SIMRS Anda menangani submission klaim. BPJScan menangani audit & optimasi revenue. Keduanya saling melengkapi, bukan saling menggantikan.
Siklus klaim BPJS terdiri dari 3 tahap utama. SIMRS dan BPJScan bekerja di tahap yang berbeda.
Insight: Modul casemix SIMRS memastikan klaim terkirim dengan benar. BPJScan memastikan klaim teroptimasi dengan maksimal. Tahap 1-2 tanpa tahap 3 berarti klaim terkirim, tapi potensi revenue bisa terlewat. Dengan klaim pending nasional mencapai Rp 4,82 triliun, setiap optimasi bernilai signifikan.
Berdasarkan Permenkes 82/2013, setiap RS wajib memiliki SIMRS. Berikut fitur casemix yang umumnya tersedia di SIMRS populer.
Selain Khanza dan SIMGOS, terdapat puluhan vendor SIMRS di Indonesia dengan modul casemix masing-masing.
Apapun SIMRS yang Anda gunakan, BPJScan kompatibel karena menganalisis file TXT standar E-Klaim.
Pola yang terlihat: Semua SIMRS fokus pada hal yang sama — input data, bridging, dan pengiriman klaim. Fitur casemix mereka memastikan klaim lengkap dan terkirim dengan benar ke BPJS. Ini penting dan tidak tergantikan. Tapi tidak ada yang melakukan analisis mendalam pasca-submit untuk menemukan revenue leak dan peluang optimasi.
BPJScan bekerja di tahap yang tidak dicakup SIMRS: analisis pasca-submit. Ini adalah audit klaim berskala penuh yang sebelumnya hanya bisa dilakukan secara manual.
Setiap klaim dianalisis dengan 71+ parameter — bukan sampling. Deteksi inkonsistensi kode ICD-10, severity level yang tidak optimal, dan diagnosis sekunder yang terlewat.
Bandingkan tarif RS (real cost) vs tarif INA-CBG. Identifikasi kasus-kasus di mana RS mengalami kerugian signifikan dan temukan pola under-coding yang konsisten.
AI-powered recommendations untuk optimasi koding, analisis 33 kondisi spesifik (sepsis, stroke, jantung, dll.), prediksi risiko dispute, dan suggestion kode diagnosis tambahan.
Deteksi perubahan pola klaim dari waktu ke waktu. Identifikasi tren readmisi, pergeseran case-mix index, dan anomali sebelum dampaknya terasa di revenue.
Evaluasi length of stay vs standar per CMG. Analisis severity level distribution untuk memastikan koding mencerminkan kompleksitas pasien yang sebenarnya.
Upload file TXT klaim, tunggu sebentar, analisis lengkap tersedia. Tidak perlu integrasi SIMRS, tidak perlu instalasi software, tidak ada perubahan workflow.
Fitur modul casemix SIMRS vs BPJScan — bukan siapa yang lebih baik, tapi siapa yang menangani apa.
Ya. SIMRS dan BPJScan menangani tahap yang berbeda. Tidak menggunakan salah satu berarti ada gap di siklus klaim Anda.
Klaim tidak bisa diinput dan dikirim ke BPJS. Operasional RS lumpuh. SIMRS adalah keharusan (Permenkes 82/2013).
Klaim terkirim, tapi tidak ada yang mengaudit secara menyeluruh. Under-coding, revenue leak, dan pola negatif tidak terdeteksi sampai dampaknya terasa.
SIMRS memastikan klaim terkirim dengan benar. BPJScan memastikan klaim teroptimasi dengan maksimal. Bersama, mereka menutup gap di seluruh siklus klaim — dari input sampai revenue recovery. Ini bukan tentang mengganti, tapi melengkapi.
Semua SIMRS. BPJScan bersifat SIMRS-agnostic karena menganalisis file TXT standar dari E-Klaim — format yang sama untuk semua RS.
Kenapa kompatibel dengan semua? Karena BPJScan tidak perlu terhubung ke SIMRS Anda. BPJScan menganalisis file TXT ekspor dari E-Klaim/INA-CBG — format standar nasional yang sama untuk semua RS. Apapun SIMRS yang Anda gunakan, file TXT-nya sama. Cukup upload, hasil dalam 10 menit.
Jawaban langsung seputar hubungan BPJScan dengan modul casemix SIMRS.
Tidak. BPJScan dan modul casemix SIMRS menangani tahap yang berbeda dalam siklus klaim. SIMRS menangani input data klinis, bridging VClaim, pembuatan SEP, dan pengiriman klaim ke E-Klaim.
BPJScan menangani analisis pasca-submit: audit koding, deteksi revenue leak, analisis tren, dan optimasi tarif. Keduanya saling melengkapi — bukan menggantikan.
Casemix monitoring di SIMRS umumnya menampilkan status klaim (pending, approved, rejected) dan dashboard ringkasan. Ini penting untuk tracking, tapi bukan audit.
BPJScan melakukan analisis mendalam: mengaudit 100% klaim dengan 71+ parameter, mendeteksi under-coding dan revenue leak, membandingkan tarif RS vs INA-CBG, analisis severity level, dan 13 fitur AI termasuk rekomendasi koding. Ini adalah analisis yang tidak tersedia di modul SIMRS manapun.
Ya. BPJScan bersifat SIMRS-agnostic. BPJScan menganalisis file TXT standar yang diekspor dari E-Klaim atau INA-CBG — format yang sama untuk semua rumah sakit, terlepas dari SIMRS yang digunakan.
Baik Khanza, SIMGOS, maupun SIMRS lainnya — semuanya kompatibel. Tidak perlu integrasi teknis apapun.
BPJScan mulai dari Rp 2 juta/bulan — sebagian kecil dari biaya SIMRS. ROI biasanya terlihat di bulan pertama: revenue recovery dari deteksi under-coding dan optimasi tarif sering kali melampaui biaya langganan berkali-kali lipat.
Dengan klaim pending nasional mencapai Rp 4,82 triliun, setiap peluang optimasi yang ditemukan bernilai signifikan. BPJScan bukan biaya tambahan — ini investasi dengan ROI terukur.
Tidak perlu integrasi sama sekali. BPJScan bekerja secara independen. Cukup ekspor file TXT klaim dari sistem E-Klaim (yang sudah rutin dilakukan setiap bulan), lalu upload ke BPJScan.
Dalam 10 menit, hasil analisis lengkap tersedia. Tidak ada perubahan pada workflow SIMRS yang sudah berjalan, tidak perlu koordinasi dengan vendor SIMRS, dan tidak ada risiko mengganggu sistem yang sudah stabil.
Ya. BPJScan terdaftar di PSE Komdigi (Penyelenggara Sistem Elektronik). Data klaim diproses secara aman dan tidak pernah dibagikan ke pihak ketiga.
Untuk rumah sakit yang membutuhkan keamanan ekstra, tersedia opsi deployment on-premise — artinya BPJScan berjalan di server internal RS dan data tidak pernah keluar dari jaringan rumah sakit.
Demo 30 menit menggunakan data klaim RS Anda. Lihat langsung revenue leak dan peluang optimasi yang tidak terdeteksi oleh modul casemix SIMRS.
Dipercaya 50+ rumah sakit di 8+ provinsi di Indonesia