Lewati ke konten utama

Kontrol 5 dari 32 · Front-Office & Administratif

Kontrol Pasien Program Rujuk Balik: Menyelaraskan Status Pasien dengan Layanan yang Diberikan

Status rujuk balik yang baru ketahuan saat penyusunan klaim sudah terlambat untuk semua pihak. Kontrol ini menandai pasien berpotensi rujuk balik selagi ia masih duduk di hadapan dokter. Daftar potensi rujuk balik disusun dari data kepesertaan dan pola kunjungan, lalu ditinjau bersama dokter penanggung jawab.

Modul: RME & SIMRS

Diperbarui · MedMinutes

Jawaban singkat

Cara mengelola pasien program rujuk balik di rumah sakit?

Kontrol pasien Program Rujuk Balik menandai pasien kronis yang seharusnya dikembalikan ke fasilitas tingkat pertama, langsung di dalam RME. Tujuannya menyelaraskan status pasien, jenis layanan yang diberikan, dan koding, agar layanan berjalan sesuai ketentuan JKN dan berkas klaimnya tidak menimbulkan pertanyaan saat diverifikasi.

Kenapa status rujuk balik sering baru ketahuan setelah klaim dikirim?

Program Rujuk Balik mengandaikan pasien kronis yang kondisinya sudah stabil dikembalikan ke fasilitas tingkat pertama. Persoalannya, status itu tidak selalu terbaca saat pasien datang. Pasien tetap terdaftar seperti biasa, dilayani seperti biasa, dan baru pada tahap penyusunan berkas terlihat bahwa status kepesertaan dan jenis layanan yang diberikan tidak sejalan. Pada titik tersebut, pilihan yang tersisa tinggal administratif. Kontrol ini menarik data kepesertaan dan riwayat kunjungan untuk menandai pasien yang polanya mengarah ke rujuk balik, sehingga percakapan tentang kelanjutan perawatan terjadi di ruang praktik, bukan di meja penyusunan klaim.

Apa akibatnya kalau status pasien dan jenis layanan tidak sejalan?

Ketentuan pembiayaan obat kronis yang relevan bagi pasien rujuk balik diatur dalam PMK 3/2023. Perlu dicatat, obat di luar Formularium Nasional tidak otomatis tidak dibayar karena tersedia jalur rekomendasi, sehingga penanda kategori obat di layar peresepan bersifat memberi informasi.
  • Dasar payung Perpres 82/2018 Pasal 87 ayat (1) — kewajiban fasilitas kesehatan menerapkan kendali mutu dan kendali biaya.
  • PMK 3/2023 Pasal 26 huruf e — paket tarif sudah termasuk obat kronis paling sedikit tujuh hari.
  • PMK 3/2023 Pasal 40 ayat (1) — obat kronis sampai 30 hari.
  • PMK 3/2023 Pasal 40 ayat (2) — bagian di luar paket INA-CBG dibayar paling banyak 23 hari.
  • PMK 3/2023 Pasal 40 ayat (4) — obat mengacu pada Formularium Nasional.

Bagaimana pasien berpotensi rujuk balik ditandai di RME?

Penandaan bersifat memberi tahu, bukan memutuskan. Sistem menyusun daftar pasien yang berpotensi rujuk balik berdasarkan data kepesertaan dan pola kunjungan, lalu daftar itu ditinjau DPJP bersama tim casemix. Keputusan tetap klinis, dan pasien tetap mendapat penjelasan langsung dari dokternya. Tim casemix dan farmasi membaca daftar yang sama, sehingga kelanjutan perawatan dan pola peresepan dibicarakan dalam satu forum.
    [{'name': 'Tarik data kepesertaan dan kunjungan', 'text': 'Data kepesertaan serta riwayat kunjungan pasien ditarik dari VClaim, lalu dibaca berdampingan dengan catatan klinis di rekam medis.'}, {'name': 'Susun daftar potensi rujuk balik', 'text': 'Pasien dengan kondisi kronis dan pola kunjungan berulang ditandai sebagai berpotensi rujuk balik pada halaman tersendiri.'}, {'name': 'Tinjau bersama DPJP', 'text': 'Daftar ditinjau DPJP untuk menilai kestabilan kondisi pasien, karena kelayakan rujuk balik adalah penilaian klinis, bukan hasil hitungan.'}, {'name': 'Selaraskan peresepan obat kronis', 'text': 'Untuk pasien yang dikembalikan, jumlah hari pemberian obat kronis disesuaikan dengan ketentuan pembiayaan yang berlaku.'}, {'name': 'Pantau daftar secara berkala', 'text': 'Daftar ditinjau mingguan bersama tim casemix dan farmasi, agar kelanjutan perawatan dan pola peresepan pasien tetap terpantau bersama.'}]

Siapa yang perlu melihat daftar ini setiap minggu?

Apa yang berubah pada peresepan obat kronis pasien PRB?

Ketika status pasien dan layanan yang diberikan berjalan sejalan, berkas klaimnya jarang menimbulkan pertanyaan. Sebaliknya, ketidaksesuaian yang baru muncul di tahap akhir menuntut penelusuran berkas, klarifikasi ke DPJP, dan penyusunan bukti pendukung yang seluruhnya terjadi saat pasien sudah lama pulang. Selain beban administratif, ada sisi yang lebih jarang dihitung: pasien yang seharusnya dikembalikan ke fasilitas tingkat pertama mendapat kepastian lebih awal tentang ke mana perawatannya berlanjut, dan tidak bolak-balik ke rumah sakit untuk kebutuhan yang sebenarnya dapat dilayani lebih dekat dari rumahnya. Kendali biaya dan kenyamanan pasien bergerak searah di sini.

Pertanyaan yang sering muncul

RME MedMinutes menyediakan halaman potensi PRB yang menarik data kepesertaan dan riwayat kunjungan dari VClaim, lalu menampilkan pasien yang pola kunjungan dan kondisinya mengarah ke rujuk balik. Daftar itu menjadi bahan diskusi DPJP, bukan keputusan otomatis sistem. Dengan begitu percakapan tentang rujuk balik terjadi saat pasien masih di hadapan dokter, bukan lewat berkas.
PMK 3/2023 Pasal 40 ayat (1) mengatur pemberian obat kronis sampai 30 hari. Pasal 26 huruf e menyatakan paket tarif sudah mencakup obat kronis paling sedikit tujuh hari, dan Pasal 40 ayat (2) mengatur bagian yang dibayar di luar paket paling banyak 23 hari.
Tidak sesederhana itu. PMK 3/2023 Pasal 40 ayat (4) mensyaratkan obat mengacu pada Formularium Nasional, namun tersedia jalur rekomendasi untuk kondisi tertentu. Karena itu sistem menampilkan penanda kategori obat sebagai informasi bagi dokter, bukan sebagai larangan mutlak. Karena itu penanda kategori obat di layar peresepan sebaiknya dibaca sebagai informasi pembiayaan, bukan sebagai persetujuan atau penolakan.
Berkas berpotensi dipertanyakan saat verifikasi, dan penyelesaiannya memakan waktu tim casemix di akhir bulan. Menandai potensi rujuk balik sejak awal memindahkan percakapan itu ke ruang praktik, saat keputusan klinis masih bisa didiskusikan bersama pasien. Pergeseran waktu ini juga membuat pasien mendapat penjelasan yang lebih utuh tentang ke mana perawatannya akan dilanjutkan.
Tim casemix bersama DPJP terkait, dengan tinjauan berkala mingguan. Bagian farmasi juga perlu melihatnya karena pola peresepan obat kronis pasien rujuk balik berbeda dari pasien rawat jalan biasa, terutama pada jumlah hari pemberian. Meninjaunya bersama membuat keputusan rujuk balik terasa sebagai kesepakatan tim, bukan sebagai target administratif dari satu unit.

Lihat kontrol ini berjalan di rumah sakit Anda

Kami tunjukkan langsung di RME & SIMRS MedMinutes, memakai alur kerja dan data rumah sakit Anda sendiri, dalam sesi 30 menit.

Jadwalkan demo 30 menit

Atau telusuri dulu 32 titik kontrol lain di halaman induk.