Panduan integrasi SATUSEHAT
Cara Rumah Sakit Integrasi dengan Platform SATUSEHAT Kemenkes
Delapan langkah dari pendaftaran organisasi sampai pemantauan harian, beserta data yang paling sering menahan pengiriman dan cara membacanya.
Diperbarui · MedMinutes
Singkatnya: bagaimana cara rumah sakit integrasi dengan SATUSEHAT?
Cara rumah sakit integrasi dengan platform SATUSEHAT Kemenkes terdiri dari delapan langkah: mendaftarkan organisasi dan mengambil kredensial (Organization ID, Client ID, Client Secret), menguji di sandbox, memetakan data SIMRS ke resource FHIR R4, memadankan terminologi (ICD-10, KFA, LOINC, SNOMED CT), memetakan Location dan nomor IHS tenaga kesehatan, menguji kiriman, beralih ke produksi, lalu memantau setiap hari. Rumah sakit tidak harus mengganti SIMRS. Integration Hub dari MedMinutes, misalnya, berdiri di samping SIMRS yang ada: menarik data kunjungan dan klinis, mengubahnya ke FHIR R4, mengirim ke SATUSEHAT, mengulang kiriman yang gagal, dan melaporkan per hari berapa resource terkirim, tertahan, dan gagal beserta sebabnya.
Sebelum mulai: integrasi adalah pekerjaan harian, bukan proyek sekali jadi
SATUSEHAT menerima data dalam standar HL7 FHIR R4. Setiap kejadian klinis di rumah sakit — kunjungan, diagnosis, tindakan, resep, hasil laboratorium, resume — dikirim sebagai resource dengan struktur dan kode yang baku.
Koneksi pertama biasanya selesai cepat. Yang menentukan hasil adalah tiga hal sesudahnya: kelengkapan data induk rumah sakit, pemadanan terminologi, dan kebiasaan membaca hasil kiriman setiap hari.
Karena itu panduan ini membagi pekerjaan menjadi delapan langkah. Lima langkah pertama menyiapkan data. Tiga langkah terakhir memastikan data itu benar-benar sampai, dan tetap sampai ketika dokter baru masuk, master obat berubah, atau spesifikasi SATUSEHAT diperbarui.
Peran yang perlu disiapkan sejak awal: satu PIC IT untuk akses sistem, satu PIC rekam medis untuk pemetaan kode obat dan laboratorium, dan satu pemilik keputusan di direksi untuk menentukan resource mana yang dikirim oleh sistem mana.
Delapan langkah integrasi SATUSEHAT untuk rumah sakit
1. Daftarkan organisasi dan ambil kredensial. Rumah sakit masuk ke portal SATUSEHAT Kemenkes, mendaftarkan organisasinya, lalu memperoleh Organization ID, Client ID, dan Client Secret. Kredensial terbit atas nama rumah sakit dan tetap milik rumah sakit, siapa pun yang kelak membantu mengirim data.
2. Uji di lingkungan sandbox. Sandbox dipakai untuk menguji autentikasi, format, dan validasi tanpa menyentuh data produksi. Kiriman yang lolos di sandbox belum tentu lolos di produksi, karena data nyata membawa variasi yang tidak ada di data uji.
3. Petakan data SIMRS ke resource FHIR R4. Kunjungan menjadi Encounter, diagnosis menjadi Condition, tindakan menjadi Procedure, tanda vital dan hasil laboratorium menjadi Observation dan DiagnosticReport, resep menjadi MedicationRequest, resume medis menjadi Composition. Perhatikan kolom yang berbeda nama antara rawat jalan dan rawat inap, serta endpoint SIMRS yang dipaginasi.
4. Padankan terminologi nasional. Diagnosis memakai ICD-10 dan tindakan ICD-9-CM. Obat dipadankan ke KFA (Kamus Farmasi dan Alat Kesehatan). Parameter laboratorium dipadankan ke LOINC, dan sebagian konsep klinis memakai SNOMED CT. Satu parameter laboratorium tanpa kode LOINC dapat menahan seluruh laporan hasilnya.
5. Petakan Location dan identitas IHS. Unit layanan didaftarkan sebagai Location, setingkat gedung dan instalasi atau sampai ruangan. NIK dokter dan perawat dipadankan ke nomor IHS Practitioner, NIK pasien ke IHS Patient. Kunjungan yang dokternya belum ber-IHS tertahan bersama seluruh turunannya.
6. Uji kiriman per resource. Kirim satu jenis resource demi satu jenis, periksa tanggapan validasi, dan uji kiriman ulang. Kiriman ulang harus idempoten: resource yang sudah ada di SATUSEHAT dipakai kembali, tidak dibuat ganda.
7. Beralih ke produksi. Pasang kredensial produksi, kirim resource prioritas lebih dahulu (Encounter, Condition, Procedure, Observation), lalu perluas cakupan. Jadwalkan pengiriman di luar jam pelayanan agar tidak membebani SIMRS.
8. Pantau setiap hari. Empat angka dibaca tiap pagi untuk 24 jam terakhir: berapa terkirim, berapa tertahan beserta sebabnya, berapa gagal beserta kode galatnya, dan berapa kunjungan yang berhasil dibaca dari SIMRS. Angka keempat membedakan rumah sakit yang sedang sepi dari pengambilan data yang berhenti tanpa diketahui. Uraiannya ada di panduan pemantauan harian.
Checklist per langkah: siapa mengerjakan, apa buktinya
Tabel berikut dapat dipakai sebagai daftar periksa rapat proyek. Kolom terakhir adalah bukti yang sebaiknya diminta sebelum langkah dianggap selesai.
| Langkah | Penanggung jawab utama | Bukti selesai |
|---|---|---|
| 1. Kredensial organisasi | Rumah sakit (manajemen dan IT) | Organization ID, Client ID, Client Secret produksi atas nama RS |
| 2. Sandbox | IT RS atau mitra integrasi | Token terbit dan kiriman uji diterima validator |
| 3. Pemetaan FHIR R4 | Mitra integrasi bersama IT RS | Daftar resource terpilih dan sumber kolomnya di SIMRS |
| 4. Terminologi | Rekam medis, farmasi, laboratorium | Obat berkode KFA, parameter lab berpadanan LOINC |
| 5. Location dan IHS | Rekam medis dan SDM | NIK seluruh dokter dan perawat terisi dan terpadan IHS |
| 6. Uji per resource | Mitra integrasi | Laporan validasi per jenis, termasuk uji kiriman ulang |
| 7. Go-live | Direksi memutuskan, IT menjalankan | Resource prioritas diterima lingkungan produksi |
| 8. Pemantauan | IT dan rekam medis | Laporan harian terkirim, tertahan, gagal, dan kunjungan terbaca |
Yang paling sering menahan pengiriman: data induk, bukan kode program
Pengalaman produksi menunjukkan pola yang konsisten. Pada satu fasilitas produksi yang dilayani Integration Hub, periode 18–24 Agustus 2026, sebanyak 38,7% dari 26.588 pengiriman yang diantre tertahan menunggu data prasyarat. Dari yang tertahan itu, 57,5% disebabkan kode tenaga medis belum punya identitas IHS, dan 12,7% karena NIK pasien belum terverifikasi.
Keduanya adalah persoalan data pendaftaran, dan keduanya dibuka oleh rumah sakit: satu kolom NIK di master tenaga medis, dan mutu isian identitas pasien di loket. Padanan LOINC dan KFA menyumbang porsi yang jauh lebih kecil.
Penyebab kedua yang sering mengejutkan adalah error duplicate. Pada sapuan produksi pertama di fasilitas yang sama, 46 dari 236 kunjungan ditolak karena sudah ada di SATUSEHAT. Ternyata rumah sakit memiliki pengirim lain yang aktif sejak lama. Penyelesaiannya adalah kesepakatan siapa mengirim apa, bukan menimpa data. Rinciannya di error duplicate dan data tertahan.
Angka di atas berasal dari satu fasilitas pada periode tertentu. Ia menunjukkan pola yang perlu diantisipasi, bukan rata-rata industri dan bukan janji hasil untuk rumah sakit lain. Metode dan pembaginya terbuka di halaman angka pengiriman.
Ambang kirim data minimal 50 persen
SE Menkes HK.02.01/MENKES/1030/2023 menetapkan bahwa rumah sakit yang mengirim kurang dari 50% data Encounter dan Condition ke SATUSEHAT mendapat rekomendasi penyesuaian status akreditasi. Pada 2026, SE Dirjen YM.02.02/D/971/2026 menegur 1.306 rumah sakit yang belum memenuhinya.
Implikasinya sederhana: rumah sakit yang hanya mengirim Encounter tanpa Condition tidak akan melewati ambang, sebaik apa pun koneksinya. Diagnosis perlu terisi sebelum kunjungan ditutup, dan modul pengiriman perlu mencakup rawat jalan, IGD, dan rawat inap.
Empat langkah teknis untuk mengejar ambang itu diuraikan di artikel RS kena tegur data SATUSEHAT di bawah 50%: 4 langkah. Untuk melihat posisi rumah sakit sendiri, buka rapor kesiapan SATUSEHAT, yang sudah terisi untuk 3.182 rumah sakit dari capaian resmi Kemenkes.
Di mana Integration Hub dari MedMinutes masuk
Integration Hub dari MedMinutes mengerjakan langkah 3 sampai 8 di samping SIMRS yang sudah ada. Rumah sakit tetap memegang langkah 1: kredensial produksi SATUSEHAT atas nama rumah sakit, yang disimpan terenkripsi.
Hub menarik kejadian klinis lewat API atau basis data SIMRS dengan akses baca saja, memetakan NIK ke IHS, obat ke KFA, laboratorium ke LOINC, dan unit ke Location, lalu mengirim ke SATUSEHAT dengan antrean, kiriman ulang otomatis, dan jejak per transaksi. Setiap kegagalan dikelompokkan per sebab, dengan keterangan siapa yang perlu bertindak: rumah sakit, hub, atau SATUSEHAT.
Hub mendukung 18 jenis resource FHIR. Per pembacaan sistem 3 September 2026, 17 di antaranya sudah pernah sampai ke lingkungan produksi SATUSEHAT pada satu fasilitas produksi; daftarnya per jenis ada di matriks resource. Pada fasilitas itu, pekan pertama produksi (18–24 Agustus 2026) mencatat rata-rata sekitar 2.300 resource terkirim per hari, dengan 0,09% pengiriman gagal karena galat.
Untuk SIMRS yang API-nya sudah dikenal Hub, resource prioritas dapat mengalir ke produksi dalam 3 hari kerja setelah prasyarat lengkap. SIMRS lain diawali asesmen teknis sekitar satu minggu. Ringkasan kewajiban dan modul yang dipantau Kemenkes ada di halaman SATUSEHAT MedMinutes.
Setelah go-live: tiga kebiasaan yang menjaga data tetap mengalir
Baca angka harian, bukan status koneksi. Status terhubung tidak memberi tahu apa pun tentang resource yang tertahan. Laporan harian yang baik memisahkan terkirim, tertahan, dan gagal, serta menyebut sebabnya.
Jadikan NIK tenaga kesehatan syarat masuk kerja. Dokter baru yang belum terdaftar di master dengan NIK yang benar akan menahan seluruh kunjungannya. Sinkronisasi NIK ke IHS yang berjalan tiap malam melepaskan kiriman tertahan begitu datanya terisi.
Catat siapa mengirim apa. Bila ada lebih dari satu sistem yang mengirim ke organisasi yang sama, tuliskan pembagiannya per resource. Tanpa catatan itu, error duplicate akan muncul lagi setiap kali salah satu sistem diperbarui.
Tinjau cakupan tiap kuartal. Resource yang belum dikirim saat go-live, misalnya MedicationDispense atau Specimen, dapat diaktifkan begitu alur farmasi dan laboratorium rumah sakit siap. Tinjauan berkala menjaga daftar itu tetap bergerak, bukan berhenti di resource prioritas.
Lima kejadian produksi lengkap dengan gejala, penyebab, dan penyelesaiannya terdokumentasi di kegagalan dan penyelesaian.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Bacaan lain yang berkaitan
- Integration Hub MedMinutes — halaman produk: SATUSEHAT tanpa ganti SIMRS, dengan laporan harian
- Rapor kesiapan SATUSEHAT — posisi 3.182 rumah sakit dari capaian resmi Kemenkes
- Matriks resource — didukung, terbukti di produksi, dan yang perlu disiapkan RS
- SATUSEHAT MedMinutes — kewajiban, modul yang dipantau, dan cara kerjanya
- RS kena tegur data SATUSEHAT di bawah 50% — empat langkah teknis mengejar kelengkapan
- Panduan integrasi SATUSEHAT — artikel blog: gambaran integrasi untuk rumah sakit
Ingin tahu resource mana yang akan tertahan di rumah sakit ini?
Mulai dari cek kesiapan lima menit. Setelah itu tim kami membaca sumber data SIMRS bersama tim IT dan rekam medis, lalu menyebut prasyarat mana yang sudah aman dan mana yang akan menahan pengiriman.
Jadwalkan demo 30 menit