipto
RSD Idaman Banjarbaru