Kesiapan STARKES 2024 & 6 Layanan Inti RME: Checklist MRMIK untuk RS | MedMinutes Lewati ke kontak
Kesiapan STARKES 2024

Siap Survei STARKES 2024?
Cek Kesiapan MRMIK & 6 Layanan Inti

Panduan kesiapan Bab MRMIK (KMK 1596/2024) dan enam layanan inti RME Permenkes 24/2022 — dengan checklist self-assessment yang bisa dijalankan Wadir Pelayanan sebelum surveyor datang.

STARKES
2024

KMK 1596/2024

6

Layanan Inti RME

FHIR R4

SatuSehat

13

Standar Bab MRMIK

KMK HK.01.07/MENKES/1596/2024 Permenkes 24/2022 SE 1030/2023 Bab MRMIK 6 Layanan Inti RME HL7 FHIR R4 SNOMED CT LOINC Platform SatuSehat
Ditinjau oleh Choirunnisa Hapsari, B.ICT · Direktur MedMinutes

Terakhir diperbarui

Apa yang Dinilai Bab MRMIK STARKES 2024

Bab Manajemen Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (MRMIK) menilai apakah rekam medis elektronik berjalan lengkap, terintegrasi, dan terhubung SatuSehat. Empat area berikut yang paling sering menjadi titik perhatian surveyor.

Baca juga: Bab Program Nasional (Prognas) — satu-satunya bab STARKES yang wajib bernilai 100% agar rumah sakit dinyatakan terakreditasi.

Kelengkapan & autentikasi rekam medis

Dokumentasi klinis lengkap dan real-time, CPPT terisi dengan autentikasi dan verifikasi DPJP yang valid, serta jejak audit untuk setiap perubahan (MRMIK 8 & terkait).

Integrasi data antar unit

Data klinis dan non-klinis terintegrasi antar unit — bukan silo terpisah (MRMIK 13 EP 4). Ini titik yang paling sering lemah pada RS dengan banyak sistem berdiri sendiri.

Interoperabilitas SatuSehat

RME terhubung interoperabel dengan Platform SatuSehat via HL7 FHIR R4 (MRMIK 13 EP 2), dengan pengiriman data yang konsisten untuk keenam layanan inti.

Tata kelola & prosedur downtime

Unit pengelola SIMRS dengan kompetensi memadai (MRMIK 13 EP 3), evaluasi efektivitas RME yang terdokumentasi (EP 5), dan prosedur pemulihan saat sistem downtime yang teruji (MRMIK 13.1).

Checklist Kapabilitas

6 Layanan Inti RME — Syarat Kelengkapan

Kemenkes menggunakan kerangka enam layanan inti sebagai acuan kepatuhan RME. Sebuah RS dinyatakan lengkap ketika keenamnya mengirim data secara aktif ke SatuSehat. Gunakan daftar ini untuk menilai kesiapan RS Anda.

1. Pendaftaran

Setiap kunjungan menghasilkan Encounter yang terkirim ke SatuSehat. Cek: adakah hari dengan pengiriman nol atau parsial tanpa alasan teknis?

2. IGD

Setiap pasien IGD punya episode Encounter tersendiri. Cek: jumlah Encounter IGD di log sesuai dengan register kunjungan IGD aktual?

3. Rawat Jalan

Kunjungan poliklinik menghasilkan Encounter dan Condition (diagnosis). Cek: diagnosis rawat jalan terkirim, bukan hanya data kunjungan?

4. Rawat Inap

CPPT rawat inap menghasilkan Condition yang benar. Cek: CPPT diisi digital sesuai spesifikasi interoperabilitas, bukan di kertas atau format bebas?

5. Layanan Penunjang

Laboratorium (Specimen) dan radiologi (Imaging Study) terkirim; LIS dan sistem radiologi terhubung. Cek: volume pengiriman sesuai volume pemeriksaan aktual?

6. Farmasi

Setiap resep menghasilkan Medication Request dan Medication Dispense. Cek: sistem apotek terhubung ke SIMRS dan SatuSehat, bukan berdiri sendiri?

Pemetaan 6 layanan inti RME ke resource FHIR SatuSehat dan sinyal gap
Layanan inti Resource FHIR yang wajib terkirim Sumber sistem Sinyal gap
Pendaftaran Encounter SIMRS / pendaftaran Ada hari dengan pengiriman nol/parsial
IGD Encounter Modul IGD Jumlah Encounter < register kunjungan IGD
Rawat Jalan Encounter + Condition Poliklinik Kunjungan terkirim, diagnosis tidak
Rawat Inap Condition (CPPT) CPPT digital CPPT masih kertas / format bebas
Layanan Penunjang Specimen + Imaging Study LIS & sistem radiologi Lab/radiologi berdiri terpisah dari SIMRS
Farmasi Medication Request + Dispense Sistem apotek Apotek tidak terhubung ke SIMRS/SatuSehat

Cara cek mandiri sebelum surveyor datang

Minta tim TI menarik ringkasan pengiriman data SatuSehat 30 hari terakhir, dipilah per tipe layanan, lalu bandingkan dengan volume operasional aktual (register IGD, buku farmasi, SIM Lab). Layanan dengan volume pengiriman jauh di bawah volume aktual adalah kandidat gap — dan bisa diperbaiki sebelum penilaian. Status dapat diperiksa melalui akun organisasi di satusehat.kemkes.go.id.

Bagaimana MedMinutes Mendukung Kesiapan Ini

RME MedMinutes menyusun keenam layanan inti dalam satu sumber data dengan pengiriman SatuSehat native. Modul operasional lain dapat dilengkapi sesuai kesiapan RS.

Area kesiapan Dukungan MedMinutes
6 layanan inti Tercakup dalam satu RME — Encounter, Condition, Specimen, Imaging Study, Medication Request/Dispense
Interoperabilitas SatuSehat Native via HL7 FHIR R4, tanpa middleware tambahan
Jejak audit & autentikasi DPJP Audit log per perubahan SOAP, autentikasi multi-faktor DPJP
Farmasi, antrean, pelaporan Dapat dilengkapi dengan modul Apotek, Antrean Online, dan pelaporan SIRS/RL otomatis
SIMRS existing (Khanza/SIMGOS) Dapat berjalan paralel atau melengkapi via integrasi — tanpa mengganti sistem

Pertanyaan Umum

Bab MRMIK pada STARKES 2024 (KMK HK.01.07/MENKES/1596/2024) menuntut dokumentasi rekam medis lengkap dan real-time, jejak audit untuk setiap perubahan, autentikasi DPJP yang valid, integrasi data antar unit, dan interoperabilitas dengan SatuSehat via HL7 FHIR R4. Secara praktis, keenam layanan inti RME harus mengirim data secara aktif dan konsisten ke SatuSehat.
Enam layanan inti adalah unit yang harus memiliki RME terintegrasi SatuSehat agar sebuah RS dinyatakan patuh: Pendaftaran, IGD, Rawat Jalan, Rawat Inap, Layanan Penunjang (laboratorium dan radiologi), dan Farmasi. Kerangka ini digunakan Kemenkes sebagai acuan pemantauan kepatuhan atas kewajiban RME dalam Permenkes 24/2022. Tidak ada pengecualian berdasarkan tipe RS.
Minta tim TI menarik ringkasan pengiriman data SatuSehat 30 hari terakhir, dipilah per tipe layanan, lalu bandingkan dengan volume operasional aktual dari register internal. Layanan dengan volume pengiriman jauh di bawah volume aktual adalah kandidat gap. Status dapat diperiksa melalui akun organisasi fasilitas di satusehat.kemkes.go.id, tanpa perlu menunggu survei.
Belum tentu. Permenkes 24/2022 mewajibkan RME terhubung interoperabel dengan SatuSehat, bukan sekadar memiliki SIMRS. Selama salah satu dari enam layanan inti tidak mengirim data secara aktif — misalnya laboratorium yang sistemnya terpisah — RS masih tergolong tidak lengkap secara teknis meskipun sistemnya sudah terpasang.
Berdasarkan SE HK.02.01/MENKES/1030/2023, sanksi bersifat berjenjang: dari teguran tertulis hingga rekomendasi penyesuaian status akreditasi bagi yang belum terintegrasi SatuSehat. RS yang dapat menunjukkan bukti progres nyata — jadwal implementasi resmi, kontrak vendor aktif, laporan pengiriman yang meningkat — berada dalam posisi lebih baik saat menghadapi pemeriksaan.
Ada beberapa tanggal yang sering tertukar. Permenkes 24/2022 menetapkan target awal penyelenggaraan RME paling lambat 31 Desember 2023. Karena hambatan implementasi di lapangan, target integrasi ini bergeser hingga akhir 2025, sekaligus tersedia SIMGOS (SIMRS Generic Open Source) dari Kemenkes sebagai opsi RME gratis. Penegakan kemudian berjalan nyata: lewat surat Nomor YM.02.02/D/971/2026 tertanggal 11 Maret 2026, Kemenkes menjatuhkan sanksi administratif kepada 1.306 rumah sakit yang pengiriman data RME-nya ke SatuSehat belum lengkap — mulai dari rekomendasi penurunan status akreditasi hingga pembekuan izin berusaha bagi RS yang belum terakreditasi — dengan masa sanggah tiga bulan (30 Maret–30 Juni 2026) untuk klarifikasi dan perbaikan. Intinya, tenggat formal sudah lewat — yang dinilai sekarang adalah kelengkapan enam layanan inti, bukan sekadar sudah atau belum punya RME.

Petakan Kesiapan STARKES RS Anda

Tim MedMinutes membantu RS Anda memetakan gap enam layanan inti, menyusun rencana penutupan yang realistis, dan menyiapkan bukti kesiapan untuk survei akreditasi.

Relevan untuk peran Anda