Memilih penyelenggara
Memilih PSrE untuk Rumah Sakit: BSrE atau Penyelenggara Swasta
Pilihannya tidak sepenuhnya bebas, dan konsekuensinya lebih banyak pada operasional sehari-hari daripada pada harga.
Diperbarui · MedMinutes
Singkatnya: rumah sakit kami sebaiknya memakai PSrE yang mana?
Surat Edaran Bersama 30 Juli 2026 membedakannya secara eksplisit. Rumah sakit pemerintah: tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya menggunakan TTE Tersertifikasi yang diselenggarakan Balai Sertifikasi Elektronik — Badan Siber dan Sandi Negara. Rumah sakit nonpemerintah: menggunakan TTE Tersertifikasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, yaitu penyelenggara sertifikasi elektronik Indonesia mana pun yang memenuhi syarat.
Jadi untuk rumah sakit pemerintah pilihannya sudah ditentukan, dan pekerjaan yang tersisa adalah menyiapkan jalurnya. Untuk rumah sakit swasta pilihannya terbuka, dan pekerjaan yang tersisa adalah memastikan sistemnya tidak terkunci pada satu penyelenggara.
Dasar hukum yang menaunginya sama untuk keduanya: PP 71/2019 menetapkan TTE tersertifikasi harus memakai sertifikat elektronik terbitan penyelenggara sertifikasi elektronik Indonesia.
Yang berbeda dalam praktik sehari-hari
Perbedaan yang terasa bukan soal keabsahan — keduanya sah — melainkan soal siapa yang mengurus apa, dan berapa lama.
| BSrE (BSSN) | PSrE swasta Indonesia | |
|---|---|---|
| Untuk siapa | Rumah sakit pemerintah, sesuai SEB | Rumah sakit nonpemerintah |
| Cara mengajukan | Lewat jalur dinas instansi induk, mengikuti tata cara instansi masing-masing | Langsung kepada penyelenggara, mengikuti prosedur pendaftarannya |
| Biaya sertifikat | Tidak dibebankan sebagaimana layanan komersial | Berbayar, biasanya per penanda tangan atau per volume |
| Kecepatan penerbitan | Bergantung antrean dan kelengkapan berkas dinas | Umumnya lebih cepat, dengan proses verifikasi identitas sendiri |
| Perpanjangan | Mengikuti jalur pengajuan yang sama, direncanakan jauh hari | Biasanya mandiri lewat layanan penyelenggaranya |
| Yang perlu diwaspadai | Antrean, masa berlaku yang jatuh tempo berbarengan, dan ketergantungan pada jalur akses instansi | Ketergantungan pada satu penyedia, serta biaya yang tumbuh seiring jumlah penanda tangan |
Cara memastikan sistem tidak terkunci pada satu PSrE
Rumah sakit berpindah penyelenggara lebih sering daripada yang diperkirakan: karena status kepemilikan berubah, karena kebijakan induk berubah, atau karena layanan yang dipakai tidak lagi memadai. Yang menentukan mahal atau tidaknya perpindahan adalah bentuk sambungannya di sistem.
Tiga hal yang sebaiknya ditanyakan tertulis kepada penyedia sistem:
- Apakah tujuan penandatanganan berupa konfigurasi per fasilitas kesehatan, atau tertanam di dalam kode? Kalau berupa konfigurasi, perpindahan tidak menyentuh formulir klinis.
- Apakah alur kerja dokter berubah kalau penyelenggaranya berganti? Seharusnya tidak — yang berubah tujuan permintaannya, bukan layar kerjanya.
- Apakah ada lingkungan uji terpisah sehingga perpindahan bisa diuji tanpa mengganggu pelayanan?
Pada MedMinutes ketiganya sudah terjawab: tujuan penandatanganan disimpan sebagai pengaturan per fasilitas kesehatan, lengkap dengan pasangan lingkungan uji, dan layar kerja dokter tidak berubah ketika penyelenggaranya berganti. Jalur BSrE sudah berjalan di rumah sakit pemerintah; untuk rumah sakit yang memilih penyelenggara lain, penyambungannya kami kerjakan.
Sertifikat itu berumur: pekerjaan yang tidak selesai sekali jalan
Yang paling sering mengejutkan rumah sakit bukan pemasangannya, melainkan perpanjangannya. Sertifikat elektronik punya masa berlaku, dan kalau seluruh tenaga kesehatan didaftarkan dalam satu gelombang, mereka juga jatuh tempo dalam satu gelombang — berpotensi menghentikan penandatanganan di tengah bulan pelayanan.
Dua kebiasaan yang mencegahnya: memantau masa berlaku per penanda tangan dengan peringatan jauh hari, dan mendaftarkan secara bergelombang sejak awal kalau jumlahnya besar.
Satu hal lagi khusus untuk rumah sakit pemerintah: tenaga kesehatan yang sudah memegang sertifikat dari instansi atau penyelenggara lain umumnya perlu mengajukan perubahan data, bukan mendaftar sebagai pengguna baru. Kalau langkah ini terlewat, penandatanganan bisa gagal tanpa penjelasan yang jelas bagi penggunanya.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Bacaan lain yang berkaitan
- Pilar TTE — kembali ke panduan utama tanda tangan elektronik
- Cara kerja TTE BSrE — Esign Client Service, prasyarat, dan ketentuan operasionalnya
- Isi SEB klaim JKN — dasar pembedaan RS pemerintah dan nonpemerintah
- Checklist implementasi TTE — urutan pekerjaan menuju kesiapan
Belum yakin jalur mana yang sesuai?
Kami bisa memetakan status rumah sakit Anda, jumlah penanda tangan, dan tenggat klaim — lalu menandai jalur mana yang paling pendek sampai dokumen pertama tertandatangani.
Jadwalkan demo 30 menitAtau pelajari dulu RME & SIMRS MedMinutes dan Integration Hub.