PROMs dan PREMs di Rumah Sakit: Pengertian, Contoh, dan Cara Menindaklanjutinya di RME
Ringkasan: PROMs (Patient-Reported Outcome Measures) mengukur hasil perawatan menurut pasien, misalnya nyeri, fungsi, dan kualitas hidup. PREMs (Patient-Reported Experience Measures) mengukur pengalaman pasien selama dirawat, misalnya apakah obat dan rencana pulang dijelaskan. Keduanya baru berguna bila hasilnya sampai ke dokter dan perawat saat pasien masih dirawat, dan setiap jawaban yang butuh perhatian punya tindak lanjut yang tercatat. MedMinutes RME kini menampilkan hasil PROMs dan PREMs pasien rawat inap langsung di rekam medis, lengkap dengan penanda atensi dan pencatatan tindak lanjut.
Apa itu PROMs dan PREMs?
Rumah sakit sudah lama mengukur mutu dari sisi proses: kepatuhan kebersihan tangan, waktu tunggu, ketepatan identifikasi pasien. PROMs dan PREMs menambah satu sisi yang sering terlewat, yaitu apa kata pasien sendiri.
PROMs (Patient-Reported Outcome Measures) adalah kuesioner yang diisi pasien tentang kondisi kesehatannya. Pertanyaannya berpusat pada hasil: seberapa nyeri, seberapa mampu bergerak, seberapa cemas, bagaimana kualitas hidup secara umum. Skala visual analog (VAS) 0 sampai 100 adalah salah satu bentuk yang paling sering dipakai.
PREMs (Patient-Reported Experience Measures) adalah kuesioner tentang pengalaman pasien selama menerima layanan. Pertanyaannya berpusat pada apa yang terjadi: apakah pasien diberi tahu efek samping obat, apakah dilibatkan dalam keputusan, apakah privasinya dijaga, apakah ada petugas yang membantu saat dibutuhkan.
Keduanya bagian dari pendekatan patient-centered care, yaitu layanan yang dirancang dan dinilai dari sudut pandang pasien, bukan hanya dari sudut pandang rumah sakit.
PROMs vs PREMs dalam satu tabel
| Aspek | PROMs | PREMs |
|---|---|---|
| Yang diukur | Hasil kesehatan menurut pasien | Pengalaman pasien selama dilayani |
| Contoh pertanyaan | "Seberapa nyeri yang dirasakan hari ini?" | "Apakah perawat menjelaskan obat sebelum diberikan?" |
| Contoh instrumen | EQ-5D, skala nyeri VAS/NRS, PROMIS | HCAHPS, NHS Adult Inpatient Survey, Picker |
| Waktu ideal | Saat masuk, selama dirawat, dan setelah pulang | Selama dirawat atau menjelang pulang |
| Pemakai utama | DPJP, perawat, komite medik | Kepala ruang, komite mutu, manajemen |
PREMs bukan sekadar survei kepuasan
Banyak rumah sakit di Indonesia sudah rutin menjalankan survei kepuasan, termasuk Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) bagi RS pemerintah sesuai Permenpan RB Nomor 14 Tahun 2017. Lalu apa bedanya dengan PREMs?
Survei kepuasan menanyakan penilaian: "Seberapa puas dengan pelayanan perawat?" Jawabannya dipengaruhi harapan, suasana hati, dan latar belakang pasien. Dua pasien dengan pengalaman yang sama bisa memberi nilai berbeda.
PREMs menanyakan kejadian: "Apakah perawat memperkenalkan diri?" atau "Apakah rencana pulang dijelaskan?" Jawabannya lebih mudah ditindaklanjuti karena menunjuk langsung ke proses yang bisa diperbaiki.
Keduanya saling melengkapi. Kepuasan memberi gambaran umum, PREMs menunjukkan di mana perbaikannya.
Kenapa rumah sakit Indonesia perlu PROMs dan PREMs
1. Indikator Nasional Mutu sudah memuat suara pasien
Permenkes Nomor 30 Tahun 2022 tentang Indikator Nasional Mutu menetapkan 13 indikator untuk rumah sakit. Dua di antaranya bersumber dari pasien: kepuasan pasien dan kecepatan waktu tanggap komplain. PREMs yang terstruktur membuat kedua indikator itu lebih mudah diukur dan dibuktikan.
2. Akreditasi menilai hak pasien dan pelayanan berfokus pasien
Standar akreditasi rumah sakit (STARKES) menempatkan hak pasien dan keluarga, edukasi, dan keterlibatan pasien dalam keputusan sebagai elemen yang dinilai. Hasil PROMs dan PREMs yang tercatat beserta tindak lanjutnya adalah bukti yang bisa ditunjukkan saat survei.
3. Dunia bergerak ke ukuran yang dilaporkan pasien
Inggris menjalankan program PROMs nasional untuk operasi penggantian sendi panggul dan lutut sejak 2009. OECD menjalankan PaRIS (Patient-Reported Indicator Surveys) untuk membandingkan sistem kesehatan antarnegara dari sudut pandang pasien. Arah ini menunjukkan bahwa mutu tidak lagi cukup diukur dari dalam rumah sakit saja.
4. Sinyal lebih awal daripada komplain
Pasien yang menandai nyeri tinggi atau merasa tidak dijelaskan rencana perawatannya belum tentu mengajukan komplain. Bila jawabannya terbaca saat pasien masih di ruang rawat, tim bisa menanganinya sebelum menjadi komplain, ulasan buruk, atau pasien pulang dengan masalah yang belum selesai.
Masalah klasiknya: survei terkumpul, tapi tidak sampai ke bangsal
Banyak rumah sakit sebenarnya sudah mengumpulkan survei pasien, lewat kertas, formulir online, atau aplikasi terpisah. Kendalanya ada setelah data terkumpul:
- Hasilnya terpisah dari rekam medis. DPJP dan perawat harus membuka aplikasi lain, sehingga hasil survei jarang dilihat saat visite.
- Dibaca terlambat. Rekap bulanan baru tersedia setelah pasien pulang, ketika tindak lanjut sudah tidak mungkin.
- Tindak lanjut tidak tercatat. Saat akreditasi atau rapat mutu, sulit menunjukkan siapa menindaklanjuti apa dan kapan.
- Tidak ada prioritas. Ratusan jawaban terlihat sama penting, padahal hanya sebagian kecil yang butuh perhatian segera.
PROMs dan PREMs baru berdampak bila hasilnya hadir di tempat keputusan klinis dibuat, yaitu di rekam medis pasien.
Cara menjalankan PROMs dan PREMs yang ditindaklanjuti
Langkah 1: Pilih instrumen yang sederhana
Mulai dari sedikit pertanyaan. Untuk PROMs rawat inap, skala nyeri dan kondisi umum 0 sampai 100 sudah cukup sebagai awal. Untuk PREMs, pilih 5 sampai 10 pertanyaan tentang komunikasi, edukasi obat, privasi, dan kesiapan pulang, ditambah kolom saran terbuka.
Langkah 2: Tetapkan kapan pasien mengisi
Tentukan titik pengisian yang jelas: hari pertama rawat, pertengahan rawat untuk pasien dengan lama rawat panjang, dan menjelang pulang. Pengisian lewat tautan atau kode QR di ruang rawat memudahkan pasien dan keluarga.
Langkah 3: Tentukan apa yang disebut "butuh atensi"
Sepakati di komite mutu jawaban mana yang perlu ditangani segera, misalnya nyeri di atas ambang tertentu atau jawaban "tidak dijelaskan" pada pertanyaan edukasi obat. Jawaban seperti ini harus ditandai, bukan tenggelam di rekap.
Langkah 4: Bawa hasilnya ke rekam medis
Hasil PROMs dan PREMs ditampilkan di rekam medis rawat inap, di samping CPPT dan asesmen. Perawat ruangan melihat pasien di ruangannya, DPJP melihat pasiennya, manajemen melihat seluruh ruang.
Langkah 5: Catat tindak lanjut dan statusnya
Setiap jawaban yang butuh atensi punya uraian tindakan dan status: belum ditindaklanjuti, dalam proses, selesai, atau batal. Catatan inilah yang menjadi bukti mutu saat rapat komite dan survei akreditasi.
Langkah 6: Tinjau berkala
Rekap per ruang dan per periode menunjukkan pola: ruang mana yang skor nyerinya sering tinggi, pertanyaan PREMs mana yang paling sering dijawab negatif. Dari sini rencana perbaikan disusun.
Bagaimana MedMinutes RME Membantu
MedMinutes RME kini memiliki modul Patient-Centered Care untuk rawat inap. Modul ini terhubung dengan aplikasi survei PROMs dan PREMs yang dipakai rumah sakit, lalu menampilkan hasilnya di tempat tim klinis bekerja.
- Tab PROMs dan PREMs di rekam medis rawat inap. Dokter dan perawat melihat skor dan jawaban pasien tanpa membuka aplikasi lain.
- Penanda butuh atensi. Jawaban yang perlu perhatian ditandai dan bisa disaring per tanggal.
- Tindak lanjut tercatat di RME. Uraian tindakan dan statusnya disimpan bersama data pasien.
- Tampilan per ruang. Perawat melihat pasien di ruangannya, manajemen melihat seluruh ruang rawat inap.
Modul ini melengkapi fitur RME lain yang sudah dipakai rumah sakit mitra, seperti CPPT, asesmen risiko jatuh, resume medis bertanda tangan elektronik tersertifikasi, dan integrasi SATUSEHAT. Rincian lengkap ada di halaman MedMinutes RME dan catatan pembaruan RME.
Ingin melihat bagaimana suara pasien masuk ke rekam medis di rumah sakit Anda? Jadwalkan demo MedMinutes RME.
FAQ
Apa perbedaan PROMs dan PREMs?
PROMs mengukur hasil kesehatan menurut pasien, misalnya nyeri, fungsi, dan kualitas hidup. PREMs mengukur pengalaman pasien selama dilayani, misalnya apakah obat dijelaskan dan privasi dijaga. PROMs menjawab "bagaimana kondisi pasien", PREMs menjawab "bagaimana pasien dilayani".
Apakah PREMs sama dengan survei kepuasan pasien?
Tidak sama. Survei kepuasan meminta penilaian ("seberapa puas"), sedangkan PREMs menanyakan kejadian ("apakah dijelaskan"). PREMs lebih mudah ditindaklanjuti karena menunjuk ke proses tertentu. Keduanya bisa dijalankan bersama dan hasil PREMs mendukung indikator kepuasan pasien pada Indikator Nasional Mutu.
Apakah PROMs dan PREMs wajib untuk rumah sakit di Indonesia?
Belum ada kewajiban dengan nama PROMs dan PREMs. Namun Permenkes 30/2022 memuat indikator kepuasan pasien dan kecepatan waktu tanggap komplain, dan standar akreditasi menilai pelayanan berfokus pasien. PROMs dan PREMs adalah cara terstruktur untuk memenuhi dan membuktikan keduanya.
Kapan sebaiknya pasien rawat inap mengisi PROMs?
Idealnya di awal rawat sebagai titik dasar, selama rawat untuk memantau perubahan, dan menjelang atau setelah pulang. Untuk awal, satu kali saat masuk dan satu kali menjelang pulang sudah memberi gambaran perubahan kondisi menurut pasien.
Apakah MedMinutes RME bisa menampilkan hasil PROMs dan PREMs?
Bisa. Modul Patient-Centered Care di MedMinutes RME menampilkan hasil PROMs dan PREMs pasien rawat inap di rekam medis, menandai jawaban yang butuh atensi, dan mencatat tindak lanjut beserta statusnya. Perawat melihat pasien di ruangannya, manajemen melihat seluruh ruang.
Ditulis oleh Vera, Content & Marketing MedMinutes.
Referensi
- Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2022 tentang Indikator Nasional Mutu Pelayanan Kesehatan.
- Peraturan Menteri PANRB Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik.
- OECD. Patient-Reported Indicator Surveys (PaRIS).
- NHS England. Patient Reported Outcome Measures (PROMs).
- EuroQol Group. EQ-5D instruments.
Dipercaya 70+ rumah sakit di 10+ provinsi











