BOR, ALOS, BTO, TOI: Rumus dan Nilai Ideal Indikator Rumah Sakit | Akademi MedMinutes Lewati ke konten utama
Akademi · MM-AK-05Efisiensi tempat tidur

BOR, ALOS, BTO, TOI: rumus dan nilai ideal indikator efisiensi rumah sakit

Empat angka dari sensus harian menunjukkan apakah tempat tidur terpakai dengan baik. Tiap indikator punya satu rumus dan satu rentang ideal.

Untuk Direktur, Wadir Pelayanan, Komite Mutu, Kepala Rekam Medis · 7 menit

Teks resmiJuknis SIRS 2011 dibaca utuh, status hukumnya dicek
6 November 2026tinjau ulang Februari 2027
Boleh diteruskanutuh, dengan sumber
Akademi MedMinutesEfisiensi tempat tidur
60–85%
Rentang ideal BOR: persentase tempat tidur yang terpakai.
Hari perawatan dibagi jumlah tempat tidur dikali hari periode.
Sumber: Juknis SIRS 2011
lampiran Permenkes 1171/2011
medminutes.io/akademi/
efisiensi-rs

Unduh kartu untuk diteruskan di WhatsApp

Jawaban singkat

BOR adalah hari perawatan dibagi (jumlah tempat tidur × hari dalam periode), dikali 100%, dengan rentang ideal 60 sampai 85%. ALOS adalah jumlah lama dirawat dibagi pasien keluar, ideal 6 sampai 9 hari. BTO adalah pasien keluar dibagi jumlah tempat tidur, ideal 40 sampai 50 kali setahun. TOI adalah tempat tidur kosong dibagi pasien keluar, ideal 1 sampai 3 hari. Angka ini berasal dari Juknis SIRS 2011. Peraturan induknya sudah dicabut, jadi pakailah sebagai acuan praktik, bukan batas wajib.

Dari mana angkanya, dan apakah masih berlaku

Rumus dan nilai ideal ini ditulis dalam buku petunjuk pengisian data rumah sakit yang menjadi lampiran Permenkes 1171/2011 tentang Sistem Informasi Rumah Sakit (Juknis SIRS 2011). Buku itu juga memuat formulir RL 1.2, tempat rumah sakit melaporkan BOR, LOS, BTO, TOI, NDR, dan GDR.

60–85%Rentang ideal BORJuknis SIRS 2011, indikator 1
6–9Hari, rentang ideal ALOSJuknis SIRS 2011, indikator 2
1–3Hari, rentang ideal TOIJuknis SIRS 2011, indikator 4

Satu catatan penting tentang status hukum. Permenkes 6/2026 tentang Rumah Sakit, ditetapkan 4 Juni 2026 dan diundangkan 12 Juni 2026, mencabut Permenkes 1171/2011 dalam Pasal 84 huruf e. Teks Permenkes 6/2026 yang kami baca tidak memuat rentang ideal pengganti. Karena itu angka di halaman ini kami sebut acuan praktik: rumus dan rentangnya masih lazim dipakai untuk menilai pemanfaatan tempat tidur, tetapi tidak lagi dapat disebut batas yang diwajibkan peraturan. Bila surveior atau pembina meminta angka tertentu, ikuti petunjuk tertulis mereka.

Rumus dan nilai ideal

Empat indikator efisiensi, ditambah dua indikator kematian yang selalu dilaporkan bersamanya. Semuanya dihitung dari sensus harian rawat inap yang direkap tiap bulan.

Indikator Rumus Ideal
BOR
Bed Occupancy Rate
Hari perawatan ÷ (jumlah TT × hari dalam periode) × 100% 60 sampai 85%
ALOS
Average Length of Stay
Jumlah lama dirawat ÷ pasien keluar (hidup + mati) 6 sampai 9 hari
BTO
Bed Turn Over
Pasien keluar (hidup + mati) ÷ jumlah TT 40 sampai 50 kali setahun
TOI
Turn Over Interval
(Jumlah TT × hari dalam periode − hari perawatan) ÷ pasien keluar 1 sampai 3 hari
NDR
Net Death Rate
Pasien mati lebih dari 48 jam ÷ pasien keluar × 1.000 kurang dari 25 per 1.000
GDR
Gross Death Rate
Pasien mati seluruhnya ÷ pasien keluar × 1.000 tidak lebih dari 45 per 1.000

TT berarti tempat tidur. Hari perawatan adalah jumlah pasien yang ada di ruang rawat tiap hari menurut sensus harian, dijumlahkan sepanjang periode. Juknis menyebut ALOS "secara umum" ideal 6 sampai 9 hari dan menambahkan bahwa bila diterapkan pada diagnosis tertentu, angkanya perlu diamati lebih lanjut. Artinya ALOS rumah sakit secara keseluruhan tidak menggantikan pembacaan per diagnosis.

Contoh hitung

Sebuah rumah sakit memiliki 200 tempat tidur. Dalam satu tahun (365 hari) tercatat 52.000 hari perawatan, 8.000 pasien keluar, 160 di antaranya meninggal dan 96 dari yang meninggal itu dirawat lebih dari 48 jam. Untuk menyederhanakan, jumlah lama dirawat disamakan dengan hari perawatan. Di rumah sakit nyata keduanya sedikit berbeda.

Indikator Hitungan Hasil
BOR 52.000 ÷ (200 × 365) × 100% 71,2%
ALOS 52.000 ÷ 8.000 6,5 hari
BTO 8.000 ÷ 200 40 kali
TOI (200 × 365 − 52.000) ÷ 8.000 2,6 hari
NDR 96 ÷ 8.000 × 1.000 12 per 1.000
GDR 160 ÷ 8.000 × 1.000 20 per 1.000

Keenam angka berada di dalam rentang ideal. Satu hal yang perlu diwaspadai: angka tahunan bisa menutupi bulan yang menyimpang. Hitung per bulan dan per unit sebelum menyimpulkan.

Membaca keempatnya bersama

BOR, ALOS, BTO, dan TOI tidak berdiri sendiri. Hari perawatan pada dasarnya sama dengan pasien keluar dikali ALOS, sehingga BOR = BTO × ALOS ÷ hari dalam periode. Pada contoh di atas: 40 × 6,5 ÷ 365 = 71,2%. Artinya BOR naik karena ada lebih banyak pasien yang keluar-masuk, atau karena setiap pasien tinggal lebih lama. Angka BOR saja tidak menunjukkan yang mana.

Tabel berikut adalah pembacaan kami, bukan ketentuan peraturan.

Yang terlihat Kemungkinan artinya Yang diperiksa lebih dulu
BOR di bawah 60% dan TOI panjang Tempat tidur sering kosong Jumlah TT yang dioperasikan, pola rujukan masuk, kelas ruangan yang sepi
BOR di atas 85% dan TOI kurang dari 1 hari Tempat tidur hampir tidak pernah kosong Pasien yang menunggu di IGD, penundaan operasi elektif, waktu menyiapkan ruangan
ALOS di atas 9 hari Ada diagnosis atau proses yang menahan pasien ALOS per diagnosis dan per DPJP, hasil penunjang yang tertunda, proses pulang
BTO rendah padahal BOR memadai Sedikit pasien, tetapi tinggal lama Sebaran lama rawat, bukan rata-ratanya saja

Untuk pasien JKN, tarif INA-CBG berupa paket per kasus. Hari rawat tambahan pada kasus yang sama tidak menambah pembayaran, tetapi tetap memakai tempat tidur dan tenaga. Itu sebabnya ALOS per diagnosis layak dipantau bersama biaya (lihat unit cost).

Hasil sistem ditentukan oleh kendalanya

Eliyahu M. Goldratt dan Jeff Cox, The Goal: A Process of Ongoing Improvement (North River Press, 1984)

Dalam novel manajemen ini, Goldratt menunjukkan bahwa sebuah sistem hanya menghasilkan sebanyak bagiannya yang paling terbatas. Mempercepat bagian lain tidak menambah hasil. Hasil naik bila kendala itu dilonggarkan.

IdenyaCari kendala sistem, longgarkan dulu, baru perbaiki bagian lain.
Artinya untuk rumah sakitBila BOR tinggi dan TOI nyaris nol, tempat tidur rawat inap adalah kendalanya. Mempercepat pendaftaran poliklinik tidak menambah pasien yang bisa dirawat. Yang menolong adalah mengurangi hari rawat yang tidak perlu dan mempercepat pergantian pasien.

Tiga pertanyaan untuk rapat direksi

  1. Berapa BOR, ALOS, BTO, dan TOI tahun lalu, dan di unit mana angkanya paling menyimpang?Angka seluruh rumah sakit dapat menutupi satu ruang yang selalu penuh dan satu ruang yang selalu kosong.
  2. Apakah semua angka dihitung dari sensus harian dan jumlah tempat tidur yang sama setiap bulan?Definisi yang berubah membuat angka antarperiode tidak sebanding.
  3. Diagnosis mana yang ALOS-nya melampaui 9 hari, dan apa alasan klinisnya?Sebagian memang pantas panjang. Yang dicari adalah yang tidak punya alasan klinis.

Bawa ke rapat

Teruskan via WhatsApp

Pertanyaan umum

Berapa nilai ideal BOR rumah sakit?

60 sampai 85%, menurut Juknis SIRS 2011 (lampiran Permenkes 1171/2011). Di bawah rentang itu tempat tidur banyak menganggur. Di atas rentang itu rumah sakit sulit menerima pasien baru dan menyiapkan ruangan.

Bagaimana rumus BOR, ALOS, BTO, dan TOI?

BOR = hari perawatan ÷ (jumlah TT × hari periode) × 100%. ALOS = jumlah lama dirawat ÷ pasien keluar. BTO = pasien keluar ÷ jumlah TT. TOI = (jumlah TT × hari periode − hari perawatan) ÷ pasien keluar. Pasien keluar mencakup yang hidup dan yang meninggal.

Apa bedanya TOI dan ALOS?

ALOS adalah lama satu pasien tinggal. TOI adalah lama tempat tidur kosong di antara dua pasien. ALOS yang panjang membuat BOR naik, sedangkan TOI yang panjang menandakan tempat tidur menunggu pasien berikutnya.

Apakah nilai ideal ini masih berlaku setelah Permenkes 1171/2011 dicabut?

Permenkes 6/2026 Pasal 84 huruf e mencabut Permenkes 1171/2011. Teks Permenkes 6/2026 yang kami baca tidak menyebut rentang ideal baru. Angka 60 sampai 85% dan lainnya tetap lazim dipakai sebagai acuan praktik, tetapi bukan lagi batas yang diwajibkan peraturan itu.

Berapa BTO per bulan yang wajar?

Rentang ideal BTO berlaku untuk setahun, yaitu 40 sampai 50 kali. Untuk satu bulan, bagi rentang itu dengan 12, sehingga kira-kira 3,3 sampai 4,2 kali. Karena itu templat kami membaca BTO pada baris Tahun.

Sumber

  1. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1171/MENKES/PER/VI/2011 tentang Sistem Informasi Rumah Sakit, Berita Negara 2011 Nomor 378 (dicabut oleh Permenkes 6/2026). Peraturan.go.id
  2. Kementerian Kesehatan, Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. Buku Petunjuk Pengisian, Pengolahan Data Rumah Sakit (Juknis SIRS 2011), lampiran Permenkes 1171/2011, bagian rumus dan nilai ideal indikator (halaman 43 sampai 44). Salinan di repositori STIKES
  3. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 6 Tahun 2026 tentang Rumah Sakit, Pasal 84 huruf e dan Pasal 85. JDIH BPK
  4. Eliyahu M. Goldratt dan Jeff Cox. The Goal: A Process of Ongoing Improvement. North River Press, 1984.

Lihat diagnosis yang memanjangkan lama rawat

BPJScan membaca berkas TXT E-Klaim yang sudah dimiliki tim casemix.

Jadwalkan demo

Tentang halaman ini

BatasanBacaan umum untuk membantu direksi dan komite mutu membaca indikator pelayanan rawat inap. Bukan nasihat hukum dan tidak menggantikan teks resmi peraturan. Akurat per 6 November 2026.
LisensiCC BY-ND 4.0: boleh disalin dan diteruskan utuh dengan menyebut sumber, tidak boleh diubah.
Rincian lisensi →
Cara mengutipMedMinutes. (2026). BOR, ALOS, BTO, TOI: rumus dan nilai ideal indikator efisiensi rumah sakit (Akademi MedMinutes, MM-AK-05). https://medminutes.io/akademi/efisiensi-rs/

Bacaan lanjutan