SIMRS menangani submission klaim. BPJScan menangani audit & optimasi klaim. Keduanya saling melengkapi, bukan saling menggantikan.
Siklus klaim BPJS terdiri dari 3 tahap utama. SIMRS dan BPJScan bekerja di tahap yang berbeda.
Insight: Modul casemix SIMRS memastikan klaim terkirim dengan benar. BPJScan memastikan klaim teroptimasi dengan maksimal. Tahap 1-2 tanpa tahap 3 berarti klaim terkirim, tetapi potensi optimasi belum tergali.
Berdasarkan Permenkes 82/2013, setiap RS wajib memiliki SIMRS. Berikut fitur casemix yang umumnya tersedia di SIMRS populer.
Selain Khanza dan SIMGOS, terdapat puluhan vendor SIMRS di Indonesia dengan modul casemix masing-masing.
Apa pun SIMRS yang dipakai, BPJScan kompatibel karena menganalisis file TXT standar E-Klaim.
Pola yang terlihat: Semua SIMRS fokus pada hal yang sama — input data, bridging, dan pengiriman klaim. Fitur casemix mereka memastikan klaim lengkap dan terkirim dengan benar ke BPJS. Ini penting dan tidak tergantikan. Tapi tidak ada yang melakukan analisis mendalam pasca-submit untuk menemukan potensi optimasi klaim.
BPJScan bekerja di tahap yang tidak dicakup SIMRS: analisis pasca-submit. Ini adalah audit klaim berskala penuh yang sebelumnya hanya bisa dilakukan secara manual.
Setiap klaim dianalisis dengan 100+ analisis — bukan sampling. Deteksi inkonsistensi kode ICD-10, severity level yang tidak optimal, dan diagnosis sekunder yang terlewat.
Bandingkan tarif RS (real cost) vs tarif INA-CBG. Identifikasi kasus-kasus di mana RS mengalami kerugian signifikan dan temukan pola under-coding yang konsisten.
AI-powered recommendations untuk optimasi koding, analisis 36 kondisi spesifik (sepsis, stroke, jantung, dll.), prediksi risiko dispute, dan suggestion kode diagnosis tambahan.
Deteksi perubahan pola klaim dari waktu ke waktu. Identifikasi tren readmisi, pergeseran case-mix index, dan anomali sebelum dampaknya terasa pada klaim.
Evaluasi length of stay vs standar per CMG. Analisis severity level distribution untuk memastikan koding mencerminkan kompleksitas pasien yang sebenarnya.
Upload file TXT klaim, tunggu sebentar, analisis lengkap tersedia. Tidak perlu integrasi SIMRS, tidak perlu instalasi software, tidak ada perubahan workflow.
Fitur modul casemix SIMRS vs BPJScan — bukan siapa yang lebih baik, tapi siapa yang menangani apa.
Ya. SIMRS dan BPJScan menangani tahap yang berbeda. Tidak menggunakan salah satu berarti ada tahap yang belum tertangani di siklus klaim.
Klaim tidak bisa diinput dan dikirim ke BPJS. Operasional RS lumpuh. SIMRS adalah keharusan (Permenkes 82/2013).
Klaim terkirim, tetapi belum ada yang menganalisisnya secara menyeluruh. Under-coding dan pola klaim yang berulang baru terlihat setelah dampaknya terasa.
SIMRS memastikan klaim terkirim dengan benar. BPJScan memastikan klaim teroptimasi dengan maksimal. Bersama, mereka menutup gap di seluruh siklus klaim — dari input sampai analisis pasca-submit. Ini bukan tentang mengganti, tapi melengkapi.
Semua SIMRS. BPJScan bersifat SIMRS-agnostic karena menganalisis file TXT standar dari E-Klaim — format yang sama untuk semua RS.
Kenapa kompatibel dengan semua? Karena BPJScan tidak perlu terhubung ke SIMRS. BPJScan menganalisis file TXT ekspor dari E-Klaim/INA-CBG — format standar nasional yang sama untuk semua RS. Apa pun SIMRS yang dipakai, file TXT-nya sama. Cukup unggah, hasil tersedia dalam hitungan menit.
Jawaban langsung seputar hubungan BPJScan dengan modul casemix SIMRS.
Tidak. SIMRS dan BPJScan menangani tahap yang berbeda dalam siklus klaim. SIMRS mengurus input data klinis, bridging VClaim, pembuatan SEP, dan pengiriman klaim ke E-Klaim. BPJScan menganalisis klaim setelah dikirim: audit koding, tren klaim, dan potensi optimasi tarif. Keduanya saling melengkapi.
Casemix monitoring di SIMRS umumnya menampilkan status klaim dan ringkasan dashboard. BPJScan memeriksa seluruh klaim dalam berkas TXT dengan 100+ analisis: potensi under-coding, selisih tarif RS dengan INA-CBG, tingkat keparahan, dan koding ICD-10. Hasilnya membantu tim coder menentukan klaim yang perlu ditinjau lebih dulu.
Ya. BPJScan tidak bergantung pada SIMRS. Yang dianalisis adalah berkas TXT klaim standar yang diekspor dari E-Klaim, dengan format yang sama untuk semua rumah sakit. Khanza, SIMGOS, maupun SIMRS lain bisa dipakai.
BPJScan mulai dari Rp2 juta per bulan. Potensi optimasi berbeda di tiap rumah sakit dan hasil bervariasi tergantung volume dan pola klaim. Gambaran per kelas tarif ada di halaman bukti BPJScan.
Tidak perlu. BPJScan berjalan terpisah dari SIMRS. Cukup ekspor berkas TXT klaim dari E-Klaim, seperti yang rutin dilakukan setiap bulan, lalu unggah ke BPJScan. Hasil analisis tersedia dalam hitungan menit dan alur kerja SIMRS tidak berubah.
BPJScan terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Komdigi. Berkas klaim diproses sementara oleh sistem semata-mata untuk keperluan analisis dan tidak disimpan secara permanen. Rincian alur data dan dokumen keamanan kami sampaikan kepada tim IT rumah sakit atas permintaan.
Demo 30 menit dengan data klaim rumah sakit. Lihat langsung potensi optimasi yang umumnya belum tampak di modul casemix SIMRS.
BPJScan dipakai 70+ rumah sakit di 10+ provinsi di Indonesia