Complexity Level iDRG vs Severity Level INA-CBG: Jangan Tertukar Saat Transisi
Sebagian besar tim koder dan casemix RS sudah terbiasa dengan severity level INA-CBG β tiga tingkat I, II, III. Saat berpindah ke iDRG, istilah itu sering ikut terbawa. Padahal iDRG memakai penamaan dan skala yang berbeda: Complexity Level (CL) 0β4.
Kekeliruan yang paling sering terjadi bukan salah hitung, melainkan mencampur istilah dua sistem. Artikel ini memisahkan keduanya secara tegas agar tim tidak salah baca output grouper selama masa transisi.
Ringkas: apa milik sistem mana
| INA-CBG | iDRG | |
|---|---|---|
| Nama dimensi keparahan | Severity Level | Complexity Level (CL) |
| Skala | I, II, III (3 tingkat; 0 untuk rawat jalan) | 0, 1, 2, 3, 4 (5 tingkat) |
| Notasi | Angka Romawi | Angka Arab |
| Struktur kode | Alfanumerik: CMG β Case Group β Case Type β Severity | Numerik 7 digit: MDC β DC β PTD β CL |
| Standar koding | ICD-10 WHO 2010 + ICD-9-CM | ICD-10-IM + ICD-9-IM |
Aturan praktis: kalau Anda menyebut "severity I/II/III", Anda sedang bicara INA-CBG. Kalau menyebut "CL 0β4", Anda sedang bicara iDRG. Menyebut "severity level iDRG 0/I/II/III" mencampur dua sistem sekaligus.
Apa itu Complexity Level (CL) pada iDRG
CL adalah digit terakhir dari kode iDRG 7 digit, dan merupakan satu-satunya dimensi keparahan pada kode tersebut. Nilainya berjenjang lima:
| CL | Deskripsi resmi | Arti klinis |
|---|---|---|
| 0 | No CC | Tidak ada komplikasi/komorbiditas yang diperhitungkan |
| 1 | Mild CC | Komplikasi/komorbiditas ringan |
| 2 | Moderate CC | Komplikasi/komorbiditas sedang |
| 3 | Severe CC | Komplikasi/komorbiditas berat |
| 4 | Catastrophic CC | Komplikasi/komorbiditas katastrofik |
Perhatikan bahwa penamaannya sendiri merujuk pada CC β komplikasi dan komorbiditas. Inilah sebabnya CL tidak berdiri sendiri terlepas dari dokumentasi diagnosis.
Hubungan CC/MCC dan CL: masukan dan keluaran, bukan dua sumbu
Ini bagian yang paling sering disalahpahami.
CC/MCC pada diagnosis sekunder adalah MASUKAN. Koder dan DPJP mengendalikan bagian ini lewat kelengkapan dokumentasi: komorbiditas yang tercatat, komplikasi yang terdokumentasi selama rawat, dan spesifisitas kode ICD yang dipilih.
Complexity Level adalah KELUARAN. Grouper yang menghitungnya. Tim koder tidak "mengisi" CL secara manual β CL muncul sebagai hasil dari apa yang dibaca grouper.
Konsekuensi praktisnya jelas: kalau CL hasil grouper lebih rendah dari perkiraan, yang diperbaiki adalah dokumentasi diagnosis sekunder bersama DPJP β bukan mencari cara menaikkan angka CL secara langsung. Sebaliknya, dokumentasi yang lengkap namun tidak terkode dengan tepat akan menghasilkan CL yang tidak mencerminkan kondisi pasien sebenarnya.
Kesalahan interpretasi yang berdampak pada klaim
Menyebut iDRG punya "severity level" terpisah dari CL. Pada berkas klaim iDRG yang berjalan, tidak ada kolom keparahan lain di luar CL. Tim yang mencari dua nilai berbeda akan salah membaca output grouper dan salah menyimpulkan penyebab selisih tarif.
Membandingkan angka lintas sistem secara langsung. "Severity III" INA-CBG bukan padanan otomatis "CL 3" iDRG. Skalanya berbeda jumlah, dasarnya berbeda, dan tarifnya dihitung dengan formula berbeda. Perbandingan tarif lamaβbaru harus dilakukan per kelompok, bukan per angka keparahan.
Menganggap CL bisa dinaikkan lewat kode prosedur. Karena CL adalah keluaran grouper atas dokumentasi diagnosis, mengubah kode prosedur untuk mengejar CL bukan hanya tidak efektif β pola semacam itu justru yang dicari auditor BPJS saat menelusuri ketidaksesuaian kode dengan rekam medis.
Panduan praktis untuk tim koder dan casemix
- Samakan istilah lebih dulu. Sepakati di internal: "severity" hanya untuk INA-CBG, "CL" hanya untuk iDRG. Perbaiki juga template laporan internal yang masih memakai istilah lama untuk data iDRG.
- Fokuskan perbaikan di hulu. Kelengkapan diagnosis sekunder di CPPT dan resume medis adalah satu-satunya cara sah menaikkan CL.
- Lakukan validasi sebelum submit. Bandingkan CL keluaran grouper dengan gambaran klinis di rekam medis; selisih yang besar biasanya menandakan dokumentasi yang belum terbaca, bukan grouper yang keliru.
- Jangan konversi angka. Saat dual-running INA-CBG dan iDRG, bandingkan tarif akhir per episode, bukan mencocokkan tingkat keparahan satu lawan satu.
Catatan status
iDRG masih dalam masa uji coba dan transisi; belum ada tanggal berlaku nasional yang ditetapkan. Angka dan struktur pada artikel ini mengacu pada dokumen resmi Kemenkes dan berkas klaim iDRG yang sudah berjalan. Rumah sakit tetap perlu memverifikasi ke edaran terbaru sebelum mengubah kebijakan koding internal.
Dipercaya 60+ rumah sakit di 10+ provinsi











