📚 Bagian dari panduan: Panduan Rekam Medis Elektronik

Ketidaksesuaian Hasil Radiologi dan Resume Medis

Thesar MedMinutes, Content & Marketing MedMinutes · · 6 menit baca
Ketidaksesuaian Hasil Radiologi dan Resume Medis

Ringkasan: Ketidaksesuaian hasil radiologi dan resume medis terjadi ketika temuan pencitraan yang bermakna tidak dibaca, tidak dikutip di catatan DPJP, atau tidak tercermin di diagnosis dan ringkasan pulang. Penyebab utamanya bukan kelalaian individu, melainkan alur: hasil tersimpan di sistem radiologi atau PACS yang terpisah, tidak ada notifikasi saat hasil keluar, dan resume disusun setelah pasien pulang. Aturannya sudah jelas. STARKES KMK 1596/2024 meminta ringkasan pasien pulang memuat temuan penting dan tindakan diagnostik yang dikerjakan, serta pelaporan hasil kritis radiologi kurang dari 30 menit. Permenkes 26/2021 menegaskan koder hanya mengode diagnosis yang ditulis dokter. Artikel ini merinci bentuk ketidaksesuaian, dampaknya, dan kontrol yang bisa dipasang.


Empat bentuk ketidaksesuaian yang paling sering

  1. Hasil sudah keluar, tetapi tidak dibaca DPJP. Ekspertise tersedia di sistem radiologi, sementara DPJP bekerja di layar lain dan tidak mendapat pemberitahuan.
  2. Hasil dibaca, tetapi tidak dikutip di CPPT. Keputusan terapi berubah, tetapi catatan perkembangan tidak menyebut temuan yang mendasarinya.
  3. Terminologi tidak dijembatani. Radiolog menulis deskripsi temuan, misalnya infiltrat atau konsolidasi, sedangkan diagnosis klinis di resume ditulis dengan istilah yang lebih umum tanpa menautkan keduanya.
  4. Resume disusun retrospektif. Ringkasan pulang ditulis setelah pasien pulang, dan temuan penunjang yang keluar di tengah episode terlewat.

Ilustrasi

Ilustrasi berikut disusun untuk menjelaskan pola, bukan kasus nyata. Pasien datang ke IGD dengan demam dan sesak. Foto toraks menunjukkan infiltrat yang sesuai dengan pneumonia, dan pasien mendapat antibiotik. Di resume, diagnosis tertulis "infeksi saluran napas" tanpa menyebut hasil foto toraks. Secara klinis penanganannya tepat, tetapi dokumen yang dibaca koder dan verifikator tidak menunjukkan dasar penunjang dari diagnosis dan terapi yang diberikan. Pola serupa bisa terjadi pada CT kepala yang hasilnya sudah tersedia tetapi tidak dikutip di penilaian DPJP.


Demo 30 Menit
Satu rekam medis,
satu jalur data
RME dan SIMRS MedMinutes berbagi satu sumber data, sampai ke pelaporan mutu dan integrasi SatuSehat.
Jadwalkan Demo→
Dijawab tim MedMinutes di jam kerja

Aturan main: siapa menulis apa

Dokter menegakkan, koder mengode. Permenkes 26/2021 tentang Pedoman INA-CBG menyebut tugas dokter adalah menegakkan dan menuliskan diagnosis utama, diagnosis sekunder, dan tindakan, serta membuat resume medis yang lengkap, jelas, dan spesifik. Koder mengode diagnosis dan tindakan yang ditulis dokter, dengan resume medis sebagai sumber data dan berkas rekam medis bila diperlukan; bila ada ketidaksesuaian, koder melakukan klarifikasi dengan dokter. Konsekuensinya, temuan radiologi tidak otomatis menjadi kode. Ia harus diinterpretasikan dan dituliskan oleh DPJP.

Ringkasan pulang memuat temuan dan tindakan diagnostik. AKP 5.1 dalam STARKES KMK 1596/2024 merinci isi ringkasan pasien pulang, antara lain indikasi masuk, diagnosis dan komorbiditas; temuan fisik penting dan temuan lain; serta tindakan diagnostik dan prosedur terapi yang telah dikerjakan. Ringkasan dibuat oleh DPJP sebelum pasien pulang.

Rekam medis pasien memuat hasil penunjang. Permenkes 24/2022 Pasal 26 menyebut isi rekam medis yang disampaikan kepada pasien paling sedikit memuat identitas, hasil pemeriksaan fisik dan penunjang, diagnosis, pengobatan, dan rencana tindak lanjut, serta nama dan tanda tangan tenaga kesehatan.

Hasil kritis wajib dikomunikasikan cepat. SKP 2 STARKES mencakup pelaporan hasil kritis pemeriksaan diagnostik, termasuk pencitraan dan radiologi, dengan rentang waktu kurang dari 30 menit sejak hasil diverifikasi oleh PPA yang berwenang, memakai teknik tulis, baca ulang, dan konfirmasi yang didokumentasikan di rekam medis.


Mengapa ini terus terjadi


Dampaknya

Dampak pertama bersifat klinis: temuan yang tidak dibaca bisa berarti temuan yang tidak ditindaklanjuti, dan fasilitas yang menerima pasien berikutnya kehilangan informasi penting. Dampak kedua ada pada kesinambungan dokumentasi: tim mutu yang menelusuri episode tidak menemukan dasar keputusan terapi. Dampak ketiga baru menyentuh klaim: diagnosis yang tidak didukung penunjang yang tercatat mengundang klarifikasi, dan diagnosis yang tidak ditulis tidak akan dikode.

Titik rawanDampakKontrol
Hasil di PACS tidak tampil di RMEHasil tidak dibaca DPJPIntegrasi order dan hasil ke CPPT; tautan ke penampil citra
Tidak ada notifikasi hasilHasil kritis atau bermakna terlambat ditindaklanjutiNotifikasi hasil tersedia; alur hasil kritis SKP 2
Temuan tidak dikutip di catatanKeputusan terapi tanpa dasar tertulisKolom "penunjang bermakna" pada CPPT dan ringkasan pulang
Istilah radiologi dan klinis tidak dijembataniDiagnosis tidak spesifikKesepakatan komite medik tentang penulisan diagnosis berbasis temuan
Resume ditulis setelah pulangTemuan di tengah episode terlewatTelaah kelengkapan resume sebelum pasien pulang

Langkah perbaikan yang bisa dipasang

  1. Tampilkan hasil penunjang di tempat dokter menulis. Order radiologi dan hasilnya perlu terhubung langsung ke CPPT dan resume, bukan hanya tersimpan di sistem radiologi. RME MedMinutes menghubungkan order dan hasil penunjang, termasuk radiologi dengan penampil citra, ke CPPT dan resume.
  2. Pasang notifikasi hasil. Beri tahu DPJP saat ekspertise tersedia, dan jalankan alur hasil kritis sesuai SKP 2.
  3. Tambahkan kolom penunjang bermakna di ringkasan pulang. Kolom ini memaksa penyusun resume menjawab: temuan penunjang apa yang mendasari diagnosis dan terapi?
  4. Telaah sebelum pulang, bukan sesudah. Petugas casemix atau rekam medis memeriksa kesesuaian diagnosis dengan hasil penunjang selagi DPJP masih bisa melengkapi, dan klarifikasi dilakukan ke DPJP, bukan diputuskan sendiri.
  5. Sepakati penulisan diagnosis berbasis temuan. Komite medik menetapkan kapan temuan radiologi perlu dirujuk eksplisit dalam penilaian DPJP.
  6. Ukur secara berkala. Ambil sampel episode dengan pemeriksaan radiologi, lalu hitung berapa yang hasilnya dikutip di CPPT dan tercermin di ringkasan pulang.

Titik gagal serupa pada laboratorium dan farmasi dibahas di artikel tiga titik gagal kelengkapan RME. Integrasi citra dengan SATUSEHAT dibahas di artikel DICOM router dan PACS, dan daftar periksa resume ada di artikel checklist resume medis. Masalah yang lebih luas, yaitu informasi yang putus saat pasien berpindah unit, dibahas di artikel kesinambungan informasi IGD, rawat inap, dan poliklinik.


Dasar Hukum


FAQ

Apakah koder boleh mengode diagnosis langsung dari laporan radiologi?

Tidak. Permenkes 26/2021 menyebut koder mengode diagnosis dan tindakan yang ditulis dokter, dengan resume medis sebagai sumber data. Bila temuan radiologi tidak sesuai dengan diagnosis yang tertulis, koder melakukan klarifikasi dengan dokter.

Apa saja isi ringkasan pasien pulang menurut STARKES?

AKP 5.1 dalam KMK 1596/2024 menyebut ringkasan pasien pulang memuat indikasi masuk, diagnosis, dan komorbiditas; temuan fisik penting dan temuan lain; tindakan diagnostik dan prosedur terapi; obat; kondisi pasien; dan instruksi tindak lanjut. Ringkasan dibuat oleh DPJP sebelum pasien pulang.

Berapa batas waktu pelaporan hasil kritis radiologi?

SKP 2 dalam KMK 1596/2024 menetapkan rentang waktu pelaporan hasil kritis kurang dari 30 menit sejak hasil diverifikasi oleh PPA yang berwenang di unit penunjang diagnostik, dengan teknik tulis, baca ulang, dan konfirmasi yang didokumentasikan di rekam medis.

Apakah integrasi PACS dengan RME menyelesaikan masalah ini?

Integrasi membuat hasil terlihat di tempat dokter menulis, tetapi tidak menjamin hasil itu dikutip dan dituliskan. Integrasi perlu dilengkapi notifikasi hasil, kolom penunjang bermakna di ringkasan pulang, dan telaah kelengkapan sebelum pasien pulang.

Sumber

Share
Bicara dengan Tim
Frustrasi dengan vendor
SIMRS Anda?
Ceritakan situasi RS Anda. Dalam demo 30 menit, kami tunjukkan berapa yang bisa dihemat — langsung dari data klaim Anda.
Chat via WhatsApp→
Jawab < 1 jam di jam kerja

Dipercaya 70+ rumah sakit di 10+ provinsi

RSUP Dr. Hasan SadikinRSUP Dr. Hasan Sadikin
RS Univ. AndalasRS Univ. Andalas
RSD WongsonegoroRSD Wongsonegoro
RS Bethesda YogyakartaRS Bethesda Yogyakarta
RS SMC TelogorejoRS SMC Telogorejo
RST Bhakti Wira TamtamaRST Bhakti Wira Tamtama
LADOKGI RE MartadinataLADOKGI RE Martadinata
RS Islam Jemursari SurabayaRS Islam Jemursari Surabaya
RS Islam Arafah JambiRS Islam Arafah Jambi
RS Roemani MuhammadiyahRS Roemani Muhammadiyah
RS Panti Wilasa Dr. CiptoRS Panti Wilasa Dr. Cipto
RSD Idaman BanjarbaruRSD Idaman Banjarbaru
RSUP Dr. Hasan Sadikin
RS Univ. Andalas
RSD Wongsonegoro
RS Bethesda Yogyakarta
RS SMC Telogorejo
RST Bhakti Wira Tamtama
LADOKGI RE Martadinata
RS Islam Jemursari Surabaya
RS Islam Arafah Jambi
RS Roemani Muhammadiyah
RS Panti Wilasa Dr. Cipto
RSD Idaman Banjarbaru